Naruto chapter 1 bahasa Indonesia : Naruto Uzumaki

Naruto versi teks bahasa Indonesia chapter 1 : NARUTO UZUMAKI


 Naruto kecil

Dahulu kala, ada seekor siluman rubah berekor sembilan. Satu hentakan ekor saktinya saja bisa menggetarkan gunung dan mendatangkan tsunami. Orang-orang yang merasa terancam oleh siluman tersebut memanggil para shinobi. Adalah seorang shinobi pemberani yang berhasil menyegel siluman itu dengan mempertaruhkan nyawanya. Shinobi tersebut dikenal sebagai hokage keempat.
*Shinobi:ninja
*Hokage:ketua ninja di desa Konohakure tempat Naruto tinggal
Ini adalah desa Konohakure. Naruto adalah salah satu murid di akademi ninja yang suka berbuat onar. Impian Naruto adalah menjadi seorang Hokage. Tetapi, Naruto memiliki rahasia sejak lahir karena di dalam tubuhnya terdapat siluman rubah yang disegel. Inilah petualangan Naruto untuk mewujudkan impiannya.

Terlihat pemandangan desa Konohakure dengan bangunan-bangunan disertai pepohonan dan bukit yang terukir wajah empat orang hokage. Seseorang sedang bergelantung menggunakan tali dan sedang mengecat wajah batu di bukit dengan menuliskan huruf BAKA (bodoh) dan AHO (tolol). Ya seseorang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Naruto Uzumaki. Tokoh utama cerita karangan Masashi Kishimoto.

Naruto:"Gya ha ha ha ha ha ha"

Naruto menertawakan ukiran wajah batu para Hokage yang dicatnya.

Beralih ke bagian lain. Seseorang berteriak kepada Hokage hendak melaporkan kejadian saat ini.

"Hokage!!!"

Hokage yang tampak sedang menulis sesuatu dengan kuas sambil merokok, membalas teriakan tersebut.

Hokage:"Ada apa? apa Naruto berbuat onar lagi?"
Shinobi 1:"Iya, Naruto mencoret-coret wajah patung para hokage"
Shinobi 2:"Dan kali ini memakai cat"

mendengar berita tersebut, Hokage menghentikan aktifitas tulis menulisnya. Lalu segera mengenakan topi khas hokage yang bertuliskan HI (api). sret

Hokage menghela nafas "fuh"

Kembali ke scene Naruto. Orang-orang berkumpul di suatu atap bangunan dekat dengan patung hokage yang dicat Naruto. Tampak pula Naruto yang bergelantungan memakai tali sambil memegang ember berisi cat. Orang-orang berteriak menghentikan perbuatan Naruto.

"Hei!!lagi-lagi kau membuat onar"
"Hentikan perbuatanmu itu!"
"Coba lihat itu... kali ini kau pasti dihukum"

Srek... srek...

Naruto berbalik arah menghadap kumpulan orang-orang yang berada di atas atap dan membalas perkataan mereka.

Naruto:"Bodoh!!! berisik tahu. Kalian takkan berani berbuat jahil seperti ini kan? tapi aku berani. Aku hebat"

Hokage telah tiba di atap bangunan tempat orang-orang berkumpul.

Hokage:"Ya ampun. si bodoh itu benar-benar melakukannya. sampai wajahku juga"
Shinobi:"Ah... itu hokage"

Tiba-tiba seseorang maju dan berada tepat disamping hokage. Dia tidak lain adalah Iruka.

Iruka:"Hokage ketiga,aku minta maaf"
Hokage:"Ng?Oh... Iruka ya?"

Iruka menarik nafas dalam-dalam. Syuuu...

"APA YANG KAU LAKUKAN? INI KAN WAKTUNYA SEKOLAH, CEPAT TURUN.DASAR BODOH"

Naruto yang mendengar teriakkan tersebut menjadi panik.
"Gawat! itu guru Iruka"
srek srek wer wer

Penulis : ADMIN

Scene perpindah ke ruang kelas. Tampak papan tulis, guru Iruka, Naruto dan para murid lainnya. Guru Iruka berdiri didepan Naruto, sementara Naruto duduk dengan terikat tali.

Sret

"Huh" Naruto memalingkan wajahnya.

Guru Iruka mulai memarahi dan menasehati Naruto.

"Besok itu kan ujian kelulusan sekolah ninja. di ujian yang sebelumnya, kamu sudah gagal. bukan waktunya main-main diluar kan? dasar bodoh"

Naruto membalas perkataan guru Iruka dengan acuh tak acuh.mendengar jawaban Naruto, guru Iruka menjadi geram dan berteriak.


"SEMUANYA BARIS!!HARI INI TES 'HENGE NO JUTSU' BERUBAH MENJADI AKU DENGAN SEMPURNA"
*Henge no jutsu:jurus transformasi
murid-murid terkejut mendengar ucapan guru Iruka.

"EEH?!"

Tes dimulai.tampak kepulan asap, seorang murid berubah menjadi guru Iruka. POF
Sementara murid lain berbaris menunggu giliran dipanggil.

Iruka:"Ya, ok.berikutnya Naruto Uzumaki!"

Murid-murid lain menyalahkan Naruto karena ulah Naruto, guru Iruka mengadakan tes.

Murid:"Ini semua gara-gara kamu, tahu!"
Naruto:"Mana kutahu"

Naruto beranjak maju dan dalam hatinya berkata "Sial,membosankan"

Naruto membetulkan googlenya dan merencakan sesuatu. trik... "Baiklah..."
*Google:kacamata seperti kacamata renang (lihat gambar dibawah judul)
Guru Iruka berdiri di depan Naruto sambil memegang alat tulis guna mencatat hasil tes. Naruto mengumpulkan tenaga dalam (cakra) dan membentuk segel tangan. "Berubah!!" poo...
Naruto berubah menjadi wanita telanjang. Pof... "Cuuup" HHMMMM

Guru Iruka terkejut melihat pemandangan tersebut dan mimisan. CROOTTT...

Naruto pun tertawa "Gya ha ha ha ha! ini kunamakan 'OIROKE NO JUTSU' "
*Oiroke no jutsu:jurus seksi
Guru Iruka menyeka hidungnya dengan tisu karena mimisan dan memarahi Naruto.
"JANGAN SEENAKNYA MENCIPTAKAN JURUS TAK BERGUNA!!"

Scene berpindah ke patung batu wajah hokage.tempat dimana Naruto mengecat sebelumnya.Naruto dihukum dengan membersihkan semua cat di patung wajah hokage.Iruka berdiri diatas patung wajah hokage, sementara Naruto dibawahnya bergelantung dengan pijakan besi yang diikat dengan tali dan sedang membersihkan cat.

Naruto:"Sial...sial..."
Iruka:"Aku takkan membiarkanmu pulang sampai kau membersihkan semuanya"
Naruto:"Tak apa-apa kok... kalau pulang juga, di rumah kan tak ada siapa-siapa.Huh..."

Naruto mengerakan tangannya guna membersihkan semua cat hasil perbuatannya.Iruka merasa iba dengan Naruto bukan lantaran hukuman, namun karena Naruto hidup sendirian.lalu tiba-tiba Iruka berkata kepada Naruto.

Iruka:"Naruto..."

Dengan kesal Naruto menjawab.

Naruto:"Apa lagi?"
Iruka:"Yah... itu... kalau kau membersihkan semuanya, malam ini aku akan mentraktirmu ramen"
*Ramen:mie Jepang

Mendengar perkataan Iruka, naruto menjadi riang dan semangat.
"Baiklaaaah!!!aku akan berusaha"

Singkat cerita, malam hari telah tiba. Naruto telah selesai membersihkan semua cat.kini Naruto dan Iruka berada di kedai Ramen Ichiraku.mereka duduk berdampingan.

Iruka:"Naruto"

Naruto terus menyantap ramen dengan lahapnya. sruppp sruppp
Naruto:"Ng?"
Iruka:"Kenapa kau mencoret-coret tempat itu?kamu kan tahu para hokage itu seperti apa..."
Naruto:"Tentu saja"

Nyam... nyam... sambil menyantap ramen, Naruto melanjutkan perkataan.
"Orang yang mendapat julukan hokage itu ninja nomor satu di desa ini kan?"
"Terutama hokage keempat.dia melindungi desa kita dari siluman rubah"

Tampak Naruto membayangkan wajah patung hokage keempat.

Iruka:"Kalau kau sudah tahu, lalu kenapa?"
Naruto:"Suatu hari aku akan mendapatkan hokage"

Tiba-tiba Naruto menunjuk Iruka dengan tangan yang masih memegang sumpit dan berkata dengan penuh keyakinan. Sret...
"Lalu, aku akan melampaui semua hokage yang sebelumnya"
"Lalu, lalu, aku akan membuat desa ini mengakui kemampuanku"

Iruka terkejut dan tidak menyangka Naruto akan berkata seperti itu.kemudian Naruto memohon sesuatu kepada Iruka.

Naruto:"Ngomong-ngomong... guru, aku ada permohonan..."
Iruka:"Mau tambah?"
Naruto:"Bukan, tolong pinjamkan aku, pelindung kepala konoha ya?"
*Konoha:nama negara tempat desa Konohakure berada
 Iruka:"Ah, ini ya...?Tak boleh, tak boleh.karena pelindung ini adalah tanda kalau kau sudah lulus sekolah dan menjadi salah satu ninja.bagianmu besok..."
Naruto:"PELITTT...!!!"
Iruka:"Ah!!!ha ha makanya kau melepaskan google-mu ya?"
Naruto:"Tambah"
Iruka:"Ah!"

Percakapan Iruka dan Naruto di kedai ramen berakhir.Esok harinya, di ruang kelas terlihat murid-murid yang sedang malas-malasan belajar.kemudian Iruka datang dengan membawa daftar nama murid-murid.

Iruka:"Lalu... ujian kelulusannya adalah 'BUNSHIN NO JUTSU'. yang dipanggil satu persatu datanglah ke ruang kelas sebelah.
*Bunshin no jutsu:jurus menciptakan kembaran diri sendiri (klon)
Doeng... Naruto panik mendengar berita tersebut.
"Jurus itu kan kelemahanku..."

Scene berpindah ke ruang sebelah, tampak dua guru penguji duduk dan di meja terdapat beberapa pelindung kepala.hadiah untuk muris yang telah lulus ujian.walau Bunshin no jutsu adalah jurus kelemahan Naruto, dihapadan para guru penguji, Naruto tetap melakukan tes ujian.
"Tapi, akan tetap kulakukan... lihat saja!!!"
"BUNSHIN NO JUTSU"

DOENG... muncul satu kembaran Naruto terkapar di lantai. NYIEEE...
Naruto panik melihat jurus klonnya tidak berguna.Iruka tidak percaya melihat hal tersebut.
"GAGAL"

Tiba-tiba guru penguji disebelah Iruka yang tidak lain adalah Mizuki, berkata
"Guru Iruka, untuk Naruto, ini sudah yang ketiga kalinya kan. lagi pula dia berhasil membuat satu klon.bagaimana kalau kita meluluskan saja?"
dalam hati, guru tersebut berkata "aku juga tak bisa membuat yang seperti itu"

Naruto senang mendengar ucapan Mizuki.namun, Iruka tetap bersikukuh bahwa Naruto gagal.
"Apapun yang dikatakan guru Mizuki, tetap tidak boleh.anak yang lain berhasil membuat setidaknya tiga klon.tetapi, Naruto hanya bisa membuat satu.selain itu klon miliknya itu tidak berguna.aku tak bisa meluluskannya"

Naruto yang tadinya senang menjadi geram mendengar ucapan Iruka. Singkat cerita, ujian Bunshin no jutsu berakhir dan Naruto dinyatakan gagal ujian.tampak kerumunan orang tua dan murid-murid bersuka cita atas kelulusan ujian mereka.sementara itu Naruto berada tak jauh dari situ sedang duduk di ayunan sendirian dengan wajah sedih atas kegagalannya.

"Usaha yang bagus,kau memang anakku"
"Ini artinya, kita juga sudah jadi salah satu ninja ya?"
"Selamat atas kelulusannya.mama akan membuatkan makan malam yang enak"

Tiba-tiba ada orang tua murid berikat kepala melihat ke Naruto
A:"Eh, anak itu..."
Orang tua murid disebelahnya pun menimpali
B:"Dia anak yang 'ITU' lho.sepertinya cuma dia yang tidak lulus"
Dengan wajah sinis, orang tua murid berikat kepala berkata lagi
A:"Huh!!!baguslah... kalau yang seperti itu jadi shinobi, pasti merepotkan.soalnya anak itu sebenarnya..."
orang tua murid disebelahnya lalu menyela pembicaraan
B:"Tunggu.kita tak boleh mengatakannya"

Naruto kesal mendengar perkataan tersebut.namun Naruto berpura-pura tidak mendengarkannya.Naruto membetulkan googlenya dan beranjak pergi dari situ.Naruto dikucilkan oleh penduduk Konohakure lantaran ditubuhnya terdapat siluman berekor sembilan yang disegel.

Diantara kerumunan para orang tua dan murid, tampak Hokage dan Iruka.
Hokage:"Iruka, setelah ini ada yang ingin kubicarakan denganmu"
Iruka:"Baik..."

Scene berpindah di suatu jalan, terlihat Mizuki memanggil Naruto
Mizuki:"Naruto..."
Naruto:"Guru Mizuki..."

Mizuki lalu mengajak Naruto ke suatu tempat.tampak Naruto dan Mizuki duduk di balkon lantai atas suatu rumah.Mizuki memulai percakapan.
Mizuki:"Guru Iruka itu orangnya serius.orang tuanya meninggal waktu dia kecil.sejak saat itu berjuang melakukkan semuanya dengan kemampuannya sendiri"
Naruto:"Lalu, kenapa cuma aku terus?"
Mizuki:"Mungkin guru Iruka berfikir kau mirip dengannya.dia ingin kau benar-benar mengerti arti sebenarnya 'menjadi kuat' pasti begitu...apa kau tak bisa sedikit saja memahami perasaan guru Iruka?karena kau juga tak punya orang tua"
Naruto:"Tapi... aku ingin lulus"

Mizuki menangkap kata-kata menarik dari Naruto dan merencanakan sesuatu.
Mizuki:"Apa boleh buat"
Naruto:"Eh?"
Mizuki:"Akan kuberitahukan rahasia besar padamu"

Scene berpindah,hari sudah malam.tampak Naruto mengendap-endap disuatu bangunan. srek... srek...
kemudian Naruto masuk ke ruangan. ternyata itu adalah rumah Hokage ketiga.saat Naruto mengedap-endap, tiba-tiba Hokage ketiga berada dibelakangnya.
Hokage:"Apa yang kau lakukan di rumahku tengah malam begini?"

DEG!!! Naruto kaget, dibelakngnya ada Hokage.dengan cepat,Naruto mengeluarkan jurus ciptaanya sendiri.
Naruto:"OIROKE NO JUTSU"
Hokage:"APA?"

CROTTT...Hokage tak kuasa menahan jurus 'Oiroke no jutsu' Naruto dan mimisan seperti guru Iruka.Kemudian pingsan dan terkapar bersimbah darah mimisan di lantai.Naruto melesat pergi meningalkan Hokage dan menuju ruang yang menjadi tujuannya.Naruto mengobrak-abrik isi lemari mencari gulungan berisi jurus.setelah menemukannya,Naruto pergi dari rumah Hokage.Ada seseorang yang mengintai Naruto dan orang tersebut adalah Mizuki.orang yang memberi arahan Naruto supaya mencuri gulungan berisi jurus di rumah Hokage.

Scene berpindah disuatu hutan, tampak Naruto membuka gulungan yang telah dicuri. Srek...
"Hmmm...jurus pertama adalah... 'Taju kage bunshin'? apa ini? kenapa langsung jurus yang aku tak bisa?"

Scene berpindah lagi ke rumah Iruka.Tampak Iruka yang sedang terbaring di kasur kamarnya sambil melamun dan mengingat perkataan Hokage tadi pagi

Hokage:"Iruka..."
Iruka:"Ada apa, Hokage?"
Hokage:"Aku sangat mengerti perasaanmu.dia itu sama sepertimu yang tidak mengenal kasih sayang orang tua"

Lalu Iruka membayngkan kejadian dimasa lalu saat siluman rubah ekor sembilan menyerang desa Konohakure.tampak siluman Rubah ekor sembilan yang ganas. GROAAR
Para shinobi bertarung dengan rubah ekor sembilan.
"Kita harus menahannya sampai hokage keempat tiba"
Seorang shinobi meraih Iruka dan membawa pergi dari pertempuran karena situasinya gawat.Iruka meronta-ronta
"Lepaskan!!!ayah dan ibu masih bertarung"

Lamunan Iruka buyar karena seseorang mengetuk pintu kamarnya. TOK TOK TOK
Iruka bergegas membuka pintu. Trek Kriet... Ternyata yang mengetuk pintu adalah Mizuki.
Iruka:"Ada apa?"
Mizuki:"Harap berkumpul di tempat Hokage.sepertinya Naruto berbuat jahil dengan membawa kabur gulungan terlarang"

Iruka terkejut mendengar kabar tersebut.Iruka bergegas menuju di tempat Hokage.disana telah berkumpul beberapa orang shinobi.para shinobi geram dengan ulah Naruto.
"Kali ini walaupun hanya main-main tak bisa dimaafkan,Hokage"
"Benar!!! Benar!!!" kata shinobi lainnya.
Hokage:"Hm!itu adalah gulungan terlarang yang disegel oleh Hokage pertama. kalau disalah gunakan bisa menimbulkan hal yang mengerikan.sudah setengah hari sejak Naruto mencuri gulungan itu.segera temukan Naruto!!!"
"Baik!!!" jawab para shinobi serentak.

Syaat... syaat... syaat... Iruka dan para shinobi lainnya segera berpencar untuk mencari naruto.
Hosh... hosh... hosh... Iruka terlihat kelelahan mencri naruto.
"Coba kucari ke arah hutan"

Sementara itu Mizuki yang dari awal merencakan hal tersebut, bergegas menuju tempat Naruto karena Mizuki lah memberi arahan kepada Naruto.
"Akan kusebarkan kejadian ini ke penduduk desa sedikit lebih lama.setelah itu Naruto akan kubereskan.akan kubuat Naruto seperti menghilang bersama gulungan terlarang itu"

Di tempat lain, tampak Naruto yang kelelahan setelah berlatih jurus dari isi gulungan yang dicuri.hosh... hosh... hosh.. tubuhnya babak belur akibat latihan.gulungan berisi jurus masih menempel dipunggungnya.tak lama kemudian, muncul Iruka. Syuut...

Iruka:"Sudah kutemukan,hei!"
Naruto:"Ah!!kutemukan si mimisan"
Iruka:"Dasar bodoh!yang kutemukan itu kau"

Iruka heran melihat tubuh Naruto yang babak belur.

Naruto:"He he he ketahuan deh.padahal baru satu jurus yang kuingat"
Iruka:"Kamu,badanmu sampai babak belur begitu.apa yang sebenarnya kau lakukan?"
Naruto:"Dari pada memikirkan soal itu, hei hei akan kuperlihatkan jurus yang luar biasa.kalau sudah begitu, guru akan meluluskan aku kan?"

Iruka tidak mengerti apa yang dimaksudkan Naruto.
Iruka:"Naruto..."
Naruto:"ng?"
Iruka:"Kenapa ada gulungan di punggungmu?"
Naruto:"Ah!ini?guru Mizuki yang memberitahuku tentang gulungan ini. lalu... tempat ini jugakalau kuperlihatkan jurus dari gulungan ini katanya pasti bisa lulus"
Iruka:"Mizuki?"

Iruka menangkap sesuatu yang tidak beres.dengan cepat, Iruka mendorong Naruto. Syuut syuut syuuut.beberapa kunai meluncur dan mengenai Iruka.Iruka mendorong Naruto supaya Naruto tidak terkena kunai.telah berdiri seseorang diatas pohon. orang yang melempar beberapa kunai tadi tidak lain adalah Mizuki.
*Kunai:peralatan ninja
Mizuki:"Kau benar-benar hebat bisa tahu kalau dia disini"
Iruka:"Oh...jadi begitu rupanya!"

Naruto tengak-tengok ke sekeliling, bingung dengan kejadian yang menimpanya.

Mizuki:"Naruto,serahkan gulungan itu!"
Naruto:"Hei...hei!!!apa maksudnya semua ini?"

Iruka geram dengan ulah Mizuki.Zlep...Iruka menarik kunai yang menacap ditubuhnya lalu berteriak
Iruka:"Naruto jangan serahkan gulungan itu walaupun kau harus mati!!itu adalah gulungan berbahaya yang disegel karena berisi jurus-jurus terlarang.demi mendapatkannya, Mizuki memanfaatkanmu"
Mizuki:"Naruto... walaupun kau memilikinya,takkan ada gunanya.akan kukatakan sebenarnya"
Iruka:"Bo...bodoh!hentikan"
Mizuki:"12 tahun yang lalu.kau tahu tentang peristiwa penyegelan siluman rubah kan?"

Suasana hening sesaat,Mizuki kembali mengoceh
Mizuki:"Sejak peristiwa itu... dibuatlah peraturan khusus di desa ini"
Naruto:"Peraturan khusus?"
Mizuki:"Tetapi... Naruto, itu peraturan yang selamanya tidak boleh dketahui olehmu"
Naruto:"Tidak boleh kuketahui?peraturan apa itu?kenapa?"
Mizuki:"Fu fu fu fu"
Naruto:"Seperti apa... peraturan seperti apa?"
Mizuki:"Peraturan yang melarang orang untuk mengatakan bahwa mujud Naruto yang sebenarnya itu adalah siluman rubah"

Naruto terkejut "Eh!!!"
"Ap... apa maksudnya itu?"

Iruka tak tahan dengan itu semua dan berteriak
"HENTIKAN!!!"

Mizuki:"Maksudnya kau adalah pembunuh orang tua Iruka.siluman rubah ekor sembilan yang menghancurkan desa"

Naruto hanya diam mendengar semua penjelasan Mizuki.
Mizuki:"Kau adalah siluman yang disegel oleh Hokage yang kau kagumi"
Iruka:"HENTIKAN!!!"
Mizuki:"Selama ini kau dibohongi oleh penduduk desa.apa kau tidak merasa aneh?kenapa mereka sangat membencimu?"

Naruto menangis dan membayangkan perlakuan penduduk desa selama ini yang selalu mengucilkannya.Mizuki mengambil shuriken dipunggungnya dan memutarnya dengan maksud menyerang. Wuush...

Mizuki:"Sebenarnya Iruka juga membencimu"
Iruka:"Na ru to"

GROOOO Naruto manjadi emosi mendengar penjelasan itu.
"SIALAN...SIALAN...SIALAN...SIALAN"

Dalam hati Iruka berkata
"Dia anak yang tidak mendapat kasih sayang orang tua dan dibenci oleh penduduk desa karena peristiwa itu"

Hyaat... Mizuki bersiap menyerang.
"Takkan ada yang menerimamu"

Iruka masih berkata dalam hatinya dan membayangkan Hokage, anak-anak yang dimanja orang tuanya.
"Karena itu untuk menarik perhatian,tak ada cara lain kecuali berbuat jahil.dengan cara apapun, dia ingin orang orang mengakui keberadaannya"
Mizuki tertawa
"Hua ha ha ha!gulungan itu adalah benda yang digunakan untuk mengurungmu"
Iruka membayangkan Naruto yang terlihat bahagia sambil menjulurkan lidahnya.
Naruto:"Guru Iruka mesum"
Iruka:"Memang dia kelihatannya tegar, tapi sebenarnya Naruto menderita..."
JLEB... "Ugh" punggung Iruka terkena serangan shuriken Mizuki demi melindungi Naruto.darah pun berceceran dan menetes pula ke wajah Naruto. tes tes tes.
Mizuki:"!!!"
Naruto:"Ke... kenapa?"
Iruka:"A...aku..."

Iruka membayngkan masa lalunya dulu.tampak orang tua dan ankanya yang tertawa.kemudian... BYURRR... Iruka menceburkan diri ke sungai lalu muncul dan sambil tertawa.teman-temannya pun ikut tertawa atas tindakan konyol Iruka. Gya ha ha ha ha... ketika di rumah, Iruka hanya sendirian, duduk terdiam.
"Sejak orang tuaku meninggal... aku kehilangan orang yang memuji dan mengakui keberadaanku.aku kesepian.di kelas, aku juga sering berbuat konyol untuk menarik perhatian orang karena kupikir dari pada tak ada yang memperhatikanku.jadi,lebih baik aku bersikap konyol.itu menyakitkan"
Kembali ke masa sekarang, berderai air mata Iruka sambil melindungi Naruto karena Naruto mirip sekali dengannya saat masih kecil.
"Memang begitu kan Naruto?kau pasti sangat menderita...maaf ya Naruto,kalau saja aku bisa lebih diandalkan, kau tak harus mengalami hal seperti ini"

Mizuki geram dengan Iruka. Naruto menatap tajam pada Iruka tak peduli perkataan Iruka, lalu Naruto bangkit dan lari. Srak drap... Iruka berteriak "NARUTOOOO"

Mizuki kemudian turun dari pohon dan membelakangi Iruka. Tep... fuh... Mizuki tertawa sinis
Mizuki:"Hu hu hu hu,sangat disayangkan, Naruto itu bukan orang yang mudah berubah hatinya.dia pasti berniat membalas dendam pada penduduk desa.kau lihat kau lihat matanya tadi kan?itu mata siluman rubah"

ZLEB... "Ugh" Iruka menarik shuriken yang menancap dipungungnya.darah mengucur dari punggung Iruka. serr... nafas Iruka tidak beraturan. hosh... hosh... hosh...
Iruka:"Naruto... bukan... orang seperti itu..."

Tampak Naruto yang geram sedang berlari.Syut... Mizuki melompat hendak mengejar Naruto.
Mizuki:"Yah!aku tak peduli tentang hal itu, dengan membunuh Naruto dan mendapatkan gulungan, itu sudah cukup.akan kubereskan kau setelah itu"

Iruka bangkit "Ugh...tak.. tak kan kubiarkan..."

Sementara itu disisi lain, shinobi yang mencari Naruto bertambah geram.
"Ternyata memang sebaiknya dulu dibunuh saja"
"Kalau memang mau dibunuh,harus sebelum kekuatan silumannya keluar"
"Dia sangat berbahaya.kalau kau menemukannya,bunuh saja"
"Yaa yaa yaa" jawab shinobi lainnya.

Scene berpindah ke rumah Hokage. tampak Hokage yang sedang memantrai bola kristal layaknya dukun yang sedang meramal.
Hokage:"Padahal sudah kutemukan di bola kristal... kenapa ini..."

Tampak Naruto sedang berlari di bola kristal.
Hokage:"Dasar Mizuki.dia membeberkan semuanya.sekarang emosi Naruto pasti tidak stabil melebihi biasanya..."
Hokage berfikir "Ada kemungkinan  kekuatan siluman itu bebas... selain itu dia juga memegang gulungan terlarang itu... kemungkinan dia bisa melepaskan segel siluman rubah berekor sembilan itu memang 1000:1.tapi kemungkinan itu tetap ada.pada saat itu..."

Belum sempat Hokage meneruskan prediksinya, scene berpindah ke hutan.tampak Iruka yang sedang mengejar Naruto.
Iruka:"Ketemu.Naruto"
Naruto terkejut karena terkejar oleh Iruka.sambil berlari dan melompat dari pohon ke pohon lain layaknya ninja, Iruka berkata kepada Naruto.
"Cepat!!!serahkan gulungan itu padaku.Mizuki mengincar gulungan itu"

SRET... Naruto berhenti sejenak dan melompat, memukul Iruka. BUUK "eh"
Iruka terlempar dan tersungkur ditanah. Srak srak srak bruk. Naruto pun mendekatinya.hosh hosh hosh. sruk bruk. Naruto kelelahan dan jatuh bersandar pada pohon.Iruka mencoba untuk bangkit.
Iruka:"Ke...kenapa...?kenapa...Naruto...?"

POF... tiba-tiba Iruka berubah menjadi Mizuki.ternyata Mizuki menyamar menjadi Iruka dengan Henge no jutsu.
"Kenapa kau tahu kalau aku bukan Iruka...?"

"He he he he" Naruto tertawa dan POF... Naruto berubah menjadi Iruka.sama halnya dengan Mizuki,Iruka menyamar dengan Henge no jutsu.
"Iruka itu aku..."

"Hm...begitu rupanya..." kata Mizuki.

Tak jauh dari tempat Mizuki dan Iruka, tampak Naruto yang sedang sembunyi dan mengawasi sambil memegang gulungan dibalik pohon.

Mizuki:"Fu fu fu fu... kau sampai mau menyamar seperti pembunuh orang tuamu.apa gunanya melindungi dia?"
Iruka:"Aku takkan menyerahkan gulungan itu pada orang berengsek sepertimu"
Mizuki:"Yang bodoh itu kau.Naruto dan aku itu sama"
Iruka:"...Sama?"
Mizuki:"Kalau menggunakan jurus dalam gulungan itu, aku bisa melakukan apapun. tidak mungkin siluman rubah tak memanfaatkan kekuatan itu. Naruto berbeda dari pikiranmu..."
Iruka:"Yaa!!!"

Naruto yang dari tadi bersembunyi dan mengawasi mereka menjadi terkejut dan geram.
"Cih... ternyata memang begitu! lihat saja...sebenarnya guru Iruka juga... tak mau mengakui keberadaanku"

Iruka:"Kalau memang dia siluman rubah. tapi, Naruto berbeda. Dia itu murid yang hebat. Aku mengakui keberadaanya. Orang yang selalu berjuang sekuat tenaga... Tapi, karena kecerobohannya, tak ada yang mau mengakuinya... Dia itu sudah merasakan kepedihan hati manusia... Saat ini dia bukan siluman rubah lagi. Dia adalah penduduk desa Konohakure... yang bernama NARUTO UZUMAKI"

Setelah mendengar semua perkataan Iruka, Naruto yang tadinya geram menjadi bahagia karena Iruka mengakui keberadaannya dan menangis teharu.

Mizuki menjadi geram dan mengambil shuriken dipunggungnya.
"Cih! dasar tak tahu terima kasih"

Serr serr "Ugh!!!" darah mengucur dari punggung Iruka. hosh hosh hosh

Mizuki:"Iruka... Awalnya aku mau membereskanmu nanti saja, tapi aku berubah pikiran..."

Wuuut... Mizuki memutar shurikennya dan bersiap menyerang Iruka. Huooo
"MATILAH KAU!!!"

Iruka duduk bersandar di pohon dan pasrah. Dalam pikirannya "Sampai disinikah...?"

BUUK... Naruto keluar dari persembunyiannya dan langsung menghajar Mizuki. Shuriken Mizuki terlepas dari tangannya akibat pukulan Naruto. Srak... Mizuki terlempar dan terjatuh. Iruka kaget melihat Naruto keluar dan menghajar Mizuki. "Naruto?"

Mizuki:"Ugh... berani juga kau..."

JRENG... tampak Naruto berdiri sambil memegang gulungan terlarang.
Naruto:"Jangan sentuh guru Iruka... atau kubunuh kau..."
Iruka:"Bo... bodoh! kenapa kau keluar? cepat lari!!!"
Mizuki:"Omong kosong! anak kecil sepertimu akan kubunuh hanya dengan satu pukulan"
Naruto:"Coba saja dasar sampah. Akan kubalas kau seribu kali lipat"

Syut... Naruto dengan wajah serius, membentuk segel dan bersiap mengeluarkan jurus.

"Kau juga, kalau memang bisa, ayo lakukan, dasar siluman!!!" teriak Mizuki.

JRENG!!! "Kage bunshin no jutsu!!!"

"Apa? apa ini?" Mizuki bingung tengok kanan kiri, banyak klon Naruto dimana-mana.
Bruk... Mizuki terjatuh.

"Kenapa? ayo, serang aku" kata klon Naruto yang berada diatas pohon.
"Kau akan membunuhku dengan sekali pukul kan? ayo" kata klon Naruto yang di dekat Mizuki.

Sementara itu, Iruka yang dari tadi duduk bersandar di pohon, terpukau melihat klon Naruto yang begitu banyak dan terlihat seperti tubuh asli. "Naruto... Kau..."

"Kalau begitu..." kata klon Naruto
"Aku yang mulai" lanjut klon Naruto yang lain.

Bak buk bak buk duagh huaa syuut hyaat brak buk

"GYAAAAA...!!!" teriak Mizuki

Iruka berkata dalam hati "Hm! Dia benar-benar membuat seribu klon. Selain itu... bukan yang berbentuk bayangan, tapi jurus ninja tingkat tinggi yang menghasilkan klon sebenarnya yang bernama 'Kage Bunshin'. Mungkin saja ... Dia bisa melampaui para Hokage sebelumnya..."

Tidak lama kemudian, Mizuki sudah terkapar di tanah dan tubuhnya babak belur akibat pukulan seribu klon Naruto.

"He he he he... Aku agak berlebihan, ya..." ucap Naruto.

Iruka masih duduk bersandar di pohon. Fuh... Iruka menghela nafas dan memanggil Naruto.
"Naruto coba sini sebentar... Ada yang mau kuserahkan padamu"

Scene berpindah ke tempat Hokage dimana para shinobi berkumpul. Mereka bercakap satu sama lain. Was wes wos

"Apa kau menemukan Naruto?"
"Ini gawat"
"Sial! Ini bisa berbahaya..."
"Mungkin saja dia sudah lari jauh"

Hokage datang dan menyela pembicaraan mereka.
"Sudah tak ada yang perlu dikhawatirkan"

"!?"

"Hokage" ucap salah satu shinobi yang baru menyadari kedatangan Hokage.
"Sebentar lagi mereka kembali..." ucap Hokage menenangkan para shinobi.

Kembali ke tempat Naruto dan Iruka. Tampak gelap, rupanya Naruto menutup matanya.
"Guru sudah belum?" ucap Naruto.
"Ya!buka matamu..." balas Iruka
Naruto perlahan membuka matanya dan melihat wajah Iruka yang tersenyum. Tampak pula Naruto yang memakai pelindung kepala Konohakure.
"Selamat atas kelulusanmu" ucap Iruka penuh gembira.
"Hari ini sebagai hadiah kelulusan, aku akan mentraktirmu" lanjut Iruka.

Naruto langsung melompat dan memeluk Iruka.
"Hua!!! sakit tahu..." teriak Iruka.
Dalam hatinya Iruka berkata "Naruto, mulai saat ini adalah bagian tersulit dari shinobi. Tadinya aku igin menceramahi dia seperti itu. Yah, ceramah itu kusimpan untuk di kedai ramen sajalah..."

Naruto chapter 1 end



0 Response to "Naruto chapter 1 bahasa Indonesia : Naruto Uzumaki"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks