Naruto chapter 3 bahasa Indonesia : Sasuke Uchiha

Naruto versi teks bahasa Indonesia chapter3

Sasuke kecil

Chapter sebelumnya, Naruto mengajari Konohamaru dan mengalahkan Ebis menggunakan 'Harem no Jutsu'. Gabungan antara 'Kage bunshin no jutsu' dan 'Oiroke no Jutsu'. Hokage tersenyum melihat Naruto dan Konohamaru dari bola kristal. Mari kita simak chapter selanjutnya.

Hari tengah menjelang siang. Sang mentari mulai beranjak tinggi.
"Huaaahhh...!!!" Naruto menguap
Dia baru bangun dari tidurnya. Sekotak susu sapi, sepotong roti, dan gelas telah tersaji di meja
"Nyam... Nyam... Nyam..." Naruto melahap roti sebagai sarapan walau hari sudah siang dengan masih memakai baju tidur.
"Gluk... gluk... gluk..." Naruto meminum susu. Setelah itu Naruto mandi dan berganti baju. Di depan cermin, naruto membetulkan letak googlenya dan melirik pelindung kepala ninja.

Scene berpindah di kelas Naruto. Tampak Naruto sudah memakai pelindung kepala ninja sambil tertawa "He he he he". Teman Naruto terkejut melihat Naruto berada di kelas.

"Lho? Naruto, kenapa kau ada disini? Hari ini pertemuan khusus orang yang lulus saja, lho!" tanya teman Naruto heran
"Kau itu tidak melihat pelindung kepala ini, ya?" jawab Naruto sambil menunjuk pelindung kepalanya.

"Tunggu, apa kau bisa membiarkan aku lewat?" ucap seorang murid perempuan.

Naruto gembira melihat perempuan tersebut dan hatinya berdegup kencang. Dalam hatinya berkata "Sa... Sakura!!"

Sakura Haruno, anak perempuan manis yang entah kenapa sangat menarik perhatian Naruto.

Deg... deg... deg... Degup jantung Naruto semakin kencang dan raut wajahnya malu-malu.
"Mu... mungkinkah dia mau duduk di sampingku...?" tanya Naruto dalam hatinya

Dengan wajah garang, Sakura menunjuk ke Naruto
"Naruto, minggir!!! aku mau duduk di kursi sebelahmu itu. Cepat minggir!!!"

SRET... Naruto menngok ke arah sebelahnya. Tampak murid laki-laki sedang duduk sambil merapatkan tangan di depan wajahnya.

ZYAT... Naruto sebal dengan laki-laki yang berada disebelahnya
"HAH!! Di... Dia orang terpopuler di kelas ini" ucap Naruto dalam hati

Sasuke Uchiha, orang sok keren yang paling Naruto benci.

Sret... Sasuke berbalik melirik ke arah Naruto.
"Mau apa?" tanya Sasuke
"Kau juga mau apa?" jawab Naruto ketus

BRUAGH... Sakura mendorong Naruto dan Naruto nyungsep.
"Sasuke!!! boleh aku duduk disebelahmu?" ucap Sakura

Set... set... Set... Sakura beringsut mendekati Sasuke. Naruto menjadi sebal. Sementara itu, murid yang lain sibuk sendiri-sendiri. Ada yang merasa terganggu karena Sakura mendekati Sasuke "Hei!!! mau apa sih perempuan itu?"

Ada yang sedang bercanda "Ha ha ha ha"

Ada yang sedang tidur, "Zzz zzz zzz"

Ada yang sedang bercerita dengan temannya "Begini cara membidiknya" "Makanya... yang seperti itu tergantung cuaca" "Ya!!! ya!!! ya!!!"

Dengan wajah malu-malu, dalam hati Sakura berkata
"Hari ini juga aku akan merebut Sasuke!!!"
"Akan kudapatkan ciuman pertamanya!!! Yeaah!!!" kata nurani Sakura

Naruto memandang Sakura dengan sebal
"Sakura begitu terpesonanya"

Naruto mendekati Sasuke dan memperhatikan Sasuke tepat depan wajah Sasuke
"Apa sih bagusnya orang ini? aku tak mengerti..." pikir Naruto

Sakura menjadi marah
"Naruto, kau jangan mendekati Sasuke!!!"

Naruto dan Sasuke saling beradu pandang
"Minggir!!! huh" ucap Naruto

"Sasuke, hajar saja orang itu...!!!" teriak perempuan dibelakang Sasuke
"Benar!!! benar!!!" teriak perempuan yang lain memberi semangat

"Eh... benarkah?" ucap laki-laki dibelakang Naruto yang tanpa sengaja menyenggol Naruto.
Duk... "Ah! maaf!!!" lanjutnya.

Sakura tercengang...

Cuuppp... Naruto dan Sasuke berciuman.

DUAAAAARRRR... Sakura tak menyangka mereka akan berciuman. Padahal Sasuke yang ingin berciuman dengan Sasuke. "Hooeakkk!!!" Naruto dan Sasuke mau muntah setelah berciuman. Sakura gemetar saking marahnya.
"Kau...Naruto!!! kubunuh kau!!!" ucap Sakura penuh amarah
"Gruooo... mulutku membusuuuuk!!!" teriak Naruto
"Eh? apa itu salahku?" kata murid yang tadi menyenggol Naruto.

Setelah berciuman, Naruto memegang lehernya dan dalam hatinya berkata
"Hah!!! aku merasakan aura pembunuh"

Naruto menengok ke belakang melihat Sakura dengan wajah garang.
"Naruto... kau..."

Naruto berusaha membela diri
"Nggak sengaja... itu tidak disengaja kok!!!"

"Menyebalkan!!!" lanjut Sakura sambil mengepalkan tangannya. KREK KREK

Naruto:"Eh???"


Tak lama kemudian, Naruto babak belur dihajar habis-habisan oleh Sakura. Iruka masuk ke kelas memberi beberapa pengumuman.
"Mulai hari ini kalian adalah salah satu ninja. Tetapi, kalian adalah Genin yang masih hijau. Bagian yang sulit dimulai dari sekarang. Lalu... mulai hari ini kalian akan menerima misi dari desa. Kali ini, kita akan membuat kelompok yang beranggotakan tiga orang. Setiap kelompok akan dibimbing oleh salah satu guru Jonin. Dalam menyelesaikan misi ini, kalian harus mengikuti petunjuk dari guru masing-masing"

*Genin: ninja tingkat bawah
*Jonin: ninja tingkat atas

Terbesit dalam pikiran Sasuke, Sakura, dan Naruto tentang pembagian kelompok
Sasuke:"Cih... satu kelompok tiga orang, ya. Menghalangi ruang gerakku saja..."
Sakura:"Harus satu kelompok dengan Sasuke!!!"
Naruto:"Pertama Sakura, lalu yang satunya siapa saja selain Sasuke"

"Agar kekuatan setiap kelompok seimbang, maka aku yang akan menentukan anggota kelompoknya" terang Iruka
"EEH!?" sahut murid-murid kaget

Iruka melihat daftar nama murid-muridnya. Dibacakan satu persatu nama-nama murid dalam setiap kelompok.
"Lalu berikutnya kelompok tujuh, Sakura Haruno, Naruto Uzumaki kemudian..."
Sakura kecewa, Naruto gembira
"Sasuke Uchiha" lanjut Iruka
Sakura gembira, Naruto kecewa

Naruto berdiri dari bangkunya dan menunjuk ke Sasuke
"Guru Iruka, kenapa ninja hebat seperti aku harus sekelompok dengan orang seperti da?" protes Naruto
"Nilai Sasuke yang tertinggi diantara 27 orang yang lulus. Naruto... nilaimu paling rendah. Dengar ya, agar kekuatan kelompok ini seimbang, harus diatur seperti ini" jelas Iruka
"Huh...!!! jangan menghalangi jalanku, bodoh" kata Sasuke merendahkan Naruto
"Hei!!! apa katamu?" ucap Naruto emosi
"Hentikan tingkahmu itu, Naruto!!!" Sakura melerai

BAK BUK BAK BUK "Huaaaa" teriak Naruto karena dipukuli Sakura
"Yah... sepertinya mereka akan baik-baik saja. Naruto juga" ucap Iruka dalam hati

"Baiklah semuanya, siang nanti kalian akan bertemu guru Jonin kalian. Sampai waktu itu, kalian bebas!!" tutup Iruka dalam pengumuman pembagian kelompok.

"Sasuke sialan!!!" teriak Naruto emosi
"Sampai Sakura juga" lanjutnya


Penulis : Admin

Scene berpindah, Naruto menggunakan waktu luangnya sebelum bertemu guru Jonin untuk makan.
"Sial!!! sial!!!" gerutu Naruto sambil menggigit roti
"Apa tidak ada hal yang menyenangkan... baiklah..." pikir Naruto

Sementara itu, Sasuke juga menggunakan waktu luang untuk makan. Sret... Naruto menyiapkan tali dan mengendap-endap dibelakang Sasuke.
"Saat Sasuke lengah hanya ketika dia sedang makan" kata Naruto dalam hatinya

Syuut.. sebuah tali menghampiri Sasuke dan menariknya.
"Huaaa" teriak Sasuke terkejut
"Kau... Naruto kan?" lanjut Sasuke
"Sial!!!diamlah...!!!" perintah Naruto
BAK BUK BRAK Naruto memukuli Sasuke

Siiing tampak hening suasana di tempat kejadian tadi. Lalu... tep... sebuah tangan meraih bingkai jendela. Syuut... itu adalah tangan Sasuke.
"Huh... dasar bodoh" ucap Sasuke

Scene beralih, tampak Sakura yang sedang duduk sendirian dan memikirkan sesuatu.
"Walaupun aku bermaksud memanfaatkan keseksianku, ukuran dada dan pantatku ini di bawah rata-rata. Yang diatas rata-rata hanyalah dahiku yang lebar ini. Bagaimana ya... susah juga kalau menyangkut dahi lebarku ini..."

Tiba-tiba pandangan Sakura berpindah ke arah pohon. Disana tampak Sasuke yang sedang bersandar.
"Eh? bohong!!!" pikir Sakura
"Sasuke melihat ke arahku dengan pandangan yang hangat seperti itu. Sepertinya dia bisa melihat isi hatiku..." ucapa Sakura dalam hatinya

Sakura pun mengkhayal, Sasuke mendekati Sakura dan berkata
"Kamu punya dahi lebar mempesona ya. Membuatku ingin mengecupnya"
"Memang itulah gunanya" jawab Sakura

"Haah!!! maunya begitu... tapi aku bukan anak kecil yang percaya dongeng lagi. Itu tak mungkn kan" kata Sakura kecewa

Sasuke beranjak dari sandaran di pohon dan mendekati Sakura
"Kamu punya dahi lebar yang mempesona" kata Sasuke

DEG... Lamunan Sakura buyar oleh kata-kata tadi.

"Membuatku ingin mengecupnya" lanjut Sasuke

Sakura tak percaya bahwa Sasuke akan mengatakan hal tersebut di nyata. Sakura hanya bengong. Namun, nurani Sakura gembira sekali "YEAHHH!!! dongeng terwujud!!!"

"Aku bercanda, kalau Naruto mungkin mengatakan hal seperti itu" terang Sasuke

Sakura menjadi kecewa setelah mendengar Sasuke berkata demikian. Sasuke lalu ikut duduk di samping Sakura.

"Sakura, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Apa pendapatmu tentang Naruto?" tanya Sasuke
"Dia selalu mengganggu kehidupan percintaanku. Dia senang melihatku berusaha mati-matian. Naruto tak mengerti apapun tentang diriku. Bisanya cuma mengganggu saja. Keinginanku hanyalah... agar Sasuke mau mengakui keberadaanku" jawab Sakura

Sasuke terkejut dan terngiang dalam pikirannya tentang kata-kata Sakura
"Hanya untuk Sasuke saja... mengakui keberadaanku"

"Aku... serius. Demi mendapat pengakuan itu, aku rela melakukan apa pun karena... aku suka Sasuke..." lanjut Sakura.

SET... Sakura memandang Sasuke dengan malu-malu. DEG... Sasuke kaget. Wajah Sakura perlahan mendekati Sasuke sambil menutup mata hendak mencium Sasuke. DEG... DEG... DEG... DEG... jantung Sasuke berdegup kencang dan keringat dingin pun keluar. Sasuke grogi. Bibir Sakura semakin dekat dengan bibir Sasuke.
"Alasan kenapa aku menyukai Sakura... Rasanya... aku benar-benar mengerti sekarang..." pikir Sasuke

Scene beralih ke tempat kejadian sebelumnya. SREK SRAK SREK SRAK tampak sebuah tangan sedang berusaha melepaskan ikatan tali. DOENGGG... ya itu adalah tanga Sasuke. Tampak Sasuke disolatip mulutnya dan tangannya diikat.
"Sialan!! Naruto sialan... Dia menggunakan 'Henge no jutsu' untuk menyamar menjadi aku... Mau apa dia sebenarnya?" gerutu Sasuke dalam hatinya.

Scene berpindah lagi ke tempat Sakura dan Sasuke palsu (Naruto). Tampak dua bibir berdekatan dan terus mendekat secara perlahan. Saat kedua bibir berjarak tinggal satu centi an, tiba-tiba perut Sasuke palsu (Naruto) berbunyi "GRUUURURURUUKK". Sasuke palsu (Naruto) gemetar sambil memegangi perutnya "Pe... perutku..."

Sasuke palsu (Naruto), beranjak dari tempat duduk dan berjalan
"Kenapa sakit perut di saat seperti ini?" gerutu Sasuke palsu (Naruto) dalam hatinya
"Ke... kenapa?" tanya Sakura heran
"A... aku segera kembali..." jawab Sasuke palsu (Naruto) dengan terbata
"...Dasar Sasuke, pemalu! apa dia sedang mempersiapkan hatinya ya?" pikir Sakura

Scene berpindah, tampak Naruto sedang boker gara-gara sakit perut.
"Gawat! hampir saja. Hampir saja aku kembali ke wujud semula gara-gara sakit perut" gerutu Naruto
"Selain itu, lagi-lagi aku dianggap pengganggu oleh Sakura... Aku berhasil mengetahui perasaan Sakura yang sesungguhnya, tapi... aku juga membuat Sasuke terlihat keren..." kata Naruto dalam hati

"Ng!? Tidak... tunggu dulu. Kalau aku memperlihatkan Sasuke itu orang yang berengsek... Ada juga cara seperti itu!" pikir Naruto
"Fu fu fu fu" Naruto tertawa dengan idenya untuk berubah menjadi Sasuke dan bersikap buruk pada Sakura agar Sakura benci kepada Sasuke.

Scene berpindah lagi ke taman, dimana Sakura menunggu Sasuke untuk berciuman. Sakura bahagia melihat Sasuke kembali. Kali ini adalah Sasuke asli bukan Sasuke 'henge no jutsu' Naruto.
"Ah!!! dasar Sasuke orang yang pemalu ya. Apa kau sudah siap? kalau aku sih sudah siap" kata Sakura
"Sebentar lagi waktunya masuk. Mana si Naruto?" tanya Sasuke
"Lagi-lagi mengubah pembicaraan. kalau Naruto sih biarkan saja. yang dia lakukan cuma bertengkar dengan Sasuke sih" ucap Sakura sebal

TEP TEP TEP SET, Sasuke berjalan mondar mandir di depan Sakura dan  menatap Sakura sambil mendengarkan apa yang dibicarakan Sakura.

"Pasti karena dia tak memiliki masa kecil yang normal. Dasar orang itu. Lihat saja, dia itu tak punya orang tua, kan? Selalu seenaknya sendiri. Kalau aku begitu, pasti sudah dimarahi orang tuaku"  kata Sakura

mendengar perkataan Sakura tentang kesendirian, Sasuke menjadi geram karena Sasuke pun hidup sendirian.

"Memang enak sih, kalau cuma sendirian. Lihat saja dia, tak ada orang tua yang mengomeli. Makanya, dimana saja dia sering berbuat onar" lanjut Sakura
"Kesepiannya itu... bukan karena tak ada orang tua yang memarahinya seperti pikiranmu" uca Sasuke
"Ke... kenapa tiba-tiba..." kata Sakura gagap
"Kamu... menyebalkan" kata Sasuke
SER... Batin Sakura tersentuh dan merasa bersalah telah menilai Naruto seperti itu.

Kembali ke Naruto yang sedang boker.
"Sial!!! akhirnya selesai juga. Sakura menungguku tidak ya?" ucap Naruto sambil mengelap pantatnya dengan tisu

DRAP DRAP DRAP
Naruto bergegas lari untuk menemui Sakura. Di tengah jalan, Naruto terkejut bertemu Sasuke yang telah berhasil lolos dari ikatan talinya.
"Aakh!!! ke... kenapa kau ada disini?" tanya Naruto heran
"Ninja itu juga punya jurus untuk melepaskan ikatan tali. Ingat itu, bodoh!" jawab Sasuke

Scene beralih ke Sakura yang berada di taman. Sakura terus kepikiran tentang kata-kata Sasuke.
"Menyebalkan ya... apa perasaan Naruto waktu itu juga begini ya..." gumam Sakura
"Mulai saat ini... mungkin aku akan bersikap lebih baik padanya..." kata Sakura

Scene berpindah ke rumah Naruto. Disana tampak Hokage dan seseorang yang ditunjuk Hokage untuk menjadi guru pembimbing Naruto.
"Jadi, ini rumah Naruto, ya..." ucap guru tersebut sambil memegang kotak susu milik Naruto
"Benar" jawab Hokage
"Susu ini sudah kadaluarsa beberapa waktu yang lalu..."  pikir guru tersebut
"Dia memang bodoh, tapi menempatkannya di bawah pengawasanmu, itu yang terbaik. Kau berpengalaman mengatasi anak seperti dia" kata Hokage
"Selain itu... Sasuke dari klan Uchiha yang terkenal itu juga ada dalam kelompokmu. Semoga beruntung" lajut Hokage
"Baik" jawab guru tersebut
"Sepertinya akan merepotkan" kata guru tersebut dalam hati


Naruto chapter 3 end

Bersamung ke Naruto chapter 4

Baca juga chapter 1 dan chapter 2



0 Response to "Naruto chapter 3 bahasa Indonesia : Sasuke Uchiha"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks