One Piece chapter 806 : Di benteng perut kanan

One Piece chapter 806 versi teks bahasa Indonesia

One Piece chapter 806 telah dirilis. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin mendowload. Dalam cerita sebelumnya (One Piece 805), Zoro diserang oleh suku Mink yang bernama Carrot. Dari serangan Carrot, mengandung listrik. Carrot berhenti menyerang setelah setelah datang lagi seorang wanita berwajah anjing dengan mengendarai seekor buaya. Setelah itu Carrot melompat sangat tinggi untuk memeriksa sesuatu yang terjadi di pedalaman Hutan Paus. Kemudian wanita bermuka anjing menyuruh Carrot bergegas kesana. Mereka pun pergi meninggalkan Zoro dkk. Di sisi lain, yaitu hutan Paus, terjadi pertempuran antara Luffy dengan suku Mink berwajah sapi. Keduanya saling membenturkan kepala. Suku Mink berwajah sapi yang satu ini juga bisa mengeluarkan sengatan listrik. Apakah semua suku Mink memang bisa mengeluarkan sengatan listrik? Seperti apa kelanjutan kisahnya, mari simak cerita One Piece di chapter 806.

Penulis artikel : versiteks.com

Cover One Piece chapter 806

Gambar cover One Piece chapter 806 adalah cerita kecil tentang laki-laki seharga 500 juta belly volume kedua yang berjudul Desa Fusha. Laki-laki yang dimaksud dalam cerita kecil ini adalah Monkey D. Luffy dan desa Fusha adalah desa dimana Luffy berasal. Tampak dalam cerita kecil ini yaitu Dadan, Dogura, Mayor, Makino dan lain-lain sedang merayakan pesta karena berita baru-baru ini yaitu harga buronan Luffy naik menjadi 500 juta. Dadan tampak bahagia dan sambil menggendong anak kecil. Mungkin Dadan rindu saat mengasuh Luffy saat masih kecil.

Di Zou, Gajah super besar itu lagi-lagi menyemburkan air dari belalainya, yang membuat air dalam jumlah besar terhempas ke seisi pulau.

"Hujan Vulkanik!!!"

"Apa!?"
"Gumpalan air!?"

Usopp dkk yang waktu itu masih berada di tengah reruntuhan kota kaget.
"Jumlahnya cukup untuk membanjiri seisi kota!! Kita harus pergi ke tempat yang lebih tinggi!!" ucap Robin.

Di waktu yang sama, di bagian kiri kaki gajah itu, seekor kucing sedang berusaha untuk mendaki ke atas. Kucing lukisan, Kinemon dan kanjuurou ternyata selamat dengan menaiki seekor kucing yang digambar oleh Kanjuurou. Dan tak hanya mereka berdua, monyet yang waktu itu pun ikut bersama mereka.

"Uwooo!! Kakinya bergetar!!!"
"Kalau seperti ini terus kita akan sampai saat matahari sudah benar-benar terbenam!! Kau bisa melakukannya, Nekozaemon!!"

"Aku bahkan tak yakin kalau kau bisa menyebut ini sebagai kucing..." ucap Kinemon.

Yah, seperti biasa gambar Kanjuurou begitu indah dan mempesona sampai-sampai terlihat seperti mahluk payah yang penuh penderitaan. Hanya orang-orang sekelas Robin yang bisa mengerti seni Kanjuurou...

"Tapi kucing itu binatang yang paling hebat kalau soal memanjat!" ucap Kanjuurou.
"Iya sih..."

Kemudian, semburan air itu sampai ke mereka. Gumpalan air dalam jumlah besar mengalir cepat dari atas kaki itu.

"Air!?"

"I-Itu hujan vulkanik khas negeri ini..." ucap si monyet.
"Ini buruk!! Nekozaemon tak akan bisa bertahan!!!"

"Ete!?"

"Gyaaaahh!!!"


Hutan Paus, di sisi Luffy, ia bertahan dari banjir itu karena menunggangi buaya Wanda..

"Wooaaah, air hujannya banyak sekali!!" ucap luffy.
"Yah, sebenarnya ini bukan air hujan sungguhan..." ucap Wanda.

"Eh?"

"Zunisha melakukan ini paling tidak dua kali sehari. Pada dasarnya, ini adalah air laut, yang kemudian akan mengalir melewati pipasaluran air di kota dan disaring untuk dipakai sebagai air keperluan sehari-hari..."

"Dengan ini kami juga bisa mendapat ikan!" ucap Carrot, "Mencari makan jadi bukan masalah.."

"Oh!"

"Hujan ini adalah berkah..."

"Hei Topi Jerami!!" Beppo memanggil sambil bergelantungan di pohon, "Aku tak bisa meninggalkan hutan, jadi maukah kau memberitahu kapten tentang lokasi kami?"

"Eh? Begitu ya? Baiklah!" ucap Luffy.

"Meski lahir di sini tetap saja Bepo itu bajak laut, dan untuk saat ini ia berada di bawah pengawasan Boss besar Nekomamushi.." ucap Carrot sambil menggigit kupung Luffy.

"Oh... Hei, jangan menggigitku!!"

Kembali ke Kota Crow, tempat Zoro dan yang lainnya, mereka akhirnya mengungsi ke atap gedung...

"Banjir!!!" teriak Usopp, yang mengusngi di menara yang paling tinggi.
"Hei, bukankah itu ikan hiu!? Kenapa bisa ada di sini!?"

"Bisakah kau turun dari sana? Di sini saja sudah cukup tinggi..."

"AIr laut? Mungkinkah gajah raksasa ini membasahi dirinya sendiri?" ucap Robin. "Dan kelihatanya kota dan hutan sudah terbiasa dengan ini..."

"Begitu ya, pantas airnya banyak sekali, kalau begitu ini sesuatu yang biasa terjadi..." ucap Law.

"Bagaimana bisa seseorang terbiasa dengan hujan gila seperti ini?" ucap Usopp. Ia masih saja ketakutan. "Bisakah kita cepat menemukan yang lain lalu pergi dari sini?" Usopp lalu melihat dengan kacamata teropongnya dan...

"Eh!?" Usopp melihat Luffy.

"Hei, aku melihat Luffy di kota!! Dan dia bersama wanita anjing mirip Nami dan si kelinci itu!! Kelihatannya dia jatuh ke perangkap musuh dan... Gyaaaaaaa!!!"

Usopp menjerit saat melihat Carrot menggigit telinga Luffy, mengira kalau Luffy akan dijadikan santapan oleh mereka.

"Ada apa, Usopp!?" teriak Franky.
"Dia memakannya!!!"

"Eeh!? Jadi mereka itu benar-benar kanibal!?"

Kembali ke sisi Luffy, ia sampai di kota, dan di sana tampak ada banyak sekali balok kayu berbentuk silang tempat penyiksaan...

"Airnya akan segera menghilang...."

Melihat kayu-kayu tempat penyiksaan itu, Wanda meneteskan air mata...
Teringat bagaimana teriakan orang-orang yang disayanginya saat disiksa habis-habisan oleh Jack..

"Harusnya ada di sini!!" ucap Jack sambil terus menyiksa.
"A-Aku tak tahu apa yang kau cari!! Gyaaaaah!!"

"Kalau begitu sepertinya aku harus menyapu habis seluruh negeri ini kalau kau tak mau menyerahkannya!!"

"Berapa kali harus kukatakan!? Aku tak tahu apa yang kau bicarakan!!"

Kenangan yang buruk, Wanda mengusap air matanya. Dan memang tak butuh lama, air yang semula tergenang kini telah terserap habis...

"Oh iya, kau bilang siapa tadi nama orang yang menyerang itu?"
"Jack... Tapi dia sudah tidak ada lagi, beritanya muncul di koran beberapa hari yang lalu." ucap Wanda. "Kelihatannya ia mencoba untuk menyerang empat kapal yang membawa Doflamingo, dan kudengar ia berhasil menenggelamkan dua kapal..."

"Eh!? Dia sempat menuju Dressrosa!?"

"Dia adalah pria yang cukup nekat untuk menyerang kapal yang ada Admiral serta mantan Fleet Admiral di dalamnya... Laporannya mengatakan kalau sudah tak ada lagi yang tersisa darinya, tapi kemungkinan dia masih hidup dan ada di suatu tempat... Kami tak akan pernah memaafkan Jack!!"

"Kita hampir sampai..." ucap Wanda.
"Duh, kabutnya makin tebal saja.. Kuharap Zoro dan yang lainnya memang ada di sini..."

"Harusnya begitu, aku sudah memberitahu mereka untuk bertemu lagi di benteng rahasia..."

"Shambles!!" Law kemudian menggunakan kemampuannya dan memindahkan Usopp dan yang lainnya langsung ke hadapan Luffy.

Bruakk!! Usopp dkk terjatuh di depan buaya yang dinaiki Luffy.

"Oh!! Kalian semua!!"

"Luffy!! Apa kau baik-baik saja!? Apa tangan dan kakimu masih tersambung ke badanmu!? Hei nona anjing!! Yang kau bawa itu kapten kami!! Berani-beraninya kau melakukan itu padanya, kalian akan berurusan denganku, dasar kanibal!!" teriak Usopp sambil bersembunyi di belakang tubuh Zoro.

"Tapi sebelum itu, sebaiknya cepat kembalikan teman-teman kami! Aku peringatkan, teman kami bisa menembakkan api kalau dia mau!!"

"Kau sudah salah menuduh kami.." ucap Wanda. "Tapi terserah, yang pasti kita sudah sampai..."

Kabutnya perlahan menipis, dan ternyata mereka telah sampai di depan sebuah gerbang besar dengan dua orang penjaga...

"Aku adalah penjaga gerbang benteng ini.."

"Wanda! Siapa yang kau ajak ini?"
"Para penyusup yang sebelumnya ada di Hutan Paus?"

"Mereka bukan orang yang berbahaya, dia hanya nyasar masuk ke hutan..." ucap Wanda. "Buka gerbangnya dan beritahu yang lain kalau kru Topi Jerami telah tiba!"

"Eh!!? Mereka..."

Di dalam benteng, tampak seekor Mink Domba raksasa sedang tertidur pulas. Saking pulasnya dengkuran Ingusnya sampai menciptakan gelembung seukuran tubuh manusia. Lalu di atas bulu-bulu tebalnya itu, seorang perempuan tertidur...

Kemudian...

"Namii!! Namii!!!" terdengar teriakan yang memanggil Nami. Perempuan yang tidur di atas bulu domba itu ternyata Nami dan yang memanggil adalah Chopper.

"Namii!!! Luffy dan yang lainnya akhirnya sampai!! Mereka sudah sampai di sini!! Nami!! Mereka datang dengan selamat!!" teriak Chopper sambil menangis terharu.

Nami pun terbangun, "Luffy sudah sampai!? Benarkah!? Chopper!!"
"Ya!! Mereka ada di pintu masuk!!!"

Saking senangnya Nami buru-buru bangun sampai tergelincir dari tubuh doma itu dan membuat si domba terbangun.

"Ah... Teman kalian sudah sampai ya, syukurlah..."

"A... Maaf..." ucap Chopper.

Gerbang dibuka dan tampak para warga yang sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan Luffy dan yang lainnya...

"Kita kedatangan tamu penting!!" teriak Wanda, "Bersiaplah untuk mengadakan pesta penyambutan!!"

"Garchu!!!" seru para Mink.

"Selamat datang kru Topi Jerami!!!"
"Garchu!!"

"Selamat datang!!!"
"Garchuuuu!!!"

"Eeeh!?" Usopp kaget.
"Hah? Apa ini? Aku suka suasana di sini!!" ucap Luffy.

"Bukankah ini berbeda dari bayanganku!?" ucap Usopp.
"Garchuuu!!!" teriak Luffy ikut-ikutan, "Entahlah artinya apa!!"

"Bukannya kalian membenci manusia?" tanya Zoro.
"Manusia? Mungkin yang tidak terlalu tahu tentang kalian akan takut, tapi... Dari apa yang kami lihat, kalian tak ada bedanya dengan Mink monyet yang bulunya sedikit... Jadi secara teknis kita tak ada bedanya, dan kalau kami membeci seseorang, itu karena perbuatan yang dilakukannya..." ucap Wanda.

"Bulu kami mungkin kebanggaan dan kecantikan kami, tapi aku tahu beberapa orang yang menyukai sedikit Mink seperti kalian..." ucap Wanda sambil menjilati pipi Luffy.

Yah, istilah "sedikit Mink" yang dimaksud itu ternyata mengacu pada manusia... Jadi secara teknis manusia juga mirip dengan Mink, mink kera yang bulunya lebih sedikit...

"Oh Lihat!! Itu Nami dan Chopper!!" teriak Usopp.
"Syukurlah mereka baik-baik saja!!"

"Gyaa!! Izinkan aku lewat dong!!" Nami berdesak-desakan di antara pada Mink.
"Baik, aku paham Garchuu!!"
"Ini kabar bagus, Garchuu!!"

"Mereka akrab sekali... Benar-benar berbeda dari bayanganku..." ucap Usopp.
"Luffy!!!"

"Ya!! Senang bertemu kalian!!" seru Luffy.
"Apa Sanji, Brook, dan Momo juga baik-baik saja!?"

Lalu tiba-tiba suasanya berubah menjadi suram...

Pelukan yang Chopper berikan untuk Usopp, Nami untuk Luffy, yang harusnya menjadi pelukan kebahagiaan karena sudah lama tak bertemu berubah menjadi kesedihan...

"Eh?"

Wanda memalingkan wajahnya, sementara Nami menangis sambil berkata, "Maafkan aku!! Sanji..."

Mengapa Nami meminta maaf kepada Luffy tentang Sanji? Apa yang sebenarnya terjadi dengan Sanji? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 807.


Chapter 806 END

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 806
Download One piece chapter 806


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 806 : Di benteng perut kanan"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks