One Piece - Adventure of Nebulandia part 5 special movie

One Piece special movie Adventure of Nebulandia versi teks bahasa Indonesia

Di atas kapal, Luffy duduk di ujung Sunny bersama dengan Foxy.
"Davy Back Fight... Padahal aku masih ingin bermain lagi..." ucap Luffy.

"Aku malah tak percaya bisa bertanding bersamamu lagi..." ucap Foxy.
"Sekarang tujuan kita sama jadi baguslah..."

"Sejak kalah melawanmu, sebenarnya kondisi kami buruk sekali..." ucap Foxy.

Ia ingat waktu berlabuh ke sebuah kota, semua penduduk menertawai bende bajak laut mereka, "Hahaha!!!"

Mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek, semuanya tertawa. Hamburg malah ikut-ikutan tertawa.

"Lambang bajak laut itu jadi simbol kekalahan..." ucap Foxy. "Tak peduli berapa kali pun kami memenangkan Davy Back Fight, julukan orang yang sudah dikalahkan oleh Topi Jerami tetap melekat pada kami..."

Lambang kekalahan

Penulis artikel : versiteks.com

"Namun, Komei tidak menertawakan kami... Tapi sekarang aku sadar, itu juga merupakan bagian dari rencananya... Hah, bercerita seperti ini... Tidak seperti diriku ya..."

"Ya memang tidak seperti dirimu..." ucap Luffy blak-blakan.

"Harusnya jangan bicara langsung begitu..."
"Tapi memang tidak seperti dirimu.." ucap Luffy.

"Tidak perlu bilang lagi...."

Mereka terus bercakap-cakap, dan Luffy mulai bercerita mengenai krunya.
"Zoro adalah kru pertamaku..."

"Kru pertamaku adalah Porche dan Hamburg..." ucap Foxy. "Tak peduli berapa banyak anggota yang pergi dan berdatangan melalui Davy Back Fight, mereka selalu bersamaku..."

Sejenak mereka berdua terdiam, kemudian Luffy berdiri, "Saat aku menjadi Raja Bajak Laut, tak akan ada seorang pun dari mereka yang kubiarkan tertinggal di belakang. Aku tak akan menjadi Raja Bajak Laut tanpa mereka, mereka adalah teman-temanku..."

"Fehfehfeh! Sebagai tanda pertemanan kita, aku akan memberimu ini!!" Foxy mengeluarkan sebuah mainan berbentuk wajahnya dari sakunya.

"Whoaaaahh!!!" mata Luffy bersinar, "Terima kasih!!"
"Aku juga akan memberi masing-masing dari krumu satu...."

Mainan berbentuk kepala Foxy itu bisa tertawa, meski kedengarannya agak aneh sih...

"Tidak mau..." ucap Franky.

"Ayolah, kenapa kalian tidak mau??" Luffy menghampiri teman-temannya dan meyakinkan supaya mereka juga memakainya. Mainan itu bisa ditempelkan di pakaian, Luffy saja sudah menempelkannya di penutup jaketnya.

"Sebagai manusia itu memalukan..." ucap Robin.
"Aku tidak usah saja..." ucap Nami.

"Aah, padahal ini keren..." ucap Luffy.

"Panas sekali!!" Kansho terharu, "Dua kelompok yang bertentangan menyatukan kekuatan untuk melawan musuh yang sama!! Senpai, ambilah satu..."

Kansho memiliki sekotak penuh mainan seperti itu.
"Tidak, aku benar-benar tidak menginginkannya..." ucap Usopp.

"Sebagai balasannya, makanlah..." Luffy memberi Foxy sepotong daging ukuran jumbo.
"Topi Jerami..."

"Ayo kumpulkan energi dan ciptakan kerusuhan!!"
"Yaah!!"

Luffy dan Foxy makan daging.

"Tunggu kami, pria kipas bulu!!!"

Di tempatnya, Komei dan Dojaku berjalan menuju ruang tahanan, petugas yang sedang berjaga pun memberi hormat pada mereka. Komei berkunjung untuk melihat Porche dan Hamburg...

Sampai sekarang pun, mereka masih murung gara-gara efek jamur waktu itu.

"Haruskah kita membiarkan mereka tetap seperti itu?" tanya Dojaku.
"Aku tidak tertarik dengan Bajak Laut Foxy, tapi tetap saja mereka bajak laut, kita tak boleh melepaskan mereka..."

"Kita akan mengeksekusi mereka bersama dengan para Topi Jerami!!"

Komei dan Dojaku kemudian mengunjungi kurungan tempat Zoro dan Sanji, dan mereka berdua pun masih terkena efek jamur itu.

"Padahal mereka adalah orang yang kekuatannya begitu terkenal, tapi saat ini kondisinya begitu menyedihkan..." ucap Komei. "Tak lama lagi, sisa-sisa kru kalian juga akan kujebloskan di sini, tunggu saja..."

Di sisi Chopper, ia masih mencari-cari jamur itu, namun sampai saat ini jamur semangatnya masih belum juga ketemu.

"Bukan yang ini, bukan yang ini juga..." Chopper mengecek beberapa jamur, "Yang ini juga bukan..."

"Yah, sepertinya kita harus lebih bersabar dalam mencarinya..." ucap Brook. Lalu ketika ia berjalan di sebelah Chopper, menginjak dahan pohon tempat Chopper berdiri...

Jblarrr!!! Sebuah jebakan besi tiba-tiba saja menjepit tempat itu, untungnya Brook dan Chopper cepat menghindar.

"Haah, rasanya jantungku seperti mau meledak..." ucap Brook, "Tapi aku tidak punya jantung sih, Yohohoho!!"

Brook dan Chopper menghindar dan malah mengenai tanaman khusus yang dapat mengeluarkan gas dari ujungnya, gas itu membuat mereka bersin-bersin...

"Hachuu!!"

"Ini gara-gara jamur ini..."
"Kita sebut saja ini jamur bersin..."

"Heii!! Apa kalian baik-baik saja!?" Kelompok Foxy mendekat.
"Jangan kemari!!"

Kelompok Foxy tetap masuk ke dalam gas itu, akhirnya mereka pun ikut bersin-bersin, "Haaaachuuu!!!"

Air liurnya sampai menyebar ke mana-mana.

"Sudah kubilang kan..."
"Jangan kemari...."

Beberapa saat kemudian, gas itu lenyap. Kelompok Foxy melihat ke arah jebakan besi yang hampir mengenai Brook dan Chopper tadi, "Besar sekali ya jebakan besinya..."

"Jangan bilang kalau kalian yang memasangnya..." ucap Brook kesal.
"Mana mungkin, lihat ini!!"

Di jebakan itu tertempel sebuah stiker yang tulisannya, "Made in Marine... Disetujui oleh Komei..."

"Ah, Komei itu orangnya mudah sekali dimengerti ya..."
"Brook..."

"Shhh, atmosfernya tiba-tiba saja berubah..." ucap Brook.

Brook dan Chopper merasakan sesuatu. Pulau itu ternyata tidaklah sepi, tampak beberapa Angkatan Laut diam-diam mengintai dari balik pepohonan.

"Aku bisa merasakannya dengan tulangku, kita dikepung..." ucap Brook. Kemudian tak lama setelahnya, Angkatan Laut mulai menyerang, mereka menembak!!

"Menunduk!!!" Brook tiarap.

Kembali ke Sunny, setelah perlayaran yang sepertinya tidak terlalu jauh, sebuah pulau terlihat.

"Apa yang itu pulaunya?"
"Tidak salah lagi, jarumnya mengarah ke sana..."

Dari pulau itu pun, ada seorang Angkatan Laut yang diam-diam mengawasi mereka menggunakan teropong. "Kapal bajak laut mendekat dari arah Barat... Dari lambangnya, tak salah lagi itu kapal Topi Jerami!!"

"Akhirnya mereka datang juga..." ucap Komei, yang menerima laporan itu lewat alat komunikasi. "Bersiaplah untuk menyergap mereka, siapkah formasi sayap bangau!!"

"Siap Pak!!"

Komei sudah menyiapkan formasi untuk mengepung kapal Luffy, bahkan sebelum mereka berlabuh ke pulau itu. Enam kapal perang Angkatan Laut sudah disiapkan untuk itu.

Tak butuh waktu lama, Sunny kini telah dikepung.

"Sudah kuduga, mereka menunggu kita..."
"Mereka mengepung dari samping, kalau tidak berada di depan kita tak bisa menggunakan Gaon Cannon.." ucap Franky.

"Aku sudah mencari informasi mendalam..." ucap Komei. "Mereka tidak punya persenjataan yang cukup di bagian samping..."

Kapal-kapal perang Angkatan Laut pun mulai menembak, sekaligus di waktu yang bersamaan.

"Gawat!! Mereka sudah menembak!!"
"Bagaimana kalau menggunakan Coup de Burst!?"
"Sudah terlambat!!"

Robin hendak menggunakan kekuatannya, namun Foxy menawarkan diri, "Serahkan saja padaku!!"

"Noro Noro Beam!!!" Foxy menembak ke dua arah, bola-bola meriam itu pun terkena beamnya dan melambat, "Lagi!! Jurus makin lambat lambat lambat!!!"

Foxy terus menembakan beamnya sampai-sampai bola-bola meriam itu diam dan melayang di udara.

"Whoah!! Bola meriamnya berhenti!!"
"Kereen!!" ucap Luffy.

"Sebenarnya tidak benar-benar berhenti, mereka hanya terlalu melambat saja..."
"Keren!!" ucap Luffy lagi.

"Berapa lama efeknya?" tanya Robin.
"30 detik tentu saja!!"

"30 detik lagi, hmm..." Usopp tidak begitu senang.
"Itu tidaklah hebat..." ucap Nami.

"Diaam!!!! Kalian tak tahu betapa sulitnya bagiku untuk menguasainya!! Kalian mau mendengar cerita itu?"

"Tidak sama sekali.." ucap Luffy.
"Cepat sekali.."

"Sudah hampir 30 detik..." ucap Robin.

"Oh iya, Franky!!!" Nami berteriak.
"Persiapan sudah oke, berpeganganlah yang erat!! Coup de Burst!!!"

Sunny pun melesat terbang jauh dan mendarat di perairan dekat pulau, sementara bola-bola meriam tadi setelah kembali seperti semula hasilnya malah mengenai kepala Angkatan Laut.

"Whoah!! Kapal Angkatan Lautnya..."

"Boss, kau hebat!!!" ucap Kansho.
"Enam kapal berhasil dirusak!! Lihat!? Itulah kekuatan pelambat lambat!!"

"Aku menyukainya!!" ucap Luffy.

"Tergantung bagaimana cara menggunakannya, kemampuan itu berguna juga.." ucap Robin.
"Yah, sayang sekali yang memiliki kekuatan itu musuh kita.." ucap Nami.

Angkatan Laut laut pun melapor pada Komei, "Keenam kapal kita berhasil dirusak!! Topi Jerami berhasil melewati pasukan penyergap kita!! Dikonfirmasi tujuh orang dari kapal itu sudah berlabuh di pulau ini... Mereka mendaki perbukiran luar!!"

"Aku mendapat laporan kalau dua pengguna buah iblis tetap tinggal di Pulau Jamur.." ucap Dojaku.

"Baguslah, itulah tujuan memberi mereka informasi mengenai jamur semangat..." ucap Komei.

Di sisi Luffy dan yang lainnya, benar saja mereka sudah keluar dari Sunny, dan saat ini mereka menaiki sebuah perbukitan yang lumayan terjal. Luffy dan teman-temannya sudah jauh di depan sementara Foxy dan Kanshou tertinggal di belakang.

"Hei Foxy, cepatlah sedikit..."

"Aku ini manusia lambat lambat, aku tidak suka buru-buru.." ucap Foxy.

Pada akhirnya mereka sampai di puncak. Dari sana, mereka bisa melihat seisi pulau. Pulau yang penuh dengan bukit-bukit terjal, danau, dan sebuah gunung yang mengeluarkan uap...""

"Apa-apaan pulau ini?"

Robin bertanya pada Nami, "Oh iya, kau menyebutnya apa? Caldera? Ada gunung mirip gunung berapi di dekat danau itu..."

"Tapi dibanding uap lahar, yang keluar dari gunung itu sepertinya uap air..."

"Yang pasti ini adalah markas Angkatan Laut.." ucap Usopp. "Ada banyak bangunan mirip rumah di pebukitan batu itu..."

"Seolah-olah mereka mau bilang, Tak akan kubiarkan kalian lolos dari pulau ini!!" ucap Nami. "Mereka juga masih punya banyak lagi kapal perang..."

Dari dalam bukit-bukit batu itu, Angkatan Laut mengawasi Luffy.
"Ada beberapa manusia di atas perbukitan luar! Satu... Dua... Totalnya ada tujuh, tidak salah lagi mereka Bajak Laut Topi Jerami!!"

"Laporkan pada Vice Admiral!!"

Komei pun menerima laporan dari anak buahnya.
"Ya, segera jalankan rencana nomor dua..."

Suara Komei kemudian terdengar di seluruh penjuru pulau itu. Luffy dan yang lainnya seolah mendapat sambutan, "Selamat datang Kelompok Topi Jerami!! Aku adalah Penasehat Operasi Spesial Divisi Penelitian dan Pengembangan Strategi Angkatan Laut - Vice Admiral Komei!!"

"Kepanjangan..." ucap Usopp.
"Sembunyi di mana kau pria kipas bulu!?"

"Apa kalian pikir aku akan memberi tahu kalian dengan jujur? Yah, aku berada di salah satu menara batu itu, dan teman kalian juga ada di sini..."

"Cara dia menggunakan gema suara ini lumayan efektif, aku tak bisa mengetahui asalnya dari mana.." ucap Robin.

"Salah satu menara batu? Menara batu di pulau ini banyak sekali..." ucap Usopp.

"Apa kau pikir dia bicara jujur?"
"Kemungkinannya 50-50, bisa saja dia memberitahu yang sebenarnya..." ucap Franky.

"Jangan membuatnya rumit begini, targetmu adalah aku kan!!" jerit Luffy.

"Targetku kalian semua..." ucap Komei. "Lakukanlah yang terbaik dan temukan mereka, aku akan memberi kalian waktu sampai tengah hari besok. Kalau kalian bisa menyelamatkan mereka sebelum matahari sampai di horizon, kalian menang. Kalau tidak, kalian semua akan jatuh ke genggamanku... Hahaha!!"

Suara Komei pun menghilang...

"Dia bilang kita semua adalah targetnya..."
"Jelas sekali itu pancingan, pasti dia sudah menyiapkan jebakan..."

"Yaah..." ucap Usopp, lalu, "Uukh, penyakit kronisku tiba-tiba saja...."
"Sudah cukup!!" Luffy dkk sudah hafal kalau itu bohongan.

"Ah, baik..."

"Jadi kita tetap akan pergi, kan?" tanya Nami.
"Ya!! Ayo!!" ucap Luffy, "Aku tak peduli meski Angkatan Laut akan mengejarkita semua, aku tetap akan menyelamatkan teman-temanku apa pun yang terjadi!!"

Bersambung ke One Piece - Adventure of Nebulandia part 6

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.



0 Response to "One Piece - Adventure of Nebulandia part 5 special movie"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks