Naruto side story - Jalan yang disinari oleh cahaya rembulan

Alur cerita Naruto terbaru versi teks bahasa Indonesia

Para fans Naruto, sedikitnya bisa terhibur dengan hadirnya Naruto side story atau cerita sampingan Naruto. Cerita kali ini tentang Mitsuki. Siapa itu Mitsuki? Bagi fans Naruto yang belum menonton Naruto the movie special Boruto, mungkin belum paham siapa itu Mitsuki. Dia adalah salah satu ninja dari desa Konohagakure yang termasuk dalam satu tim dengan Boruto Uzumaki (anak dari Naruto dan Hinata) dan Sarada Uchiha (anak dari Sasuke dan Sakura). Kelompok trio ninja ini dibawah asuhan Konohamaru sensei. Dalam akhir cerita Naruto the movie special Boruto, Mitsuki mengungkapkan bahwa dia adalah anak dari Orochimaru, sang sannin legendaris. Namun, dibilang anak pun tidak sepenuhnya benar atau lebih tepatnya manusia buatan hasil percobaan dari Orochimaru seperti Shin (silahkan baca lagi Naruto Gaiden agar lebih jelas mengenai Shin).

Yups, silahkan disimak cerita lengkap Naruto side story. Selamat membaca.

Cover Naruto side story

Penulis artikel : versiteks.com

Cerita dimulai dari gelapnya malam, yang hanya diterangi oleh bulan sabit putih. Ah, tentu saja tidak segelap itu. Di antara perbukitan, berdiri sebuah bangunan kokoh yang di dalamnya terdapat sebuah fasilitas laboratorium lengkap, tentunya dengan lampu-lampu yang meneranginya. Di sana, seorang anak terbangun.

Suara minuman yang dituangkan ke dalam cangkir yang ada di sebelah tempat tidurnya membuat mata anak itu makin terbuka. Terlebih, suara lelaki/perempuan yang menuangkannya, "Apa kau sudah bangun?"

Anak itu terbaring di tempat tidur dengan banyak sekali selang-selang infus: terpasang di sekujur tubuhnya.

"Cobalah obat yang baru saja kubuat ini, aku yakin setelahnya kau akan baik-baik saja." ucap Orochimaru. "Obatnya ada di cangkir ini, minumlah..."

Anak itu meminumnya, tapi ia malah batuk-batuk sampai menjatuhkan cangkirnya. Kelihatannya obat itu tidak enak.

Orochimaru memungut pecahan cangkir di lantai kemudian pergi meninggalkan ruangan itu. Tapi sebelumnya, ia berpesan pada Suigetsu (yang juga berada di ruangan itu), "Jika dia sudah sadar sepenuhnya, rawat dia dan antar ke ruanganku. Kuserahkan semuanya padamu.."

"Baik.."

Orochimaru pergi, sementara anak di atas tempat tidur itu hanya melihat dengan penuh tanda tanya. Ia bahkan menatap tangannya sendiri, seolah semuanya asing di hadapannya.

"Hei.." Suigetsu bertanya, "Apa kau baik-baik saja?"

Anak itu masih terdiam, terus menatap tubuhnya kemudian balik bertanya, "Siapa... Aku?"

Di ruangannya, Orochimaru sedang dihadap oleh seorang pria berjubah. Motif ular pada pematik yang ia gunakan untuk menyalakan rokoknya menjadi pertanda bahwa orang itu merupakan salah satu anak buah Orochimaru.

"Ini sudah kali keenam. Kuharap hasilnya lebih baik.." ucap Orochimaru.

Kondisi anak tadi sudah lumayan stabil. Setelah semua peralatan medis dalam tubuhnya dilepas, memakai pakaian, ia pun di antar oleh Suigetsu menuju ruangan Orochimaru. Sepanjang perjalanan, anak itu terus bertanya-tanya.

"Kenapa aku berada di tempat tidur?"
"Terkadang bisa melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan itu enak, kau tahu.." jawab Suigetsu.

"Eh?"

"Kau gagal menjalankan misi super rahasia bersama dua tahanan pria dan Tuan Orochimaru. Karena kau terluka, Tuan Orochimaru pun membawamu kembali ke persembunyiannya. Apa kau benar-benar tidak ingat?"

Suigetsu menoleh ke belakang dan tiba-tiba saja langsung menyerangnya. Suigetsu melesatkan kunai ke arah itu. Refleks, anak itu pun menghindar.

Tak hanya menghindar, anak itu juga membelit tangan kanan Suigetsu. Tangannya mampu memanjang dan mengingat bagai ular. Kunai di tangan Suigetsu terlepas, anak itu mengambil degan satunya, lalu balik melesatkannya ke kepala Suigetsu.

"Teknik yang bagus.." ucap Suigetsu, dan seketika anak itu pun menghentikan serangannya. Tangannya ia belitkan jauh ke leher Suigetsu, menjadikannya sebagai pelindung yang menahan tusukkan kunainya sendiri.

"Ukhh... Maaf, aku keluar kendali..." ucap anak itu.

"Tak apa, paling tidak tubuhmu mengingatnya dengan jelas." ucap Suigetsu. Ia sengaja menyerang untuk mengetes refleks anak itu. Dan hasilnya memuaskan. "Itulah bukti bahwa kau adalah ninja.." ucap Suigetsu lagi.

Suigetsu menggunakan kemampuan airnya untuk menyembuhkan luka di tangan anak itu. Dan seketika luka oleh kunai tadi sembuh.

"Kau ditangkap oleh musuh dan ingatanmu dihapus saat ditahan di kota..." jelas Suigetsu lagi. "Tapi menurutku, lebih baik ingatanku yang dihapus daripada nyawaku. Jadi anggap saja ini sebagai keberhasilan..."

Anak itu terdiam.

"Ah... Aku hanya ingin menghiburmu." ucap Suigetsu. "Karena jika talenta nijamu itu hilang, aku yakin Tuan Orochimaru pasti akan kecewa.."

"Orochi... Maru?"
"Hmmm... Kupikir sekarang pun dia sudah cukup kecewa sih.."

Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan tempat Orochimaru menunggu. Anak itu bertanya, dan Orochimaru mengonfirmasinya. "Benar, aku adalah Orochimaru..." ucapnya. "Dan aku adalah orangtuamu."

"Orangtuaku?"

"Benar... Karena itulah kau merupakan orang yang sangat spesial untukku. Itu juga alasan kenapa kami akan segera mengembalikan ingatanmu."

"Mengembalikan ingatanku? Bagaimana caranya?"

Orochimaru kemudian menekan sebuah tombol yang ada di meja khusus itu, kemudian proyeksi tiga dimensi seorang ninja bertopeng muncul.

"Pria ini adalah ninja yang memiliki kemampuan untuk mencuri ingatan orang lain, lalu menyimpannya sebagai miliknya. Dengan menanamkan ingatan asing pada korbannya, ia juga bisa mengatur mereka sesukanya. Dan tentu saja, dia juga memiliki kemampuan untuk mengembalikan ingatan yang telah dicurinya kepada pemilik aslinya.."

"Mitsuki, ingatanmu telah dicuri oleh orang ini." ucap Orochimaru. Yaps, Mitsuki adalah nama dari anak itu.

"Satu-satunya cara untuk mengembalikannya padamu adalah dengan menangkap orang ini, kemudian mengambil kembali ingatanmu darinya.."

"Kita sebut saja pria ini Log, dan nama kemampuan yang digunakannya adalah Keibiri no Jutsu." jelas Suigetsu.

"Sekali lagi, kita berdua akan pergi menemui orang ini.." ucap Orochimaru.

"Tunggu sebentar!" potong Mitsuki. "Pada misi sebelumnya, kenapa kau dan aku harus menemui pria ini?"

Orochimaru diam sejenak kemudian menjawab, "Alasannya tentu saja untuk mencuri semua informasi yang ia miliki. Jadi kita harus menangkapnya hidup-hidup, mengerti?"

"Informasi penting dari kita juga sudah dicuri, jadi kita akan membalasnya.." ucap Suigetsu.

Mitsuki masih bingung dengan semua ini. "Kau bilang namamu Orochimaru... Iya kan? Jika waktu itu kau bersamaku, bukankah itu berarti bisa jadi ingatanmu sudah diubah juga, kan? Dan aku masih bingung, kau itu orangtua yang mana? Ibu atau ayahku!?"

"Hal itu tidak penting..." ucap Orochimaru. "Kau tahu, aku ini adalah salah satu Legenda Sannin, aku bukanlah ninja sembarangan.."

"Lalu..." Mitsuki bertanya lagi, "Kenapa kau mengajak anak lemah sepertiku untuk ikut menjalankan misi penting ini?"

"Sepertinya kau sudah meremehkan kemampuanmu sendiri.." ucap Orochimaru. "Aku sudah mengatakannya tadi, kau itu spesial. Kau adalah anakku. Ingatanmu akan segera kembali. Kau adalah hartaku, anak yang menawan. Misi ini merupakan salah satu misi terpenting untuk kita, sebagai orangtua dan anak.."

"Tapi..." Mitsuki masih ragu.

"Kau itu masih anak-anak, kau harusnya mendengar ucapan orangtuamu." ucap Orochimaru. Mitsuki pun tak bisa membantah lagi.

"Aku hanya... Ingin tahu siapa aku sebenarnya, tidak lebih.." ucap Mitsuki.
"Makanya, selama kau bersamaku akan kuceritakan semuanya.." ucap Orochimaru.

Lereng bukit, karang tinggi yang dikelilingi air dan kekuatan misterius, ninja pencuri ingatan itu duduk sambil berkonsentrasi memegang pedang di depan sebuah gulungan.

Mendadak matanya terbuka, seolah sadar ada sesuatu yang mendekat.

Di luar, di pinggiran lereng, Mitsuki dan Orochimaru sudah sampai di tempat itu.

"Di sana, dia memasang penghalang..." ucap Orochimaru.
"Apa yang harus kita lakukan?"

"Kau hancurkan penghalang itu.." ucap Orochimaru.
"Eh?" Mitsuki kaget.

"Tentu saja, itulah kenapa aku membawamu saat itu. Hanya kaulah yang bisa menghancurkan penghalang itu."

"Aku punya... Kekuatan seperti itu?"

"Ya, kau hanya melupakannya." ucap Orochimaru. "Kau punya kekuatan yang spesial, aku akan mengajarimu bagaimana cara menggunakannya."

Ninja pencuri ingatan makin waspada. Pedang yang sebelumnya ia genggam telah ditarik, posisi bersiap. "Penghalangnya... Jadi mereka telah tiba ya..."

Seperti yang diajarkan Orochimaru, Mitsuki menggunakan kekuatannya. Telapak tangannya ia tempelkan pada tembok penghalang itu, dan seketika terbuka lubang di penghalang itu.

Mitsuki kaget dengan kemampuannya sendiri.
"Itulah kemampuanmu, sekarang kita maju!"

Mereka pun bergerak cepat, melompat-lompat tinggi ala ninja menunju puncak tempat musuh berada. Sampai, dan musuh sudah menunggu mereka.

"Jadi kau menyadari kedatangan kami ya, sudah kuduga.." ucap Orochimaru.
"Sebenarnya kalian tak perlu datang kemari, aku berencana untuk datang padamu sesegera mungkin... Untuk memperoleh kunci yang bisa membukanya..." ucap ninja itu.

"Kanashibari no Jutsu!!"

Ninja itu mengeluarkan jutsu pelumpuh, namun sepertinya hal itu tak berpengaruh pada Orochimaru.

"Kali ini aku pasti akan mengambilnya kembali, bersama dengan ingatan anak ini!" Orochimaru menarik pedangnya dan maju menyerang.

"Hah, sepertinya jurus pelumpuhku sudah tak berpengaruh lagi padamu.."

Musuh maju dengan pedangnya, keduanya bergerak dengan kecepatan yang sama-sama tinggi, menghantam pedang musuh dengan pedangnya.

"Cepat sekali..." pikir Mitsuki.

Tak hanya pedang, Orochimaru juga membelitnya dengan ular besar dari tangan kirinya. Namun saat hendak menggigit dan memasukkan racun ke bahu kirinya, taring ular Orochimaru tak cukup kuat.

"Kau punya baju zirah yang bagus.." ucap Orochimaru, "Tak kusangka taringku tak bisa menembusnya, apa kau melakukan penyempurnaan?"

"Tak ada yang kutakutkan jika aku bisa menahan racunmu.." ucap ninja itu.

Tak hanya menahan, ninja itu juga mampu menyerang dengan pakaian tempurnya itu. "Ninpo: Yoroi Gui!!"

Bagian hitam dari pakaian itu dengan cepat melapisi tubuh Orochimaru. "Saat itu aku membiarkanmu kabur dengan sangat mudah, tapi hari ini tidak lagi..."

"Mitsuki..." tubuh Orochimaru hampir terlapisi semuanya. "Kau punya..." Hanya matanya yang masih terbuka, "Kekuatan Sage... Selanjutnya kuserahkan... Pada..."

Namun Mitsuki benar-benar tak berkutik.

"Benar... Dialah yang sebenarnya kukhawatirkan." ucap ninja itu. "Saat itu aku benar-benar dibuat babak belur.."

Mitsuki tak tahu harus berbuat apa, dan ia bahkan tak bisa bergerak. Jutsu pelumpuh sebelumnya tak mampu menghentikan Orochimaru, namun tidak dengan Mitsuki.

"Heh... Jutsu pelumpuh tadi... Kau tak menghilangkannya? Sepertinya kau bahkan sudah lupa dengan kekuatanmu sendiri..."

Ninja itu berjalan perlahan mendekati Mitsuki, "Sayang sekali..."

Ia bersiap untuk menebaskan pedangnya...

"Tubuhku... Tak bisa bergerak..."

"Tanpa kekuatanmu itu, kau hanyalah bocah biasa!!!"

Batss!! Sebelum pedang itu menyentuh Mitsuki, tiba-tiba saja ia berhenti. Ninja itu tak bisa menggerakkan tubuhnya.

Orochimaru pun terlepas dari dekapan jutsu musuh. "Kau terlalu fokus dengan ular besar..." ucapnya. "Sampai-sampai ular kecil bisa menembus sela-sela zirahmu dan menyuntikkan racunnya..."

Tampak seekor ular kecil keluar dari celah di bagian mulut topeng yang musuh kenakan.

Mitsuki kaget, "S-Sejak kapa dia.."

"Dengan racun itu, saat ini kau tak akan bisa bergerak ataupun bicara." ucap Orochimaru. "Mitsuki, jadilah anak baik dan berjagalah di sini untuk sementara."

"Sekarang kau bisa bergerak, kan?"

"Kau mau ke mana?"
"Ada sesuatu yang harus kucari.."

Orochimaru masuk ke dalam bangunan musuh. "Setelah menemukannya, aku akan segera kembali. Dan satu lagi, kusarankan jangan dekat-dekat denganya, paham?"

Setelahnya Orochimaru pun meninggalkan mereka berdua.

"Haah..." tampak ninja itu berusaha sekuat tenaga untuk bicara. Dan meskipun rasanya begitu susah, ia terus mencoba, dan berhasil. "Racun.. yang begitu kuat..." ucapnya.

"Kau tak perlu cemas.." ucap ninja itu saat melihat ekspresi takut Mutsuki. "Bicara saja aku sudah kesusahan..."

"Hei..." ninja itu memanggil, "Bisa minta tolong lepaskan topengku sebentar?"

"Apa kau mencoba untuk menipuku!?" tanya Mitsuki.

"Tidak.. Jika kau melepaskannya, kau akan tahu kalau yang terjadi justru sebaliknya.." ucap ninja itu. "Biar kuberitahu satu hal, orang yang menipumu... Tak lain adalah Orochimaru."

"!?"

"Aku tahu dari mana asal kebingunanmu itu... Semuanya." ucap ninja itu lagi, sementara Mitsuki masih bertanya-tanya dan hatinya goyah. "Orochimaru tidak memberitahumu hal yang sebenarnya, kan? Kau hanya buang-buang waktu jika terus bersamanya..."

"Apa kau tahu..." ninja itu bertanya, "Siapa kau sebenarnya?"

"Aku... Aku anaknya Orochimaru..." jawab Mitsuki ragu.

"Sebelumnya, aku yakin aku sudah menghapus semua ingatanmu yang salah... Tapi, kali ini Orochimaru malah memanfaatkannya untuk melawanku ya?"

"!?"

"Nah, kemarilah, coba lepaskan topengku..." ucap ninja itu. "Aku ini sama sepertimu..."

Mitsuki makin bingung, hatinya makin goyah, dan akhirnya ia melakukannya. Mitsuki memanjangkan tangan kanannya, kemudian membuka topeng orang itu dan...

Di balik topeng itu, versi dewasa dari Mitsuki. Wajahnya sama.

"Aku juga Mitsuki.." ucapnya. "Aku diciptakan sebelum dirimu."

Mitsuki makin kaget, "Apa... Apa maksud semua ini!?"

"Singkatnya, kau dan aku adalah manusia sintetis yang diciptakan oleh Orochimaru. Wadah yang dibuat hanya untuk memenuhi keinginannya."

"Wadah ini dulunya disebut Tsuki, dan Mi berasal dari shio keenam yang berarti ular. Karena itulah, kita dinamai Mitsuki."

Mitsuki masih tak mengerti, "Manusia... Sintetis!?"

"Yang sedang dicari oleh Orochimaru di sini adalah embrio asal kita. Kita diciptakan dari budidaya embrio itu, makanya kau bisa menghilangkan pelindung dan masuk ke sini."

"Tadinya, aku berencana untuk mencuri embrio itu dari Orochimaru dan menghancurkannya selamanya. Namun untuk membuka gulungan tempat embrio itu berada, pertama-tama aku membutuhkan kunci yang dibawa oleh Orochimaru."

"Kenapa kau ingin menghancurkannya!?"

"Organisme yang diciptakan secara buatan bukanlah manusia! Ciptaannya itu hanyalah bentuk dari egoisme manusia. Tiruan bodoh dari para dewa yang memutar balikkan hukum alam. Wadah ini hanya proyek dari keserakahan Orochimaru. Tidak lebih dari itu. Sama sepertimu, aku diciptakan sebagai anaknya Orochimaru... Dan aku sangat berbakat. Tapi, aku berhasil kabur darinya. Karena itu, dia menjadikanmu sebagai penggantinya..."

"Orochimaru akan terus menciptakan makhluk seperti kita hanya demi dirinya sendiri. Sejak awal kita berdua tak seharusnya berada di dunia ini. Tapi sebelum itu..."

Mitsuki besar menoleh ke samping, ke arah Orochimaru yang telah keluar dari gedung itu sambil membawa gulungan yang sebelum Mitsuki besar lindungi.

"Terlepas dari proses kelahiran kalian, kalian sama saja dengan manusia pada umumnya. Kalian berdua adalah anak sempurna yang kusayangi dari lubuk hatiku yang paling dalam.." ucap Orochimaru.

"Kekuatan yang ada dalam diri kalian melebihi kekuatanku sendiri. Apa kalian tahu berapa lama aku menunggu sampai bisa mewujudkan ciptaanku? Apa salah seorang ninja sepertiku ingin punya anaknya sendiri? Dan sudah sepatutnya bukan, manusia memaafkan hal yang dilakukan atas dasar cinta... Iya, kan?"

"Itu cuma alasan untuk perilaku angkuhmu, kan!?" bentak Mitsuki besar, "Kau pikir kau bisa mengendalikan semua hal tanpa ada akibatnya!?"

"Aku tak pernah berniat untuk meniru dewa.. Aku cuma menuruti kehendak yang mereka berikan. Itu saja."

"Mitsuki!" Mitsuki besar berusaha untuk meyakinkan saudara kecilnya, "Kau masih anak-anak dan belum paham betul, tapi... Nanti kau pasti akan menyadari betapa sesat jalannya!! Kau harus menghentikan Orochimaru!! Aku adalah bentuk dewasamu, jadi kau pasti tak akan menyesalinya!!"

"Mitsuki.. Dia hanya mencoba untuk memanfaatkan kepolosanmu." ucap Orochimaru. "Aku punya embrio... Dan kuncinya ada di tanganku. Kemarilah, Mitsuki... Akan kubuatkan saudara yang lebih baik untuk kau ajak bermain."

"Hei Mitsuki!!"
"Kemarilah, Mitsuki..."

Dua orang dewasa itu sama-sama membujuk Mitsuki.. Mitsuki lama-lama jadi geram. Topeng yang berada di tangannya pun sampai pecah oleh cengkramannya.

"Bagi anak-anak sepertiku... Memilih ke mana aku harus pergi... DI antara kalian berdua... Tidak ada bedanya."

Mitsuki berubah. Aura ular menyelimuti tubuhnya. Tatapan mengerikan dari seorang anak yang diciptakan sempurna. Sage ular menyala...

"Orang dewasa seperti kalian tak bisa mengatur apa yang ingin kulakukan. Akulah yang memutuskan apa yang akan kulakukan!"

Di mode itu, Mitsuki memperoleh kecepatan yang luar biasa. Gulungan dan kunci di tangan Orochimaru secepat kilat dirampas olehnya, dan kemudian Mitsuki melesat jauh ke menuruni tempat itu.

"Akhirnya, dia bisa mengaktifkan Sage Mode..." ucap Orochimaru.
"Yah..."

Mitsuki besar menyalakan rokok.

Mode Sage Mitsuki tak bertahan lama, ia mendarat di tebing bawah dan kembali ke wujudnya semula. Bersiap untuk membuka gulungan itu dengan kuncinya.

Di atas, mereka berdua lumayan puas. Yah, semua misi ini ternyata memang cuma settingan yang diatur oleh Orochimaru dan anak buahnya, atau lebih tepatnya, anaknya.

"Kali ini..." Orochimaru bertanya, "Apa yang kau masukkan ke dalam gulungan itu?"
"Bisa dibilang foto sang matahari, tidak lebih dari itu.."

"Matahari ya..."

"Setelah enam kali percobaan, akhirnya ia bergerak sesuai keinginan kita. Daripada memilih di antara dua pilihan yang kita sediakan, dia memilih jalan ketiga atas keinginannya sendiri."

"Tapi... Akankah dia menuju jalan yang benar? Kuharap kita tak perlu melakukan percobaan ketujuh. Tidak baik juga kalau aku terus menerus menggunakan obat untuk menghapus ingatannya.." ucap Orochimaru.

Yah, jutsu ingatan itu juga tidak benar-benar ada. Mitsuki kecil kehilangan ingatannya setelah meminum obat yang diberikan oleh Orochimaru waktu itu.

"Manusia buatan memilih untuk mengasah jalannya sendiri... Anak itu benar-benar menjadi cahaya dalam kegelapan. "

"Kupikir kalian tak akan pernah menjadi cahaya." ucap Orochimaru. "Kau maupun anak itu, kalian berdua adalah anakku."

"Inilah hasil yang kau harapkan, bukan? Sampai-sampai melakukan semua aksi rumit ini.."

"Yah, tapi kau tahu, aku ragu anak itu akan menjadi cahaya atas kemauannya sendiri." ucap Mitsuki besar. "Tapi, jika dia bisa menemukan Matahari yang selalu berada di sampingnya, yang bisa menerangi jalannya, mungkin dia bisa menjadi Bulan yang menerangi kegelapan.."

Top Secret Mission Complete, Misi Super Rahasia Berhasil. Itulah kurang lebih judul dari lembaran kertas berisi foto Boruto yang berada di dalam gulungan itu. Mitsuki akhirnya sadar, aksinya tadi telah membuatnya lulus.

"Dia bukan lagi wadah retak yang terbuat dari tanah." ucap Orochimaru. "Tapi lebih, Bulan yang akan menerangi langit malam."

Apa yang akan dilakukan oleh Mitsuki selanjutnya? Kita nantikan cerita berikutnya.

Naruto side story END


My Partner Blog : Gemza, Versi teks, Mangaku
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang Naruto dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online Naruto side story


Baca juga chapter Naruto yang lain disini



0 Response to "Naruto side story - Jalan yang disinari oleh cahaya rembulan"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks