One Piece chapter 823 - Pergerakan dunia

Alur cerita One Piece chapter 823 versi teks bahasa Indonesia

Gambar cover One Piece chapter 823 adalah kelanjutan cerita kecil tentang laki-laki seharga 500 juta belly volume lima belas dengan judul ''Still hasn't returned to the Boin archipelago''. Dari dek dunia, cerita kecil kali ini tentang Heracles yang akan pulang ke kepulauan Boin setelah mengantarkan Usopp ke kepulauan Shabondy. Tampak dalam gambar, Heracles sedang terbang menaiki seekor kumbang besar. Dari judul cover cerita kecil, Heracles belum kembali juga ke pulau Boin. Pulau Boin merupakan sebuah pulau hidup dan memangsa makhluk-makhluk yang berada di atasnya. Boin sebenarnya adalah sebuah tumbuhan raksasa. Usopp berlatih disini setelah diterbangkan oleh Kuma dari pulau Shabondy. Di pulau ini, Usopp berlatih dan belajar pada Heracles. Walau pulau Boin adalah pulau berbahaya, namun Heracles dapat bertahan hidup. Oleh karena itu Usopp meminta diajarkan oleh Heracles.

Usopp mendarat di pulau Boin karena mencium aroma buah-buahan yang mengoda selera. Setibanya disana, Usopp memakan buah-buahan banyak sehingga menjadi gemuk. Ketika Usopp melihat koran tentang perang besar Marineford dan terdapat pula berita tentang Luffy sang kapten, Usopp berusaha keluar secepatnya dari pulau Boin untuk bertemu Luffy. Beberapa hari kemudian, Usopp menerima koran tentang berita terbaru dari Luffy dan disana terdapat pesan "3D 2Y" yang artinya bahwa pertemuan kru Mugiwara di pulau Shabondy bukan 3 hari melainkan 2 tahun lagi. Waktu 2 tahun tersebut Usopp gunakan untuk berlatih agar menjadi kuat dan tidak disebut dalam "Trio Lemah" bersama Nami dan Chopper. Disini Usopp mendapatkan senjata baru yaitu Pop Green. Pop Green merupakan biji asli yang berasal dari hutan Greenstone di pulau Boin. Biji ini memiliki kemampuan pertumbuhan yang instan dan sangat cepat serta mampu tumbuh menjadi tanaman utuh dalam hitungan detik. Pop Green memiliki kegunaan berbeda-beda seperti dapat meledak, menusuk lawan, gelombang kejut dan lain-lain. Dengan biji ini, Usopp menggunakannya dalam pertempuran.

Yups, silahkan disimak kelanjutan cerita petualangan Luffy dkk di One Piece chapter 823. Selamat membaca.

Cover one piece 823

Penulis artikel : versiteks.com


Di bawah kawalan angkatan laut, kapal delegeasi Alabasta berangkat menuju Pertemuan Reverie. "Hati-hati di jalan...!!"

Dua kapal itu sudah berlayar, dan jaraknya juga sudah lumayan jauh dari pelabuhan, tapi para warga Alabasta tetap saja berkumpul di pinggir pantai, berteriak-teriak sambil mengibarkan bendera untuk mengantar kepergian mereka, "Hidup Raja...!!"

"Vivi-sama...!!"

"Vivi-chan kelihatannya sedang senang.." ucap si pak tua Toto.
"Kurasa semangat bajak lautnya telah bangkit kembali.." ucap pria berkacamata di sebelahnya, Kohza.

Kapal Alabasta dikawal oleh kapal kapal angkatan laut dengan tulisan HINA terpampang jelas di layarnya, jadi sudah pasti kapal itu dikepalai oleh Hina. Dan memang benar, perempuan yang kini jabatannya telah meningkat menjadi rear admiral itu ada di sana.

"Di sini Hina, kami baru saja meninggalkan Alabasta.." lapor Hina lewat alat komunikasi. Jango dan pasukan angkatan laut lainnya yang berdiri di belakang tampak terpana sambil membawa karangan bunga.

"Kami akan menjaga baik-baik perjalanan Keluarga Nefertari menuju Mariejoa, lalu akan sampai kira-kira..."

"Vivi-sama...!!" tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kapal Kerajaan Alabasta.
Suasana di kapal tempat Vivi berada itu sedikit gaduh, "Vivi-sama!!"

Vivi, perempuan bangsawan itu berdiri di puncak tiang layar sambil menikmati angin yang berhembus sehingga membuat orang-orang di bawahnya panik, terutama Igaram.

"Aku suka udara laut biru ini..." ucap Vivi santai, sementara Igaram makin panik, "Kumohon turunlah, Vivi-sama...!!"

Kepanikan Igaram makin menjadi, "Bagaimana kalau monster burung datang dan menerbangkan Anda!? Bagaimana kalau ada penembak jitu!? Bagaimana kalau ada meteor yang lewat!?"

"Jangan terlalu khawatir, Vivi-sama kan pernah jadi bajak laut.." ucap Pell.
"Shtttt..!!!" interupsi Igaram sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibir.

Igaram kemudian berbisik, "Itu memang benar, tapi jangan lupa kalau kita sedang berada di dekat angkatan laut!!"

Raja Alabasta, Nefertari Cobra juga ada di kapal itu, namun kelihatannya kondisinya sedang tidak begitu baik. Ia bahkan harus duduk di kursi roda. "Uhk..."

"Jangan memaksakan diri ANda, yang mulia." ucap Chaka, "Kondisi Anda masih lemah.."

"Tidak, aku baik-baik saja..." ucap Raja Cobra.

Raja teringat dengan Nico Robin, "Semenjak aku bertemu Nico Robin, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin kusampaikan pada Pemerintah Dunia." ucapnya.

"Tentang Poneglyph ya..." ucap Chakka.
"Ya.." jawab raja. "Karena itulah aku harus hadir dalam pertemuan kali ini.."

"Kalau ada kesempatan," ucap Raja lagi, "Aku juga ingin tahu apa yang sudah Raja Keluarga Nefertari lakukan untuk dunia.."

Vivi kemudian melompat terjun dari atas layar, "Bahaya... Bahaya... Bahaya... Bahaya...!!!" teriak Igaram setengah mati meski pada akhirnya Vivi berhasil mendarat dengan selamat.

"T-Tuan Putri...!! Tolong hentikan aksi berbahaya Anda ini...!!" teriak Igaram lagi.

Vivi menghampiri ayahnya, "Bagaimana keadaanmu, Ayah?"
"Tidak bagus..." jawab raja. "Kalau saja kau bisa cepat cari suami yang baik, uhk uhk..."

"Haduh, tolong berhenti menggunakan kesehatanmu sebagai alasan untuk memaksaku menikah.." ucap Vivi.

"Tapi sudah ada banyak sekali pangeran yang ingin melamarmu manjadi istrinya..."
"Haha, sudah biarkan saja mereka..." ucap Vivi, tersenyum sambil memejamkan sebelah matanya.

Yang mulai bergerak bukan cuma Alabasta, kerajaan-kerajaan lain dari berbagai belahan dunia juga sudah bersiap.

Di East Blue, Logue Town, seorang raja dan ratunya tampak sedang berada di sebuah hotel mewah. "Selamat atas kenaikanmu menjadi raja, Yang Mulia. Hotel ini adalah hotel khusus keluarga kerajaan yang ingin menghadiri pertemuan dunia empat tahun sekali.. Kuharap tempatnya cocok untuk Anda.."

"Yah, memang tidak terlalu buruk kan sayang?" ucap sang ratu, Ratu Kerajaan Goa, Selly Blahnet.

"Tidak ada yang spesial, selain aku bisa melihat makam Roger dari ruangan ini.." ucap Raja, yang berdiri di depan jendela sambil melihat ke arah luar.

"K-Kalau begitu silakan nikmati waktu Anda... Raja Stelly.." ucap pelayan kamar.

Raja Stelly menjawab, "Ah... Cepat pergi sana, Bodoh.."

Hal ini merupakan sesuatu yang normal, sekali dalam empat tahun, diadakan pertemuan raja-raja, Reverie di Tanah Suci Mariejoa. Pada pertemuan ini, raja dari 50 kerajaan yang berbeda berkumpul dan membicarakan masalah yang sedang terjadi di seluruh dunia, dan menghasilkan sebuah guide line..

Akan tetapi...
Pertemuan terkenal juga karena hambatan yang sering membuatnya tak berjalan lancar...

West Blue, Negeri Bunga...
"Don Chinjao... Sai belum kembali juga!? Perang sudah berakhir...!!"
"Kurasa aku tak akan terlambat untuk Pertemuan Dunia, ada banyak komplain yang bisa disampaikan..." ucap pria bertato naga di kepala.

South Blue, Drum Kingdom...
"Mahahaha!!" Wapol si Raja negeri itu tertawa, "Negeri Sakura!? Dalton si bodoh itu!! Kali ini aku pasti akan menjatuhkannya!!"

Grand Line, Negeri Sakura...

"Apa!?" Dalton kaget.
"Buang jauh-jauh wajah kagetmu itu!!" ucap Doktor Kureha, "Aku akan menjadi doktermu untuk perjalanan ini. Sekarang kau senang kan!?"

Dressrosa, Negeri Hasrat dan Kasih Sayang...

"Apa aku boleh ikut!?"
"Tentu saja..."

"Terima kasih, Violet-san!!" ucap Rebecca.
"Aku bersemangat sekali ingin pergi ke sana!!" ucap Putri Mansherry.

Kerajaan Prodence...

Raja Elizabello II menghubungi Raja Riku, "Raja Riku!! Aku sudah menolak semua kapal perang yang hendak mengawalku!! Apa kau mau barengan pergi denganku? Menuju Tanah Suci!!"

"Hah, kenapa semua orang menganggap pertemuan ini seperti pergi perjalanan tamasya.." ucap Raja Riku.

"Yah, memangnya kenapa!? Hahaha!! Ini memang pesta kau tahu!!"

Red Line, Pulau Manusia Ikan...

"I-Ini sudah kejauhan, aku takut!!" ucap Putri Shirahoshi sambil memeluk ikan hiu raksasa, "Luffy sama sudah berjaj padaku, pada pertemuan kami selanjutnya dia akan membawaku ke hutan sungguhan yang ada di daratan..."

"Ya, Luffy kun bisa membawa Tuan Putri pergi jauh nanti, kali ini kita hanya akan pergi ke Mariejoa, lokasinya ada di atas kita..." ucap menteri kuda laut.

"Para pangeran dan Raja Neptune juga akan pergi ke sana.."

"Apa mungkin kita barkan saja Shirahoshi tetap tinggal di rumah?" saran Ryuboshi.
"Yah, semua yang kita butuhkan sudah cukup, tanda tangan dari orang-orang kita!!" ucap Manboshi.

"Tapi itu seolah membuat kesan kalau kita masih belum sepenuhnya mempercayai manusia.." ucap Raja Neptune. "Ini sulit..."

"Shirahoshi, apa yang sudah kita pelajari para bajak laut itu? Pertemuan ini merupakan pesan terakhir dari ibu kita.." ucap Fukaboshi. "Harapan terakhir. Ayo ikutlah bersama kami..."

Sementara itu di sisi Luffy dan yang lainnya...
Mereka bisa sampai di Thousand Sunny dengan selamat.

"Sedikit ke kanan..."
"Iya..."

Chopper menggerakkan kemudi dengan tatapan lesu, "Segini...?"
"Yah... Sedikit lagi..." ucap Nami, sama-sama dengan tatapan lesu.

"Hei kalian...!!" bentak Luffy, "Ayo tunjukkan semangat kalian!! Kalian benar-benar menyedihkan!!"

"Diam!!!" bentak Nami, "Ini semua gara-gara kau melompat begitu saja dari Zou tanpa bilang-bilang!! Semuanya masih syok, bodoh!!"

Arwah Brook sampai keluar dari tulangnya, dan Pekoms tergeletak di lantai..
"Terima kasih... Aku benar-benar bersyukur bisa tetap hidup... Tapi ingatlah...!!"

"Ah..." Nami melihat ke arah log, "Masih belum, sedikit ke kanan lagi..."

"Yosh!! Serahkan saja padaku!!!" seru gadis kelinci sambil melompat-lompat.
"Tuh!! Bersemangatlah seperti dia!!" ucap Luffy.

"Wow!! Kita benar-benar berada di laut!! Kapal berat ini benar-benar bisa mengapung di atas laut!!" ucap gadis kelinci itu, Carrot.

"Eeeh!?" Luffy baru sadar. "Kenapa kau bisa ada di sini...!?"

"Carrot!?"
"Carrot, apa yang kau lakukan di sini!?"

"Aku hanya mengikuti kalian, garchu...!!" ucap Carrot sambil melompat, memeluk dan menjilat pipi Luffy.

"Argh...!!"

"Nami!! Chopper!! Tuan Tengkorak!!" semuanya dijilat satu per satu, "Uuh, keras sekali..." ucap Carrot saat menjilat Brook.

"Aku sungguh minta maaf, tapi kita harus kembali!!" ucap Sicilian.
"Jangaaaaan...! Nanti Wanda menghukumku!!" ucap Carrot sambil merengek.

"Apa kau ingin menghalangi jalan penyelamat kita, Carrot!? Ini bukan perjalanan tamasya, kita akan menuju markas Yonkou!!"

Carrot bersujud, "Aku hanya ingin pergi melihat laut sungguhan sekali saja kumohon... Aku bersedia melakukan apa saja... Dan oh, aku sudah mempersiapkan bekal! Ada wortel, snack wortel, jus wortel..."

Semua makanan yang Carrot bawa bahan dasarnya wortel lol.

"Segitu saja memangnya cukup untuk berapa lama?" tanya Pekoms.
"Setengah hari kurasa... Kudengar laut itu luas.."

Alangkah terkejutnya Carrot saat ia diberi tahu kalau perjalanannya akan membutuhkan waktu jauh lebih lama dari itu. "Apa...!? Perlu berhari-hari!? Bahkan kalau memakai jalan pintas!? Lautan seluas itu ya!? Lautan benar-benar... Negeri yang luar biasa..." Carrot malah terharu.

"Sebenarnya lautan itu bukan negeri.." ucap Pekoms.
"Ini adalah kali pertama aku meninggalkan kampung halaman..."

"Yah, mau bagaimana lagi, dia sudah ada di sini.." ucap Luffy, sambil makan wortel yang dibawa Carrot. "Bisakah kau melindungi dirimu sendiri?"

"Yah, aku bisa melakukannya berkat.... KENAPA KAU MEMAKAN WORTELKU!!!??"

Mendadak Carrot melesat dan menggigit leher Luffy. "Ah leherku... Leherku...!!"

"Luffy, elus kepalanya!!!" teriak Nami.
Luffy pun mengelus kepala Carrot dan...

"Ehehehe..." mendadak gadis kelinci itu jinak.

"Uukh... Dia hampir... Membunuhku... Gigitannya kuat sekali..." ucap Luffy.
"Baiklah, kau boleh memakan wortelku.." ucap Carrot.

Chopper melongo, "Luffy dihajar habis..!!"

"Yah, paling tidak sekarang kita punya tambahan tenaga untuk membantu.." ucap Sicilian, yang saat ini berjaga di atas layar.

"Kau benar.." ucap Brook.

"Huh, aku lapar... ayo kita makan..." ucap Luffy, "Seseorang, buatkan aku sesuatu.."

"Duh, kalian ini memang tak bisa membantu sama sekali. Biar aku saja yang memasak." ucap Nami. "Kalian tetaplah berjaga."

"Hore!!"

"Tiap orang harganya 5000 Berry ya..."
"Tunggu!! Tunggu!! Tunggu!! Tunggu!!" Luffy dkk langsung protes.

"Itu sih hampir sejumlah semua uangku!!"
"Jadi mau bagaimana lagi?"

Di atas, Sicilian si Minks singa menerima sebuah surat kabar dari burung pengantar koran.

"Biar aku saja yang masak!!" ucap Luffy.
"Eeeh!?"

Sicilian membaca isi koran itu, "Besar sekali judulnya.."

"Negeri yang telah ada selama ratusan tahun, tersembunyi dalam kerahasiaan akhirnya ditemukan. Markas Pusat Pasukan Revolusi, Baltigo, telah hancur menjadi reruntuhan!!"

Baltigo telah hancur dan tampaknya telah terjadi pertempuran antara Dragon vs Kurohige. Siapakah yang memenangkan pertempuran tersebut? Dan dengan hancurnya Baltigo, apakah markas pusat pasukan revolusi akan pindah ke dunia baru? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 824.

Chapter 823 END

My Partner Blog : Gemza, Versi teks, Mangaku
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 823
Download One piece chapter 823


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 823 - Pergerakan dunia"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks