One Piece chapter 827 - Totland

Alur cerita One Piece chapter 827 versi teks bahasa Indonesia

Gambar cover One Piece chapter 827 adalah kelanjutan cerita kecil tentang laki-laki seharga 500 juta belly volume delapan belas dengan judul ''Kerajaaan Kamabaka - Tengah melakukan persiapan''. Dari dek dunia, cerita kecil kali ini tentang salah satu anggota tentara revolusioner bernama Ivankov. Sedikit berbeda dengan cover cerita lain, dimana biasanya sedang melihat poster buronan kru mugiwara. Ivankov dan para bidadari bencongnya justru sedang menyiapkan sesuatu, persiapan tentang apa itu?

Harusnya orang-orang di kerajaan Kamabaka sedang membaca koran dan melihat poster buronan Sanji. Mengingat dua tahun yang lalu, Sanji pernah berada di kerajaan Kamabaka setelah diterbangkan oleh Kuma. Di neraka ini, Sanji berlatih selama dua tahun.

Yups, silahkan disimak kelanjutan cerita petualangan Luffy dkk di One Piece chapter 827. Selamat membaca.

Cover one piece 827

Penulis artikel : versiteks.com

Thousand Sunny telah berlabuh dengan selamat di salah satu bagian dari Pulau kekuasaan Big Mom. Tapi sebelum Luffy dan yang lainnya bisa turun dari kapal, Pekoms terlebih dahulu harus berurusan dengan beberapa prajurit Big Mom.

Pakaian mereka menyesuaikan tema kue pulau itu, prajurit-prajurit pendek yang sebelumnya sempat terlihat di kapal tempat Sanji berada. Prajurit yang paling depan sudah bersiap dengan pulpen dan buku tulis saat berkata pada Pekoms, "Hmm hmm hmm, jadi begitu ya! Maafkan aku, kupikir kau itu musuh.."

"Jadi dengan kata lain.." ucap prajurit berhidung besar itu lagi, "kapal di belakangmu itu adalah hasil rampasanmu.. Ah! Apa jangan-jangan kau menyimpan sesuatu yang sangat manis di dalam sana?"

Pekoms pun menyilangkan kedua tangannya di depan dada, bicara dengan tampang yang meyakinkan, "Sebenarnya ini akan jadi kejutan spesial dariku untuk Mama.. Jadi kuharap kalian jangan melaporkan dulu kedatangan kapal ini."

"Ah, sungguh baik sekali!! Huehuehuehue..." prajurit-prajurit itu mau saja dibohongi. "Aku mengerti, Anda memang benar-benar perhatian, Pekoms-sama!!"

Pada akhirnya, kapal pun diizinkan berlabuh dan orang-orang di dalamnya memperoleh izin untuk masuk ke pulau. Luffy dan Chopper menjadi yang paling pertama dan paling bersemangat untuk memasuki pulau itu.

"Lihat, Chopper!!" seru Luffy saat melihat segala macam hal dari kue yang ditawarkan oleh tempat itu.

"Ada berbagai macam orang berkeliaran di tempat ini!! Dan lagi, dinding-dindingnya.. rumahnya.. Semua yang ada di sini terbuat dari coklat!! Kota Coklat!! Rasanya seperti aku mati dan masuk surga!!"

Tanpa ragu lagi Luffy dan Chopper langsung berlali untuk lihat-lihat lebih jauh.

"Air mancur coklat!! Bagaimana bilangnya ya kalau disingkat? CurKlat!?"
"Ada pemandian coklat panas juga!?"
"Pakaian coklat!?"

Sementara di kapal, tampak Nami sudah mengenakan sebuah pakaian khusus yang membuatnya terlihat makin cantik, jadi tak jauh beda dengan para penduduk pulau itu. Penyamaran yang menawan.

"Ini... Cantik sekali!" ucap Nami saat melihat pakaiannya.
"Nami, kau terlihat begitu mengagumkan!" ucap Carrot.

"Apa aku masih terlihat seperti bajak laut?" Nami menoleh ke belakang, bertanya pada Brook. Tapi, tak ada siapa-siapa di sana. "Brook?"

Ternyata Brook sudah merebahkan diri di lantai, mengintip Nami dari bawah.
"..."

"Perlu sekitar satu hari untuk bisa sampai ke Whola Cake Island.." ucap Pekoms.

Sementara Nami, tampak ia sudah selesai menghajar Brook sampai babak belur. "Aku sudah bersikap halus padamu, kau tahu.." ucapnya.

"Ayo jalan-jalan dan beli perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan!!"
"Yosh!!" Carrot tampak begitu bersemangat.

Kemudian saat melihat-lihat, Carrot menyadari sesuatu. "Hei Pekoms, aku baru sadar kalau para penduduk di sini terdiri dari berbagai macam ras... Bahkan ada Suki Minks juga!! Seperti negeri impian!!"

"Haha, memang itulah yang dimimpikan oleh Mama!" ucap Pekoms. "Sebuah negeri tempat semua ras dari seluruh dunia bisa hidup dengan harmoni, tanpa diskriminasi, prasangka buruk, atau membeda-bedakan.."

"Eh?"

"Benar-benar seluruh ras yang ada di dunia!!"

Di sana ada Suku Mink, putri duyung, bahkan Tontatta, dan masih banyak lagi.
"Anggap saja tempat ini sebagai salah satu negeri besar yang kuat.."

"Terdapat 34 titik pulau di sekeliling Whole Cake Island, dan tiap pulau ini dipimpin oleh seorang Kanselir. Kami semua menyebut pulau-pulau ini secara umum dengan istilah Totland!!"

Kanji untuk Totland bisa dibaca sebagai Negeri Sepuluh Ribu.

"Pulau ini sendiri dipimpin oleh Kanselir coklat. Nama tempat ini yaitu Chocolatown, atau bisa juga disebut Cacao Island. Seperti yang bisa kalian lihat, seluruh kota terbuat dari coklat.."

"Aku suka coklat!!" ucap Carrot, "Boleh aku memakan coklat-coklat di sini!?"

"Di kota ini, kau diizinkan memakan sebanyak apa pun coklat yang kau mau. Tapi jangan sampai memakan coklat ubin yang digunakan sebagai atap! Memakannya adalah tindakan melawan hukum, karena itu dapat menyebabkan pengendapan secara berkala terjadi.." jelas Pekoms. Dan penjelasannya masih belum berakhir sampai situ.

"Jendela berada di bawah juridiksi Kanselir Permen, dan pilar-pilar Kanselir Biskuit. Benda-benda lain di kota ini yang bukan coklat adalah milik pribadi atau barang yang bisa dipakai oleh publik..."

"Kok ribet ya.." ucap Nami.

"Ini bukan liburan, jadi kembalilah ke sini secepat mungkin, Gao!!" ucap Pekoms. "Wajahku akan dikenali dengan sangat mudah jadi aku akan tetap tinggal di kapal, tapi aku sangat menyukai coklat juga!! Aku nitip oleh-oleh juga ya!!"

"Sip!!"

Pekoms lalu berteriak ke dalam kapal, "Hei Topi Jerami!! Jangan lama-lama, cepat ganti baju dan..."

"Kalau kau mencari Luffy, dia dan yang lainnya sudah pergi duluan..."
"Eeeeh!?" Pekoms syok. "Oi!! Mereka pikir apa yang akan terjadi kalau sampai ketahuan kalau... Aku membawa mereka ke sini!? Kalian semua harus bertindak dengan hati-hati!!"

"Jangan khawatir, menemukan mereka tak akan sulit..." ucap Nami sambil tersenyum. Dan tak lama kemudian, terdengar teriakan, "Penjahat!! Seseorang baru saja memakan sebuah kafe!!"

"Aaah... Itu dia.." ucap Nami.

"Jangan main-main!!!" teriak Pekoms.

Di kota, orang-orang berkumpul melihat bangunan yang telah lenyap dimakan orang. "Kalau cuma dinding, kita masih bisa memperbaikinya dengan menambahkan beberapa coklat.. Tapi ini, satu kafe dibuat hilang!! Apa benar kalian berdua yang melakukannya!?"

Luffy dan Chopper sampai mirip bola raksasa saking banyaknya makan kue.

Seorang pria gendut yang membawa pulpen dan buku catatan marah-marah pada mereka, "Marshmellow, almond, dan jelly beans!! Memakan property... Ini benar-benar tindak kejahatan besar!! Akan kutulis kalian berdua!! Ikut aku ke kantor!!"

"Tapi pak tua... Kami punya alasan kenapa memakannya..."
"Oh!? Alasan apa memangnya!?"

Dengan kompak Chopper dan Luffy menjawab, "Coklatnya terlalu enak untuk tidak dimakan!!"

"Dasar!!! Pokoknya kalian berdua harus ikut denganku ke kantor polisi!!!"

"Ini buruk!! Mereka akan ditangkap!!" ucap Pedro. Ia berdiri di kejauhan bersama Brook, dalam penyamaran, dan sudah bersiap untuk menarik pedangnya.

"Pedro-san, kekerasan bukanlah jawaban!!" ucap Brook.

Saat itulah, tiba-tiba seseorang datang dengan menaiki karpet terbang. "Tunggu dulu, tuan polisi coklat!!" ucap gadis di atas karpet itu.

Karpetnya bisa bicara, "Karpet.. Karpet.."

"Ah, pemilik property!!" polisi gendut langsung memberi hormat saat gadis pemilik kafe itu turun dari karpet terbangnya.

"Lihat apa yang sudah mereka lakukan pada kafe berharga milik Anda...!!"

Luffy kaget, "Ooh.. Aba idu garbet terbang??" sampai susah bicara lancar saking banyaknya makan.

"Gawat!!" ucap Brook. "Kondisinya jadi makin buruk, si pemilik kafe sudah datang!!"

Tapi kemudian, gadis pemilik kafe itu malah berteriak, "Kenapa kalian menyisakan banyak sekali!? Kalian sudah berjanji untuk memakan semuanya!!"

Seorang gadis, jelly bertopi di pundak, dan karpet terbang.
Pemilik Kafe Karamel, Nitro si Jelly, dan Labiyan si Karpet.

"Eh!?" polisi tadi kaget.

Luffy dan Chopper malah lebih kaget lagi. Luffy lantas berbisik ke Chopper, "Hei, apa kau kenal dia?"

"Tidak sama sekali... Dia siapa ya? Dan ngomong-ngomong, benda aneh apa itu yang ada di pundaknya?"

Gadis pemilik kafe mendekati sisa-sisa kafenya lalu mengambil sepotong, "Aku sangat bangga dengan bagian yang ini, di mana selai, coklat, dan biskuit saling menyatu... Kenapa kalian tak memakannya? Nih, makan..." gadi itu menjejalkannya ke mulut Luffy dan Chopper sambil tersenyum, "Enak bukan?"

"Eeenak... Sekaliiiii!!!" Luffy dan Chopper sampai terjungkal.

"Oh, sekarang aku mengerti!! Tolong maafkan aku!!" ucap pak polisi. "Jadi dua pria baik ini adalah petugas yang bertugas untuk menghabiskan kafe sebelum kadaluarsa ya.."

"Yap, akulah yang menyewa mereka.." ucap pemilik kafe. Luffy masih bingung.

Pak polisi kini bisa tersenyum lega. "Harusnya kalian mengerti, kalau sedang dalam tugas rekonstruksi, pasang dulu tanda supaya penduduk yang lain paham. Apalagi di dalam masih ada pelanggan... Baik, kalau begitu aku pamit."

"Iya, maaf ya sudah membuat keributan seperti ini, aku benar-benar minta maaf!!" ucap pemilik kafe ke para penduduk.

"Ah... Jadi bukan tindak kejahatan ya.." ucap para penduduk.

"Oh, ya, hampir lupa... Sebelum pergi," pak polisi kembali memberi hormat, "Selamat ya atas pernikahan Anda, Nona Pudding!!"

Yaps, pemilik kafe itu tak lain adalah Pudding, calon mempelai Sanji.

"Pesta perayaannya tidak lama lagi, jadi sebaiknya Anda beristirahat dulu dari tugas-tugas Anda di kafe. Kami semua mendoakan semuanya berjalan lancar dari hati kami yang paling dalam!!"

"Uh, kalian perhatian sekali..." Pudding tersipu.


Carrot dan Nami8 sudah sampai di tempat itu, sekarang mereka berdiri di sebelah Pedro dan Brook.

"Kelihatannya Tuan Luffy sudah ditolong.." ucap Carrot.
"Aku penasaran siapa ya gadis itu... Dia begitu pemaaf." ucap Nami.

"Sungguh sebuah keberuntungan.." ucap Pedro.
"Yohoho, ini merupakan bagian dari kemampuan Raja Bajak Laut masa depan!" ucap Brook.

"Hm?" tiba-tiba seorang Mink di kejauhan mengenali Pedro dan mendekatinya sambil berteriak, "Kapten Pedro!! Sudah lama sekali ya!! Kenapa Anda bisa ada di..."

"!!" Pedro langsung mencengkram mulut Mink itu kuat-kuat.

Pedro lalu berbisik, "Aku sedang liburan di sini... Kalau kau berbaik hati untuk tidak memberitahu yang lain soal kedatanganku, aku akan sangat berterima kasih.."

"T-Tentu, Pak, aku merasa terhormat bisa bertemu dengan Anda sekali lagi!!" ucap Mink itu.

"Kau kenal orang-orang di kota ini?" tanya Nami.
"Akan kujelaskan nanti.." ucap Pedro.

Setelahnya, Pudding membawa Luffy dan yang lainnya ke tempat yang lebih aman, dan di sana Luffy makan kue lagi.

"Ah... Jadi namamu Pudding, ya? Terima kasih banyak ya, kau benar-benar sudah menolong kami tadi!!" ucap Luffy.

"Ah, tidak, tidak perlu begitu, harusnya aku yang berterima kasih pada kalian!!"
"Eh? Kenapa?"

"I-Itu... Karena tadi kalian bilang kafeku... terlalu enak untuk tidak dimakan.. Kyaaaaa!!!" tiba-tiba Pudding malu sendiri sampai-sampai menuputi wajahnya yang memerah.

Pudding begitu pemalu.

"C-Coklat... yang digunakan untuk membuat tempat itu, kubuat dari resep yang baru-baru ini kubuat dari bahan-bahan sisa. Bagaimana rasanya saat meleleh di mulut kalian?" Pudding bicara masih sambil menutupi wajah malunya.

"Aku menambahkan gula bit murni dan susu ke adonan coklat dan meremas untuk mencampurkannya dalam suhu 29 derajat celcius selama tiga hari tiga malam berturut-turut!! Saat mendengar kalian betapa enak rasanya, aku sampai ingin menangis bahagia!!"

"D... Dia memiliki jiwa yangt begitu manis dan dermawan...!!" ucap Brook, terharu sampai meneteskan air mata.

"Jadi kau suka membuat coklat ya.." ucap Luffy.

"Sungguh sebuah kebetulan!! Aku suka makanan manis!! Seluruh kota ini dibuat dari coklat, seperti inilah bayanganku akan surga!!" ucap Chopper. "Oh, mejanya dari coklat juga..." Chopper memakan meja.

"Ufufu, senang mendengarnya.." ucap Pudding.

"Aku tidak bermaksud lancang, kami sangat berterima kasih atas kebaikanmu, tapi kami tak bisa berlama-lama di sini, ada urusan penting yang harus kami lakukan.." ucap Nami.

"Wah, begitu ya? Kalau begitu... Bagaimana kalau secangkir teh saja? Untuk mencuci semua makanan manis yang ada di mulut kalian.. Oh iya, duh, di mana sopan-santunku, aku belum menanyakan nama kalian, ya?"

"Aku Luffy!! Aku akan menjadi Raja Ba..."
"Heiii!!!" Nami langsung menutup erat-erat mulut Luffy.

"Eh?" Pudding menoleh.

Di Whole Cake Island...

"Haaaa.... Hahahaha... Mamamamama...."
"Berapa hari lagi??"

"Sampai Pesta Teh..." bicara sambil bernyanyi-nyanyi, "Tinggal 3 hari lagi... Mama!!"
Bunga-bunga dan furniture di sebelah Big Mom bernyanyi-nyanyi.

"Begitu ya... Lalu bagaimana kabar Nak Germa?"
"Dia sudah sampai mama~~~"

Terdengar nyanyian yang begitu bergembira dan penuh kebahagiaan di sekitar Big Mom.

"Pernikahan!!"
"Pernikahan~~!! Pernikahan~~!!"

"Bagaimana dengan kue pernikahan yang berharga kita???"
"Kue pernikahan~~~ Kue pernikahan~~~!!"

"Desainnya~~~??"
"Sudah oke~~~"

"Biayanya~~~??"
"Jangan pelit-pelit~~~"

"Bahan-bahannya~~~??"
"Dipilih dengan baik~~ Rampas dan bunuh kalau perlu~~~"

Kondisi yang jauh berlawanan terlihat di luar pulau, tempat orang-orang Big Mom mencari bahan-bahan kue.

"Telur??"
"Siap.." lapor perempuan dengan pedang lewat denden mushi, setelah membunuh penjaga yang mencoba untuk melindungi telur-telur raksasa itu.

"Tepung??"
"Siap..." lapor pria bertopi yang tampaknya dari suku tangan panjang, setelah menghabisi semua orang yang mencoba untuk menghalanginya merampas tepung-tepung terbaik.

"Buah-buahan??"
"Siap.." lapor prajurit bertongkat yang menunggangi burung bangau, setelah membunuh semua penjaga yang mencoba untuk melindungi buah-buahan raksasa.

"Akankah rasanya lezat??"
"Serahkan pada kami!!!"

Sekelompok pria telah siap dengan pisau-pisau mereka.

Big Mom bernyanyi-nyanyi, "Ayo makan kue yang lezat~~~ Ini akan jadi pesta yang manis!! Pesta Teh dari Neraka!!"

"Akankah ada selai strawberry??"
"Atau akan dibuat dari darah seseorang??"

Big Mom menari-nari dan bernyanyi-nyanyi dengan kue-kue dan tumbuhan-tumbuhan hidup, pelangi serta matahari di sekitarnya.

"Pastikan saja kalian datang kalau kuundang~~~"
"Ini akan jadi hari yang manis dengan pengorbanan yang sempurna~~~"

"Untuk negeri... impian semua orang ini!!"
"Negeri yang penuh berbagai macam orang~~~"
"Dan namanya adalah.... Totland~~~"

"Ooh aku sudah tidak sabar~~~ Kudengar dia sudah sampai di sini~~~!!"
"Benar sekali, dia di sini~~"

"Hahahaha~~~~"
"Topi... Jerami~~~"

Tanah impian???? Pesta teh neraka akan dimulai. Big Mom mulai bergerak dan telah mengetahui kedatangan mereka. Apa yang akan dilakukan oleh Mugiwara? Apakah hanya membawa Sanji kembali ataukah bertempur melawan Big Mom? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 828.

Chapter 827 END

My Partner Blog : Gemza, Versi teks, Mangaku
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 827
Download One piece chapter 827


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 827 - Totland"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks