Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

One Piece chapter 792 : Bersujud

One Piece chapter 792 versi teks bahasa Indonesia

One Piece chapter 792 telah dirilis. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin mendowload. Dalam cerita sebelumnya (One Piece 791), Doflamingo jatuh, terhempas oleh jurus Luffy Gomu Gomu no King Kong Gun. Para penduduk Dressrosa tercengang melihat pertarungan di udara penentu nasib Dressrosa. Batas penggunaan jurus Gear 4 berakhir, Luffy kelelahan setelah melakukan satu pukulan kepada Doflamingo. Luffy terjatuh. Law yang melihatnya, dengan cepat membentuk Room dan menukarkan Luffy dengan puing-puing. Luffy jatuh di bangunan tempat Rebecca, Viola dan Law berada. Gatz yang berlumuran darah, tersenyum bahagia menyaksikan dari kejauhan aksi satu ronde meng-K.O. Doflamingo dalam sekali pukul. Para penduduk Dressrosa penasaran apa yang terjadi selanjutnya dan meminta Gatz untuk memberitahu mereka. Para bidadari pendamping Gatz, melarang Gatz untuk berteriak karena luka akibat benang Doflamingo. Tapi, Gatz tak mengindahkan saran tersebut. Gatz mengambil mic dendenmushi dan menyuruh orang-orang untuk melihat ke atas yaitu langit Dressrosa. Sangkar burung telah hilang, itu artinya Doflamingo kali ini benar-benar kalah. Sementara itu Zorro, Franky, Bartolomeo dan yang lain pada chapter sebelumnya berusaha menghentikkan sangkar burung dengan cara mendorong, kini terjatuh sebab sangkarnya menghilang. Gatz mengumumkan pemenang pertarungan final di Dressrosa adalah Lucy. Seluruh penduduk Dressrosa sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Mari simak kelanjutan cerita One Piece di chapter 792


Penulis artikel : Admin

Gambar cover One Piece chapter 792 adalah tentang Leo yang sedang merayakan ulang tahun putri Mancherry dengan dihiasi kunang-kunang yang membentuk tulisan HAPPY BIRTHDAY.

Cover One Piece 792
Riuh meriah menyelimuti negri Dressrosa karena mendengar pengumuman dari Gatz bahwa pemenang pertarungan akhir adalah Lucy. Penduduk Dressrosa meneriakkan kegembiraan menyambut berakhirnya mimpi buruk panjang itu. Sabo membetulkan topinya sambil tersenyum dan melihat ke atas sangkar burung yang telah hilang. Itu artinya bahwa Luffy telah mengalahkan Doflamingo.

"Kau tidak membunuhku?" tanya Jesus Burgess

"Itu tidak perlu" jawab Sabo
"Sebenarnya semua sudah berakhir"

"Uuugh... Uhhh... Kau terlalu lunak seperti adikmu"

Sabo beranjak pergi hendak meninggalkan Burgess.

TRRR TRRR
Dendenmushi di saku Sabo berbunyi. Namun, Sabo tidak menjawab dendenmushi.

"Ingin tahu apa yang Ace katakan saat dia diserahkan kepada angkatan laut setelah dikalahkan kapten kami di pulau Banaro?" tanya Burgess

Sabo berbalik arah lagi dengan wajah serius. Sementara itu di pelabuhan dagang bawah tanah.

"Cepat!!! Kita berhasil. Angkatan laut datang"

"Jendral sudah kau hubungi?"

"Sedang kuhubungi"
"Tak ada jawaban"

"Dia hanya menjawab kalau sedang ingin"

Yang menghubungi dendenmushi Sabo adalah anak buahnya yang berada di pelabuhan dagang bawah tanah. Dendenmushi Sabo masih berdering tapi tidak dijawabnya karena sedang sibuk dengan Jesus Burgess. Kembali ke tempat Sabo dan Burgess.

"Wihahahahha... Aku yakin pasti kau akan tertawa kalau mendengarnya"
"Ketika dia tahu kalau dia akan dibunuh, dia bilang..."
"JANGAN BERI TAHU ADIKKU"

Raut wajah Sabo semakin geram mendengar ocehan Burgess.

"Dasar orang tolol. Tidak tahu kalau nyawanya bernilai tinggi" lanjut Burgess
"Kalau angkatan laut berhasil menangkap orang seperti tinju api Ace, sudah jelas mereka akan menyiarkannya seluruh dunia"
"Angkatan laut akan memanfaatkan nyawanya untuk..."

Grab
Sabo mencengkram kepala Burgess. Emosi Sabo sudah tidak terbendung lagi mendengar oecehan Burgess.

"Cukup... Diam"
"Setiap malam aku selalu memikirkan..."
"Tentang bagaimana yang dia rasakan menjelang kematian" teriak Sabo

"Ughah...!!!" erang Burgess kesakitan

"Kau tak perlu beri tahu, aku sudah mengerti semuanya"

"Ya... Marahlah..." batin Burgess
"Takkan kubiarkan kau lolos, buah mera-mera"

Burgess mempersiapkan belati di belakang tubuhnya untuk menusuk Sabo

"Aku yakin pasti kau menyesal"
"Meski dengan posisi dan kekuasaanmu"
"Kau tidak bisa menolong saudaramu. Kau tidak muncul di hari itu"
"Apa mungkin kau ketiduran?"

Sring...
Burgess mengayunkan belati untuk menusuk kepala Sabo.

"Penyesalan itu takkan terulang lagi" teriak Sabo
"Fire Gun!!!"

Blarrrr...
Keluar tembakan api dari tangan Sabo. Burgess terlempar dan terbakar.

"Gyahhhhh" teriak Burgess

"Aku tidak peduli. Tapi Ace bilang dia takkan mengampunimu"

Setelah membereskan Burgess, baru lah Sabo menjawab dendenmushi yang dari tadi berdering.

TRRRR CLAC
"Halo! Sabo-kun. Dimana kau? Barusan Burgess mengejar Luffy-kun" kata Koala lewat dendenmushi
"Tadi aku berusaha langsung menghubungimu tapi kau tak menjawab"

"Maaf, tadi aku sibuk" jawab Sabo

"Kau si..."

"Tenang, sudah beres. Daripada itu..."
"Koala, sudah kau temukan daftarnya?"

"Ya sudah"

"Kalau begitu hubungi kapal"

"Sudah"

"Kalau begitu berkumpul lah dengan Hack di bawah tanah"

"Aku sudah di bawah tanah bersama Hack dan yang lainnya, menunggumu"

Tiba-tiba...
TLAC TUUUT TUUUT
Dendenmushi terputus.

"Kenapa malah kau tutup, apa sih maumu?" Koala marah-marah dan menarik wajah anak buahnya

"Jangan lampiaskan kemarahanmu padaku, Koala-san" kata anak buahya

Di sisi lain, para angkatan laut bergegas menyisir setiap sudut negri Dressrosa untuk menangkap para eksekutif dan eksekutif tertinggi.

"Keluarga Donquixote..."
"Kedelapan orang dari..."
"Para eksekutif..."
"Dan ketiga eksekutif tertinggi, sudah ditemukan"
"Hati-hati"
"Hampir kesemuanya pengguna buah setan"
"Tangkap mereka..."
"Dengan menggunakan Kairoseki"
"Siap"


"Sudah kau hubungi markas?"

"Belum, karena  Isshou-san bilang mereka jangan dihubungi dulu"

Di sisi kota sebelah, pulau Applenine. Terlihat layar monitor yang disiarkan melalui proyektor dendenmushi.

"Berita dari Dressrosa"

"Apa?"

"Dari raja Doflamingo? seram"

"Dari Dressrosa... Bzzz"
"Kami siarkan ini ke 3 pulau tetangga"
"Bzzz... Saya wakil admiral dari markas pusat angkatan laut"

"Angkatan laut?"

"Bzzz... Namaku Maynard"

Terlihat reruntuhan di layar monitor.

"Reruntuhan apa itu?"

"Yang sedang kalian saksikan..."
"Adalah kondisi Dressrosa saat ini"

"Ehhh?"
"Apa yang terjadi?"

"Transmisinya harusnya bisa menjangkau ketiga pulau dengan radius sinyal sejauh jangkauan Dendenmushi"
"OK, akan kujelaskan insiden ini"

"Sesuai perinyah, bawa dendenmushi lainnya"
"Dan ikuti Isshou-san"

"Siap, Pak!"

Di sisi yang lain.

"Raja Riku!!!"

"Haah, ayolah kendalikan diri kalian"

"Kesalahpahaman memang sudah dibereskan. Tapi, aku tetap tak bisa kembali menjadi raja" kata raja Riku

"Tidak!!! Raja negeri ini cuma Anda seorang" teriak warga

"Kami sudah muak dengan seluruh pertikaian ini"

"Kalau semua orang di negeri ini juga berpikiran yang sama, bagaimana?"

"Tunggu!!! Pada dasarnya, ideologi keluarga Riku itu sangat rapuh dan rendah hati" kata raja Riku
"Aku pun sudah sadar akan hal itu"

"Kami tidak peduli dengan semua itu"

"Kami setuju Anda kembali menjadi raja yang tidak bertarung dan jika nantinya negeri hancur karena itu pun, kami tidak masalah" teriak rakyat Dressrosa

Seperti inilah sikap rakyat terhadap raja/penguasa suatu negeri yang disegani. Rakyat tidak akan rela kalau rajanya turun tahta. Pasti itu karena raja yang memimpin negeri tersebut telah memberi rasa aman, nyaman, tentram dan sejahtera terhadap rakyatnya.

"Kami tidak peduli bila kami miskin. Jadikan saja Dressrosa negeri yang damai"

"Raja Riku"

"Kami mohon, raja Riku!!!"

Raja Elizabelo tersenyum dan muncul diantara rakyat Dressrosa.

"Gahahaha, kau pantas mendapatkan jabatan itu kembali" kata raja Elizabelo

"Elizabelo" kata raja Riku

DRAP DRAP DRAP
Para pengawal kerajaan berlari menuju raja Riku untuk melapor.

"Raja Riku, Anda harus segera kembali ke istana. Dendenmushi tidak berhenti berdering karena panggilan dari berbagai negeri tetangga" ucapnya

"Wahahahha. Aku membiarkan raja kami tahu lebih dulu. Maksudku, raja Riku sudah kembali kan. Semuanya tentu berbahagia"

"The king of Prodence!!!" teriak rakyat Dressrosa

"Kau jadi sangat tua setelah 10 tahun ini"
"Demi menghindari perang, kau selalu menakuti orang-orang dari negeri lain. Lantas, dimana pria yang dulu ku kenal? Semuanya sedang menunggu"
"Kembali lah sang raja keajaiban, Riku Doldo!!!"

SRAK SREK SRAK
Terlihat kaki admiral Fujitora alias Isshou mendekati raja Riku.

"Aku telah keliru, wahai raja Riku" kata Fujitora
"Permasalahan menyangkut Doflamingo ini memintamu untuk bertanggung jawab karena selama ini telah mengetahui keberadaan mereka akan jadi masalah"

"Fujitora"

"Di bawah organisasi SHICHIBUKAI, bajak laut kejam ini diakui sebagai raja dari sebuah negeri dan yang memegang kendali atas wilayah ini tidak lain adalah pemerintah dunia"
"Wahai para penduduk kota"
"Serta para keluarga kerajaan"
"Bertindaklah sesuai hukum kalian"
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya"
"Maafkan segala tindakan saya selama ini"

"Eeeeehhhhh!!!" rakyat Dressrosa terkejut

Fujitora dan seluruh anak buahnya bersujud di hadapan raja Riku untuk meminta maaf.

Kemenangan semua dan wujud sebenarnya dari sebuah negeri besar, Dressrosa. Tumbangnya broker terbesar di dunia kegelapan, Donuixote Doflamingo. Serta bersujudnya Fujitora, sang admiral angkatan laut.

Seorang jurnalis tidak melepaskan begitu saja berita heboh hari ini.

"Cepat, jadikan artikel"
"Di Dressrosa ada kejadian buruk yang telah terjadi"

Detail dari insiden besar ini yang selama ini berada di dalam sangkar, akhirnya terlepas ke dunia luar.

"Aliansi bajak laut ini, telah mengalahkan Tenyasha Doflamingo" kata jurnalis sambil memegang poster Law dan Luffy

Seperti apa kisah One Piece berikutnya? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 793.

Chapter 792 END

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


baca online One piece chapter 792
download One piece chapter 792

 
Baca juga chapter One Piece yang lain disini

Post a Comment for "One Piece chapter 792 : Bersujud"