Naruto chapter 4 bahasa Indonesia : Kakashi Hatake

Kakashi Hatake

Naruto chapter 4 versi teks bahasa Indonesia


Kali ini admin menuliskan versi teks komik manga Naruto chapter 4. Cerita sebelumnya, pembagian kelompok untuk tim 7 telah ditetapkan oleh Iruka sensai. Anggota tim 7 adalah Naruto, Sasuke dan Sakura. Selagi menunggu waktu dengan kedatangan Jonin pembimbing mereka, Naruto menyekap Sasuke dan berubah menjadi Sasuke dengan Henge no jutsu untuk bertemu Sakura. Di saat Sasuke palsu (Naruto) dan Sakura akan berciuman, perut Naruto mendadak sakit perut dan pergi meninggalkan Sakura. Nah, mari kita simak cerita selanjutnya. Selamat membaca.

Tampak kepala Naruto menyembul dari kelas.

SREK SREK
Naruto menengok kanan-kiri ke arah koridor kelas. Sasuke duduk di kursi sambil menyangga dagunya dengan kedua tangannya diatas meja. sementara itu, Sakura menjadi sebal atas tingkah Naruto yang tidak bisa diam.

"Naruto, bisa diam tidak?" kata Sakura

Naruto menengok ke arah Sakura

"Kenapa hanya guru kelompok kita saja yang terlambat??"

Naruto menjadi sebal karena guru pembimbingnya belum datang
"Huh!!! Hmmm"
"Kelompok lain sudah pergi entah kemana bersama guru baru mereka"
"Guru Iruka juga sudah pulang"

Naruto melakukan sesuatu.

"Tunggu!!! apa yang kau lakukan Naruto?" teriak Sakura

Sasuke tidak berkomentar apa pun melihat tingkah Naruto.

Ternyata Naruto menaiki meja untuk memasang jebakan penghapus yang diselipkan diatas pintu. Jika pintu dibuka, maka penghapus itu akan jatuh.

SRET

"Hi hi hi" Naruto tertawa

HUP TEP
Naruto melompat turun dari meja.

"Itu hukuman untuk orang yang terlambat!!!" ucap Naruto

"Dasar!!!" kata Sakura
"Aku tak mau tahu ya!!!"

Nurani Sakura senang sekali atas ide Naruto memasang jebakan.
"Aku juga suka hal-hal seperti ini"

"Huh!!! Mana mungkin Jonin bisa termakan jebakan seperti itu" komentar Sasuke

Tak lama kemudian...

SYUUT
Sebuah tangan membuka pintu dan... GREK

Begitu pintu dibuka,

PLUK...
Sebuah penghapus jatuh dan mengenai kepala guru mereka yang baru datang. Naruto tertawa girang sambil menunjuk ke arah guru barunya.

"Gya ha ha ha ha!!! Kena!!! kena!!!!"

"Guru, maaf. Aku sudah berusaha mencegahnya tapi, Naruto..." kata Sakura dengan mimik menyesal.

Padahal nurani Sakura pun ikut senang jebakan Naruto sukses mengenai gurunya.
"OK!!! OK!!! Benar-benar oke"

Sementara itu, Sasuke cuma berkata dalam hatinya melihat kejadian itu
"Apa dia benar-benar Jonin? sepertinya tak bisa diandalkan..."

Guru baru mereka tidak marah walau dikerjai.
"Ng... bagaimana mengatakannya ya?"
"Kesan pertamaku terhadap kalian ituuu..."
"Aku tidak suka kalian!!!"

SYUUUNGG
Naruto, Sakura dan Sasuke jadi merasa tidak enak mendengar kata-kata guru barunya.

Scene berpindah di luar kelas.
"Baiklah... perkenalan dulu..." kata guru baru mereka

"...Apa yang harus dikatakan?" tanya Sakura

"Yah... tentang apa yang kau suka atau tak suka..." jawab guru mereka
"Cita-cita atau hobi... yah!!! yang seperti itulah" lanjutnya

"Hei!!! hei!!! sebelum itu guru, perkenalkan dirimu dulu, dong!" protes Naruto

"Benar juga... kelihatannya mencurigakan" timpal Sakura

"Ah... aku? Namaku Kakashi Hatake. Aku tak mau memberitahu kalian apa yang kusuka atau tak suka!!!" kata guru mereka, Kakashi
"Cita-citaku... dikatakan juga tak ada gunanya... yah!! hobiku macam-macam sih..." lanjutnya

"Hei... akhirnya yang kita tahu... cuma namanya saja kan?" kata Sakura pada Naruto

"Baik, berikutnya giliran kalian. Dari yang kanan..."

"Aku, ya!!! aku, ya!!! namaku Naruto Uzumaki. Yang kusuka itu ramen"
"Yang lebih kusukai adalah ramen yang ditraktir guru Iruka di kedai Ichiraku!!!"
"Yang tak kusuka dalah menunggu ramen instan matang selama 3 menit"
"Cita-citaku adalah"

"Dari tadi ngomong tentang ramen melulu..." kata Kakashi dalam hatinya

"Melampaui Hokage!!! setelah itu aku akan membuat semua penduduk desa mengakui keberadaanku!!!" kata Naruto mantap

Kakashi menjadi tertarik
"Dia... berkembang dengan menarik"

"Hobiku... kurasa berbuat jahil" lanjut Naruto

"Begitu ya... berikutnya"

"Namaku Sasuke Uchiha. Hal yang tak kusuka banyak. Tapi, yang kusukai tak ada yang khusus. Lalu... aku punya ambisi!!!"
"Kebangkitan klanku dan..."
"Membunuh seorang pria"

"Kereen.."

"Bukan aku kan...?"

"Ternyata benar..."
"Baiklah... yang terakhir, yang perempuan..."

"Aku Sakura Haruno. Hal yang kusukai ituuu... orang yang kusukai..."
"Apa kukatakan saja ya. Cita-citaku..."
"Kyaaa..."
"Yang tak kusukai itu Naruto!!!"

DOENGGG...
Naruto hatinya hancur mendengar kata-kata Sakura.

"Hobiku..."

"Anak gadis seumur dia... daripada jurus ninja, mereka lebih tertarik pada cinta"
"Baiklah"
"Cukup sampai disini perkenalannya"
"Mulai besok, kita melaksanakan misi"

SET DEG DEG
Naruto senang mendengar kata-kata Kakashi
"Baik!!! misi yang seperti apa?" tanya Naruto sambil hormat
"Misi!!! misi!!!"

"Pertama-tama, misi yang kita lakukan hanya berempat dulu"

"Apa? apa?"

"Latihan bertahan hidup" tegas Kakashi

"Latihan bertahan hidup?" tanya Naruto tidak paham

"Kenapa dalam misi ada latihan?" tanya Sakura
"Kalau latihan sih, sudah dilakukan di sekolah ninja"

"Lawannya adalah aku. Tapi ini bukan latihan biasa" jawab Kakashi

"?????" Mereka tidak paham apa maksudnya

"Lalu!!! lalu!!! latihan yang seperti apa?"

"Khu khu khu..."

"Tunggu! apanya yang lucu sih, guru?"

"Tidak ada sih... soalnya..."
"Kalau kukatakan yang satu ini, kalian pasti gemetar ketakutan"

"Gemetar ketakutan? ha?"

"Dari 27 orang yang lulus, yang akan diakui menjadi Genin hanyalah 7 orang. 18 orang sisanya akan dikirim kembali ke akademi"
"Latihan ini adalah ujian super sulit yang tingkat kegagalannya mencapai 66 persen!" terang Kakashi

Mendengar penjelasan Kakashi, ekspresi Naruto ketakutan, Sakura pesimis, Sasuke hanya diam dengan wajah serius.

"Hahahaha. Lihat! kalian gemetar, kan?" ejek Kakashi

WAAAA

"Itu tak mungkin!!!" teriak Naruto
"Kenapa harus seperti itu...? Jadi, untuk apa ada ujian kelulusan?"

"Ah!!! itu, ya... Itu cuma untuk menyaring orang-orang yang berbakat untuk menjadi genin"

"A... apaaa...!!!"

"Selain itu, besok kemampuan kalian akan dinilai dalam latihan"
"Bawa semua alat ninja kalian"
"Jangan sarapan... kalian pasti muntah!"

BRR BRRR BRRR
Naruto gemetar mendengar itu. Dalam hatinya berkata
"A... aku takkan menyerah karena hal ini!"
"Ka... kalau begini, aku harus mengalahkan guru Kakashi dengan memperlihatkan kemampuanku... Aku tak mau kalah!!! Aku tak mau kalah!!! aku serius!!!"

TEP TEP TEP SET
Kakashi berjalan ke arah mereka dan menyerahkan kertas kepada mereka.

"Hal selengkapnya tertulis di kertas ini. Besok jangan terlambat!"

"Muntah? apa seberat itu?" teriak Sakura histeris

DEG DEG
Sakura membaca tulisan di kertas itu
"Tapi, kalau aku gagal dalam ujian ini..."
"Aku akan terpisah dari Sasuke..."
"Ini adalah ujian cinta"

SET SREK
Sasuke meremas kertas tersebut.

Sementara itu Naruto,
DEG DEG
"Hmmm Hmmm"
"Terlalu banyak huruf kanjinya"

Penulis artikel : Admin


Waktu pun berlalu dan kini telah malam hari. Malam itu, Naruto dengan serius berlatih sambil membayangkan situasi dengan boneka Kakashi yang tak bergerak.

"Kalau dia dari sebelah sini, aku akan begini"
"Hyaaaa"
"Lalu aku memukulnya disini"
BUK
"Tapi, dia pasti menyerangku dengan kaki kanannya"
BAK
"Akan kutendang 'bolanya dia' "
BUK

Hari berikutnya.

"Hai, teman-teman, pagi!!!" sapa Kakashi

"TELAT!!!" jawab Naruto, Sasuke dan Sakura serentak

Mereka lalu berjalan ke sebuah lapangan.

TREK
Kakashi meletakkan sebuah alarm di atas potongan kayu.

"Baiklah! alarmnya sudah dipasang pada jam 12!" kata Kakashi

Naruto, Sasuke dan Sakura tak paham apa maksudnya. Kakashi menjelaskan kepada mereka apa misinya.

"Di sini ada dua lonceng..."
"Misimu adalah merebut lonceng ini dariku sebelum tengah hari"
"Orang yang tak bisa merebut lonceng ini sampai tengah hari, takkan dapat makan siang!"
"Selain aku akan mengikatmu di batang pohon itu, aku juga akan makan siang di depanmu"

ZYUNGGG GRURURURUK
Perut mereka mulai keroncongan.
"Jadi, ini alasannya..."
"Kenapa dia tak membolehkan kita sarapan"

CRING CRING
"Kau hanya perlu mengambil satu lonceng"
"Karena hanya ada dua... Jadi, pasti ada salah satu di antara kalian yang akan terikat di batang pohon itu"
"Jadi, orang yang tak bisa merebut lonceng ini gagal karena tak bisa menyelesaikan misinya"
"Dengan kata lain, di antara kalian akan ada yang dikirim kembali ke sekolah..."

GLEG
Peraturannya sungguh menakutkan.

"Kalian boleh menggunakan shuriken"
"Kalian takkan bisa merebutnya kalau kalian tak menyerang dengan niat membunuhku"

GYUT!!!
Kakashi menggenggam loncengnya.

"Tapi, itu kan berbahaya, guru" kata Sakura

"Benar, benar!!! padahal saking lambannya, penghapus papan tulis saja tak bisa kau hindari" timpal Naruto
"Kau benar-benar bisa terbunuh lho!!!"

"DI dunia nyata itu... orang yang paling rendah kemampuaanya, biasanya bicara paling keras" kata Kakashi
"Tenanglah. Yah... biarkan saja si bodoh itu, mulailah menurut aba-abaku!"

Karena dikatai 'Bodoh' Naruto menjadi jengkel.
URRRGGGHHHH
"Bodoh!!! bodoh!!! bodoh!!! bodoh!!! bodoh!!!"

SRET
Naruto mengambil kunai dari kantongnya.

WUUT WUUTTT
Naruto memutar kunainya.

WUUSH
Naruto bersiap melemparkan kunainya ke arah Kakashi.

"EH!?" Sakura kaget

Namun...

SET
Dengan cepat Kakashi sudah berada di belakang Naruto. Tangan kanan Kakashi memegang tangan Naruto.

SRET
Tangan kiri Kakashi memegang kepala Naruto dan mengarahkan kunai yang masih dipegang tangan Naruto ke kepala Naruto.

TEK
Naruto dan yang lainnya kaget melihat Kakashi berpindah dengan cepat.

"Tak usah  terburu-buru seperti itu" kata Kakashi
"Aku belum bilang mulai, kan?" lanjutnya

"Tak mungkin...!!! Aku tak melihat gerakannya" batin Sakura

"Inikah yang namanya Jonin..." pikir Sasuke merasa tertarik

"Tapi, akhirnya kau menyerangku dengan niat membunuhku juga, ya"
"Ternyata kemampuanku diakui juga"
"Fu fu fu... Sepertinya, aku mulai menyukai kalian..."
"Baiklah, kita mulai!!!"
"Siaaap..."
"MULAI!!!"

SYAAT SYAAT SYAAT
Kakashi dan yang lainnya mulai bergerak, berpencar.

Latihan bertahan hidup telah dimulai.
Kita nantikan kisah selanjutannya di Naruto chapter 5

Chapter 4/END

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang Naruto Gaiden dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.

Baca juga chapter Naruto yang lain disini




0 Response to "Naruto chapter 4 bahasa Indonesia : Kakashi Hatake"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks