Naruto Gaiden chapter 705 bahasa Indonesia : Masa depan

Naruto Gaiden 705
Naruto Gaiden chapter 705 versi teks bahasa Indonesia

Naruto gaiden chapter 705 kini telah dirilis. Hal yang ditunggu-tunggu oleh penggemar manga Naruto. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin download. Dalam cerita sebelumnya (Naruto chapter 704), Sarada akhirnya bertemu dengan ayahnya, Sasuke. Namun, pertemuan mereka tak seperti yang dibayangkan Sarada. Sasuke mengeluarkan pedangnya dan menghunuskan ke Sarada. Seperti apa cerita lengkapnya. Silahkan dibaca versi teks Naruto Gaiden chapter 705.

Ini adalah reui antara ayah dan putrinya. Tetapi...!!!?

Mata sharingan Sarada masih aktif. Air mata Sarada keluar karena ketakutan.

WUZZHHHH
Pedang Sasuke meluncur.

JREEBBBB
Pedang Sasuke menancap di tiang. Namun, tidak mengenai Sarada. Entah apakah Sasuke sengaja tidak mengenai Sarada karena hanya untuk menakuti saja? Yang jelas Sarada ketakutan dan berteriak "Kya!!!"

Dengan cepat tangan Sasuke melepaskan dari pedangnya dan meluncur ke araha wajah Sarada. Sarada ketakutan serta menutup matanya. Lalu, spontan ia berteriak "AYAH!!!"

Sasuke menghentikan tangannya.

"Kau..." kata Sasuke

Sarada masih saja ketakutan.

"Sarada... benar kan?"

"Iya" jawab Sarada

"Begitu..."

"Iya..."
"Aku bisa langsung tahu... bahwa kau adalah ayahku..."

Sarada membayangkan jika bertemu dengan ayahnya, ia langsung akan memeluk ayahnya. Tapi, tidak dilakukannya. Sasuke diam. Sarada menon-aktifkan sharingannya. Tak lama kemudian...

KRIETTT CKREK
Pintu dibuka, Naruto dan Chouchou muncul.

"Disini kau rupanya!" sahut Naruto

"Sarada, apa yang sudah kau pikirkan?" tanya Chouchou

"Maaf agak terlambat, Sasuke..."

"Naruto, apa maksud semua ini?"

"Uh, kenapa ya...?"

"Kenapa kau bawa anak-anak kemari?"

"Kami datang untuk menemuimu, ayah" jawab Sarada

"!?"

"Itu dia!!!" kata Chouchou
"Mungkin... laki-laki yang tampan ini... adalah ayah kandungku yang asli!!!" batin Chouchou

Dasar si Chouchou kepedean berpikir kalau Sasuke adalah ayahnya. LOL

"Aku tahu kalau Nanadaime akan menemuimu di sini. Jadi, diam-diam aku mengikutinya..." kata Sarada
"Karena ada yang ingin kutanyakan langsung darimu..."

"Apa itu?" tanya Sasuke

"...Umm... aku... uh... mamaku..." Sarada agak malu-malu untuk mengatakannya
"Apa dia benar-benar mama kandungku?"

Scene beralih ke desa Konoha. Tepatnya di tempat Shizune. Tampak Shizune sedang berdiri dan Sakura sudah siuman sedang duduk di kursi.

"Ya, dia membawa foto lama itu bersamanya... Mungkin dia benar-benar ingin menanyakannya kepada ayahnya soal itu" kata Shizune

"Astaga... putriku itu..." ucap Sakura

SET
Sakura berdiri.
"Jadi, dia pergi ke menara di atas tebing itu yah?"

"Ya, kalau memang yang di katakan Shikamaru benar..." jawab Shizune

"Huh!?"

Scene kembali ke menara tempat dimana Naruto dan yang lain berada. Naruto tidak mengerti apa maksud pertanyaan Sarada.

"Apa maksdumu?" tanya Chouchou

"Apa... terjadi... sesuatu... kau bilang" jawab Sarada

Sarada mulai kesal dan menggigit bibir bawahnya.

"Kenapa kau tak menemaninya?" teriak Sarada
"Apa bagimu lupa wajah putrinya sendiri adalah hal yang wajar?"

Kemarahan yang tak terelakan.

"Dan siapa perempuan di sebelahmu yang pakai kacamata ini?" lanjut Sarada sambil menunjukkan foto tim taka, Karin, Sasuke, Suigetsu dan Jugo.
"Kau pikir mamaku akan mau menceritakan ini padaku?"

Chouchou terkejut melihat foto itu. Sementara itu, Naruto cuma mengernyit tak berkomentar apapun. Sarada menumpahkan semua unek-uneknya.

"Mama tidak mau... dan kau tak pernah pulang"
"Bahkan aku ragu apa aku bisa mempercayai kalian berdua lagi"
"Dan juga masih ada banyak masalah lainnya"
"Hufff... hufff... hufff..."

Sarada mulai terengah-engah setelah mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Apa... apa sebenarnya yang sedang kau lakukan selama ini dan kemana saja kau pergi?"

Sarada terus mencerca Sasuke dan Sasuke tetap diam saja. Suasana hening sesaat dan Sasuke mulai angkat bicara.
"Itu tak ada hubungannya denganmu" jawab Sasuke

Sarada tak menyangka ayahnya akan berkata demikian. Ia semakin emosi dibuatnya. Sarada tak kuasa menahan emosinya hingga air matanya pun keluar.

"Sudah cukup" kata Sarada sambil berlari keluar dari menara

"Hey, Sarada" kata Naruto berusaha mencegahnya.

"Ah...! oh... Jadi, dia ayahnya Sarada... ya..." ucap Chouchou baru menyadari. Ya iyalah baru sadar soalnya dari tadi ia berpikir kalau Sasuke adalah ayah Chouchou. Dasar gendut kepedean. LOL

Naruto keluar dari menara dan melihat Sarada sedang duduk sambil menangis.

Apalah dayaku, karena aku hanyalah perempuan. Hanya menangis yang bisa aku lakukan. LOL

Naruto teringat kata-kata Sasuke dulu.
"Naruto, dengarkan aku.."

Scene beralih ke masa lalu

"Ingat ketika kita menyegel Kaguya bersama-sama..." ucap Sasuke
"Dan pembicaraan tentang membentuk pasukan Zetsu putih untuk berperang... Meskipun akhirnya tak harus sampai sejauh itu untuk mengalahkannya... Tapi, itu terus mengusik pikiranku selama ini. Jadi aku memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri tentang ini..."
"Yang kutemukan adalah, pasukan itu sudah dibentuk"
"Bahkan lebih awal dari yang kita duga..."

Sasuke ternyata bukan berbicara untuk Naruto saja. Melainkan disana terdapat kage yang lainnya. Tepatnya ini adalah pertemuan para kage.

"Apa maksudmu?" tanya Raikage

"Ini... Hanyalah sebuah hipotesis, Tapi..."
"Aku punya bukti yang mengarah pada hal itu... dan itu berarti..."
"Mungkin saja bahwa sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada Kaguya sudah muncul di area ini..."

"Jadi, masih ada musuh yang serupa dengan Kaguya?" tanya Sakura

"Paling tidak itu bukan hal yang mustahil"

"Bagaimana cara kita menjelaskan masalah semacam ini kepada orang-orang yang bahkan belum pulih sepenuhnya dari perang kemarin?" tanya Choujirou
"Dan dengan musuh sekuat itu pula..."

"Tapi, ini hanya hipotesis. Jadi, tidak perlu membuat orang-orang gelisah karena masalah ini"
"Untuk sementara kita rahasiakan saja masalah ini di antara kita berlima"

"Itu ide bagus" sahut Gaara

"Sasuke, aku ikut deh..." pinta Naruto

"Kau tinggallah dan lindungi desa ini, Hokage. Lagipula cuma aku yang bisa menelusuri jejak Kaguya dengan sharinganku"
"Kau urus saja tugasmu dan biar kuurus tugasku"
"Bakankah ini 'Kerja sama' yang kau inginkan?"
"Tolong rahasiakan pergeranku dari semua orang kecuali yang ada di sini. Jadikan ini sebagai misi sangat rahasia, jika kau ingin"
"Masa depan yang cerah memang selalu lebih baik... benar kan?"

Kembali ke masa sekarang. Naruto tak tega melihat Sarada yang sedih. Ia lalu menghampirinya untuk menghibur Sarada.

"Sarada... maukah kau mempercayaiku kali ini saja?" ucap Naruto
"Ayahmu... tidak diragukan lagi, adalah seorang ninja yang hebat"

Sejenak Sarada menatap Naruto dengan raut wajah yang masih sedih. Lalu memalingkannya. Ia teringat mamanya. "Mama..." batin Sarada

DRAP DRAP
Terlihat sebuah kaki sedang berlari. Itu adalah kaki Sakura. Ia berlari ke menara menyusul Sarada.
"Sarada" kata Sakura dalam hati
Penulis artikel : Admin

Scene berpindah. Tampak sebuah makhluk kecil bermata sharingan yang pada chapter sebelumnya menggunakan 'Jikukan no jutsu Kamui'. Tampak pula pria misterius berjubah akatsuki dan Uchiha Shin.

"Kita harus mempersiapkan..." kata pria misterius
"Tujuan kita..."

Luar biasa, terlihat tangan pria misterius itu dipenuhi dengan mata sharingan. Sama seperti tangan Danzo. Pria misterius itu menarik tudung jubahnya.

"Kebangkitan kembali akatsuki"

Akatsuki baru
DOENGGGGG
Terlihat wajah pria misterius itu yang gundul dan kepalanya di penuhi beberapa mata sharingan pula.

"Baik" jawab mereka serempak.

Chapter kali ini sungguh banyak peristiwa mengejutkan. Ternyata ada beberapa anggota akatsuki yang lain dan semuanya mengenakan lambang Uchiha di bajunya. Mereka semua seperti Uchiha Shin.

WUT WUUUTTTT
Mata sharingan pria misterius itu bekerja sepertinya itu adalah 'Jikukan no jutsu kamui'

Tampat sebuah atap bangunan dan terdapat makhluk kecil di atasnya. Itu adalah makhluk kecil bermata sharingan. Mata haringan makhluk kecil itu pun bekerja seperti sedang menggunakan 'Jikukan no jutsu kamui'. Sepertinya mata pria misterius dan makhluk kecil kecil ini terhubung.

WUT WUUUTTTT DONGGGG
Tak lama kemudian pria misterius dan Shin sudah berada di atas atap tempat makhluk kecil itu bertengger. Mereka berpindah menggunkan 'jikukan no jutsu kamui. Ternyata benar, mata pria misterius dan makhluk kecil ini terhubung.

Scene beralih di dalam menara.
"Ambil ini dan cepat berbaikan dengan Sarada... Ini rasa kaldu, lho" kata Chouchou sambil memegang bungkus snack

"!!!"

Sasuke merasakan kehadiran seseorang.

Pria misterius dan Shin bersiap menyerang.

"Ayo, maju Shin..." perintah pria misterius itu sambil mengeluarkan senjata.

"Baik..." jawab Shin

Mereka melompat dari atas menara.

WERR WERRRRR
Mata sharingan pria misterius itu berputar perlahan menjadi mangekyou sharingan dan menatap Naruto serta Sarada. Naruto merasakan hawa kehadiran mereka dan meliriknya sebentar. Lalu, berpura-pura tidak mengetahuinya. Sebuah senjata meluncur menuju Naruto.

BWETTT WERRR TRING TRANG
Naruto menyibakkan jubah hokage menangkis senjata serangan pria misterius. Sarada kaget karena serangan mendadak itu "Kya!!!"

Pria misterius itu terus menatap Naruto dan senjata berubah bentuk menjadi seperti tali. Tali-tali itu menyerang Naruto. Naruto menangkisnya dengan cakranya yang membentuk kepala Kyubi.

SYUTTTT... JRENGGG
Sasuke datang dan menghadapi pria misterius yang meluncur. Sasuke mengeluarkan pedangnya. Mata sharingan saling berhadapan. Kedua mata yang saling berbentrokan.

Sesama pengguna sharingan saling bertemu. Pertarungan seperti apakah selanjutnya yang akan terjadi? Kita nantikan kisah selanjutannya di Naruto Gaiden chapter 706

Chapter 705/END

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang Naruto Gaiden dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


baca online Naruto chapter 705
download Naruto chapter 705


Baca juga chapter Naruto yang lain disini




1 Response to "Naruto Gaiden chapter 705 bahasa Indonesia : Masa depan"

  1. Kapan ya min , lanjutan BOruto keluar . katanya mau dilanjutin lagi .

    ReplyDelete

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks