Naruto Gaiden chapter 706 bahasa Indonesia : Perubahan Yang Belum Sempurna

Naruto Gaiden chapter 706 versi teks bahasa Indonesia

Setelah satu minggu menunggu, akhirnya Naruto gaiden chapter 706 kini telah dirilis. Pastinya penggemar manga Naruto menantikan cerita Naruto Gaiden yang terbaru. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin download. Dalam cerita sebelumnya (Naruto chapter 705), Pria misterius berkepala gundul muncul di atas menara dengan menggunakan 'jikukan no jutsu' dan menyerang Naruto. Sasuke merasakan kehadiran musuh dan menghadang pria misterius itu. Seperti apa kelanjutan ceritanya? Silahkan disimak versi teks Naruto Gaiden chapter 706.

Pertarungan antar Uchiha tak terelakkan. Sasuke vs Pria misterius gundul dengan banyak mata sharingan di lengan tangan dan kepalanya. Mereka beradu di udara. Sasuke menyambut pria misterius yang meluncur terjun dari atap menara, dengan pedangnya. Sarada yang berada di bawah mengkhawatirkan ayahnya.

"Ayah!!!" teriak Sarada.

Wuzzhhh...
Pria misterius melemparkan beberapa senjata kepada Sasuke. Sasuke menoleh ke kanan dan kiri memperhatikan arah senjata pria misterius.

TRING TRANG TRING
Sasuke menangkis semua senjata yang dilemparkan pria misterius. Sementara Sasuke sibuk menangkis, ternyata pria misterius sudah berada dekat dengan Sasuke dan mengulurkan tangannya. Di telapak tangan pria misterius terdapat sebuah simbol. Sasuke mengayunkan pedangnya. Namun, ditahan oleh tangan pria misterius yang dipenuhi dengan sharingan. Sasuke terkejut, ujung pedangnya ditahan dengan tangan kosong olehnya. Pria misterius menatap tajam kepada Sasuke. Sepertinya ia melancarkan jurus menggunakan mata sharingannya. Naruto yang berada di bawah memperhatikan mereka dengan serius.

WUZZZHHH
Dari belakang pria misterius, Uchiha Shin meluncur dengan membawa senjata. Sasuke masih tertahan oleh pria misterius. Sasuke mengaktifkan mata Rinnegannya.

SYUT
Sasuke mengeluarkan 'Shunshin no Jutsu' dan dengan secepat kilat, Sasuke bertukar tempat dengan Shin. Pria misterius kaget melihat Sasuke berpindah secepat kilat. Sasuke merapalkan segel dan menyerang balik.
"Kalian semua akan kubuat menyerah"

GROAARRRR
"Fire style! Fireball Jutsu" *Teknik api/jutsu bola api.

Mata sharingan yang berada di belakang kepala pria misterius melihat serangan api Sasuke. Tiba-tiba Shin terlempar ke belakang. Itu adalah ulah pria misterius. Ia menggunakan Shin sebagai tameng guna menahan jurus api Sasuke.

"Kekuatan mata?" Naruto terkejut

WERRR WERRR
WOAAAHHHH!!! Shin terbakar api Sasuke. Keseimbangan Shin goyah dan...

DUAKKKK BRUKKK
Shin menabrak pria misterius.
"Ughh...!!!"

Sasuke meraih pedangnya lagi yang tadinya dipegang pria misterius.
BRUAKKK
Pria misterius dan Shin jatuh ke tanah.
"Guh!"

Sasuke mendarat dengan mulus di tanah dan bergabung dengan Naruto serta Sarada.

DOENGGGG
Tampak mata Rinnegan di mata kiri Sasuke dan sharingan biasa di mata kanannya.

Pria misterius mencoba untuk bangkit.

"Rupanya ini... kekuatan matamu... Uchiha Sasuke...?"

Sarada kagum melihat aksi ayahnya.

"W... wow... ayah..."

"Yeah... Tapi ini masih belum semuanya" sahut Naruto

"Aku benar-benar menginginkannya untuk kebangkitan AKTSUKI" kata pria misterius

"Orang ini anggota akatsuki yang selamat?" tanya Naruto

"Akan kami buat kau mengatakan seuanya" kata Sasuke

"Namaku Uchiha Shin" kata pria misterius

Mendengar perkataan pria misterius, Sarada teringat kejadian belum lama ini. Yaitu saat bertemu dengan Uchiha Shin yang lain.

"Uchiha Shin"
"Ayah bilang... ikutlah denganku"
"Tidak akan"

"Berarti... sama dengan nama anak itu?" ucap Sarada

"Kami akan punya banyak waktu untuk menginterogasinya setelah menangkapnya. Diamlah dulu sekarang" kata Sasuke

"Dengan kata lain, mereka berdua adalah ayah dan anak?" tanya Naruto, tidak paham.

"Sebelumnya dia memang mengatakan, ayah...." terang Sarada

Sementara itu, Chochou dengan santainya memperhatikan mereka dari kejauhan sambil makan cemilan.
"Aw, sayang sekali. Pasti keren sekali andai saja ayah kandungku sehebat dan setampan ayah Sarada"

"Berarti... tadi dia menggunakan anaknya sendiri sebagai perisai" pikir Naruto

Sasuke dan Sarada berada di dalam cakra mode kyubi Naruto.

"Naruto, bawa anak-anak ini... dan juga..."

"Aku mengerti... kau tetaplah Fokus..."
"Kali ini akan kudorong lewat celahnya. Aku mengandalkanmu, Sasuke"

Sasuke bergerak maju. Pria misterius alias Uchiha Shin gundul melakukan sesuatu dengan mata sharingannya. Wajah Naruto tampak serius

"?"
"Eh?"

Sasuke menoleh ke belakang. Sasuke dan Sarada terkejut.

Penulis artikel : Admin


Naruto tertusuk

JLEBBB
Pedang Sasuke terlepas dari tangannya dan menusuk tubuh Naruto.

"!!"
"Guh...!!!"

"Apa?" teriak Sarada terkejut

"Nanadaime!!!" seru Sasuke

"Inilah kekuatan mataku" kata Uchiha Shin gundul
"Bagaimana menurutmu? aku lawan yang cukup pantas untukmu kan?"

Naruto menganalisa serangan Uchiha Shin gundul pada serangan sebelum-sebelumnya. Jurus mata Uchiha Shin dapat mengendalikan senjata.

"Jangan khawatir, Sarada... Aku tidak apa-apa..." kata Naruto terbata-bata
"Ugh... Itu dia... Orang ini bisa menggunakan matanya untuk menggerakkan senjata dengan leluasa..."
"Jangan jangan... pedang Sasuke juga..."

"!!"
"Saat itu... ah... mereka pasti sudah menandai katanaku" analisis Sasuke sambil mengingat kejadian saat pedangnya ditahan oleh Uchiha Shin gundul.

SWOOOFFF
Cakra pelindung mode kyubi Naruto perlahan menyusut. Senjata Uchiha Shin gundul yang sebelumnya ditangkis oleh cakra pelindung mode kyubi Naruto, bergerak lagi dan hendak menyerang Sarada. Sasuke kaget dengan serangan dadakan itu. Sasuke melompat dan menerima serangan senjata dari Uchiha Shin gundul demi melindungi Sarada.

"Agh!!!" Sasuke kesakitan

"Ayah!!!" teriak Sarada

"Kedamaian berarti akhir dari evolusi umat manusia... begitulah kalian semua..." kata Uchiha Shin gundul sambil menatap Sasuke dengan mata sharingannya.

"Ugh..."
"Mereka menghentikkan gerakanku..." kata Sasuke

"Spesies yang tidak berevolusi lagi akhirnya akan dihancurkan" lanjut Uchiha Shin gundul.
Dari tangannya, keluar banyak sekali senjata. Sarada ketakutan.

Namun, tiba-tiba...
DUAAAKKK BUGHHHH
Sakura muncul dan memukul Uchiha Shin.
"Kau pikir apa yang sedang kau lakukan pada suami dan putri kesayanganku, brengsek?"
Wajah Sakura tampak emosi sekali.

Uchiha Shin mengeluarkan darah "Huakkk!!!"

"Mama!!!" seru Sarada

"Siapa orang-orang ini?" tanya Sakura

"Padahal aku sedang dalam misi..." ucap Sasuke
"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku juga di sini tahu" kata Naruto sambil mengeluarkan tangan cakra kyubinya

"Kau baik-baik saja, Naruto?" tanya Sakura

""ya, sebentar lagi aku akan baik-baik saja" jawab Naruto

"Eh? b-benarkah?" ucap Sarada khawatir

Tangan cakra kyubi Naruto, menggenggam Uchiha Shin gundul yang tergelatak setelah menerima pukulan Sakura. Kemudian tangan cakra kyubi Naruto membelah untuk memegang Shin yang satunya.

"Yang seperti ini takkan membunuhmu? jangan sombong dulu! Kemampuan bertarungmu saja sudah melunak" kata Kurama

"Tidak usah kau bilang" kata Naruto sambil menarik pedang Sasuke yang telah menusuk badannya.

"Maaf... tadinya ibu bermaksud memberitahumu" ucap Sakura

Ekspresi wajah Sarada kaget mendengar kata-kata Sakura. Kemudian ia menundukkan wajahnya dan berpaling. Sepertinya Sarada kecewa dengan ibunya, Sakura.

"Tidak... dipikir bagaimanapun... ini semua salhaku..." kata Sasuke sambil menarik senjata Uchiha Shin gundul yang menancap di tubuhnya.
"Namun aku malah..."
Belum sempat Sasuke melanjutkan perkataanya, tiba-tiba makhluk kecil bermata sharingan muncul.
"Kita ambil yang satu ini" ucapnya

WERRR WURRR WERRR
Sebuah pusaran ninjutsu 'jikukan no jutsu' muncul dan membawa Uchiha Shin gundul, Shin dan Sakura.

"Ibu!!!" seru Sarada

"!? jutsu ruang dan waktu?" kata Sasuke

BOFFF
Mereka pun menghilang ditelan 'Jikukan no jutsu'

Secepat kilat, mereka telah berpindah ke markas Uchiha Shin gundul. Beberapa Shin yang lain menondongkan senjata kepada Sakura.

"Trik tersembunyi mereka banyak juga..." kata Sakura

Ugh...
Mata sharingan Uchiha Shin gundul masih aktif dengan jurusnya dan sebuah senjata meluncur lalu...

JLEBBBB
Senjata itu mengenai Shin yang tadi bertarung melawan Sasuke. Ia terlempar dan tak sadarkan diri.

Kembali ke scene di menara. Tampak Chouchou melongok dari balik pintu.

"Aku tidak mau mengajak Sarada bicara jika dia sedang cemberut. Apa sekarang dia sudah baikkan?"
"Soalnya aku benci jika harus terlibat dalam situasi canggung seperti ini" batin Chouchou

"Dia bahkan bisa menggunakan jutsu ruang dan waktu" kata Sasuke

"Sial... kita tertipu... Padahal ini persis seperti perkataan Kurama... Payah..." sesal Naruto

Scene berpindah.
JREEENGGG
Tampak jantung dari Shin yang barusan terkena senjata disebuah nampan. Shin yang lain dan Uchiha Shin gundul terbaring. Tubuh Uchiha Shin gundul ditutupi kain. Di atasnya terdapat jantung Shin yang lain dan pisau medis. Pasti ini pekerjaan Sakura. Mungkin Sakura diancam dan disuruh mengobati Uchiha Shin gundul.

"Transplantasi organ?"
"Jika organnya kuambil, maka anak itu akan..." kata Sakura

"Hoo... kau ninja medis, huh..? Tapi... Ini semua juga terjadi akibat ulahmu" ucap Uchiha Shin gundul.

"Apanya? Bukankah kau yang lebih dulu ingin membunuh suami dan putriku sekaligus temanku juga..." bantah Sakura

"Lalu, kenapa kau masih tetap mengkhawatirkan anak itu?" lanjut Uchiha Shin gundul

"Kau... serius?" tanya Sakura

Sakura berada di markas orang-orang berbahaya. Sakura disuruh untuk mentransplantasi organ. Apakah Sakura akan menyetujuinya? Kita nantikan kisah selanjutannya di Naruto Gaiden chapter 707

Chapter 706/END

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang Naruto Gaiden dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


baca online Naruto chapter 706
download Naruto chapter 706


Baca juga chapter Naruto yang lain disini




0 Response to "Naruto Gaiden chapter 706 bahasa Indonesia : Perubahan Yang Belum Sempurna"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks