One Piece chapter 798 : Hati

One Piece chapter 798 versi teks bahasa Indonesia

One Piece chapter 798 telah dirilis. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin mendowload. Dalam cerita sebelumnya (One Piece 797), kru Mugiwara dan para petarung koloseum bergegas pergi menghindar dari kejaran angkatan laut menuju pelabuhan. Namun, hanya Luffy yang bergerak ke arah istana. Setelah dengan dengan istana, Luffy berteriak memanggil nama "Rebecca". Rebecca yang berada di atas istana mendengar teriakan Luffy. Rebecca menyahut teriakan Luffy "Lucy, aku disini". Setelah mengetahui posisi Rebecca, Luffy memulurkan tangannya dan meraih teralis jendela. Luffy dan Rebecca saling berhadapan. Luffy berbicara ke Rebecca mengenai prajurit mainan berkaki satu alias Kyros. Seperti apa kelanjutan kisahnya, mari simak cerita One Piece di chapter 798.

Penulis artikel : versiteks.com

Boa Hancock

Gambar cover One Piece 798 adalah tentang Boa Hancock sedang menulis surat cinta untuk Luffy.

Bastille bertanya pada anak buahnya lewat denden mushi, "Apa yang terjadi dengan pasukan bantuan yang harusnya menuju pelabuhan-dara!?"

"Pasukannya... Pasukannya tak bisa berfungsi!! Peluru dan bubuk misiunya menghilang dari senapan yang mereka bawa!!" lapor Angkatan Laut.

"Cari senjata lain!!" perintah Bastille.
"Pedang, shotgun, kapak, tombak, pisau, semua yang bisa dipakai sebagai senjata menghilang!! Seseorang atau sesuatu telah mencuri senjata kita!!"

Di tempat lain, para Tontatta berkumpul

"Hehehe..." mereka tertawa riang. Diam-diam merekalah yang sudah mencuri semua persediaan senjata Angkatan Laut dan menyembunyikaannya di tempat yang aman.

Angkatan Laut masih melapor, "Yang lebih parahnya lagi, kapal-kapal kita yang ada dipelabuhan dijahit dan saling menempel!! Kalau begini, kita tak akan bisa berlayar ke laut!!!"

Di pelabuhan tempat kapal-kapal itu, para Angkatan Laut benar-benar tak habis pikir, "Bagaimana mungkin kapal dari besi dijahit begini!?"

Tidak salah lagi, itu semua ulah Leo, dengan kemampuan menjahitnya dari Buah Setan, Nui Nui no Mi.

"Cari sesuatu untuk memotong jahitannya!!"
"Tapi... Tapi kita tak punya pisau!!"

Angkatan Laut masih melapor, "Di sisi lain, pasukan kita juga berjatuhan di tanah dan tak mampu bergerak!!"

"Apa yang mereka lakukan-dara!? Para kriminal sudah berkumpul dan bergerak menuju Pelabuhan Timur, tapi kita malah membiarkan mereka begitu saja!? Lakukan sesuatu untuk menghentikan mereka!!"

"Siap pak!!!"

Tak jauh dari sana, putri Mansherry masih mengambil darah Angkatan Laut untuk donasi.
"Hmm, apa benar kita boleh mengambilnya sebanyak ini, Kakek Mau?" bisik tuan putri. "Kalau mengambilnya terlalu banyak, para pasukan ini mungkin tak akan bisa bergerak..."

"Tak apa, tuan putri! Kita sudah mendapat izin untuk melakukannya! Lakukan saja seperti yang kuperintahkan, tuan putri!!"

Yah, Kyros memang sudah memberi izin, dan ternyata benar kalau jatuhnya para Angkatan Laut itu ada hubungannya dengan apa yang putri Mansherry lakukan.

"Baiklah kalau begitu, lagipula memang masih banyak warga yang terluka.." putri Mansherry melanjutkan pekerjaannya, "Sedikit lagi ya.."

"Ah, baik, sedikit lagi, kan?"
"Permisi, pak!!"

Di meja Bastille, Angkatan Laut kembali melapor lewat denden mushi, "Kami sudah mendengar informasi dari para warga, mereka bilang semua yang sudah terjadi itu ulah para peri!!"

"Jangan main-main-dara!! Sudah cukup dengan cerita dongeng peri itu!!"
"Ah ma-maafkan saya, pak!! "

Di tempat Luffy, ia masih terus berlari. Ia lalu melihat ledakan. "Pelabuhannya!! Di sebelah sana!! Hah, hah.. Mereka sedang bertarung!!"

Di jalan masuk menuju pelabuhan, Bhartolomeo dan yang lainnya, Cavendish, Sai, Hajrudin, dan masih banyak lagi, mereka sedang menghadang satu orang, Fujitora.

"Kita harus menahannya sampai Luffy-senpai dan Trafalgar datang!!" ucap Bhartolomeo.
"Ya!!!"

"Coba lihat apakah barriermu bisa menahan ini..."

Fujitora berjalan pelan, hendak menerobos barrier yang diciptakan oleh Bhartolomeo.
"Barrierku tak bisa dihancurkan!!" ucap Bhartolomeo.

Di sisi Law, ternyata benar, dia menemui Sengoku. Saat ini, Sengoku sedang duduk di bekas reruntuhan kota, Law menghampirinya.

"Mau makanan?" Sengoku menawarkan snack pada Law.
"Tidak. Sekarang, cepat bicaralah.."

Akhirnya sambil makan keripik, Sengoku pun bercerita. Waktu itu, saat masih menjabat sebagai Fleet Admiral, di kantornya, ia mendengar kabar dari Corazon.

"Seorang anak yang mengidap Amber Lead Syndrome!? Jadi ada yang selamat dari White Town ya.."

"Tapi kelihatannya dia membenci semua yang ada di permukaan, aku jadi seolah melihat versi anak-anak dari kakakku!!"

"Sayang sekali... Tapi tak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu.." ucap Sengoku. "Jangan terlalu fokus pada anak itu atau penyamaranmu akan terbongkar.."

"Ya, aku tahu, alasanku di sini memang untuk menghentikan kakakku. Doflamingo adalah... Orang yang kejam, dia tak boleh sampai di Dressrosa!"

Sengoku berada di reruntuhan kota yang tak terlalu jauh dengan Pelabuhan Timur. Di sebelahnya, terlihat seekor gorila yang sedang berjaga.

"Waktu itu, seorang tentara mati... dia adalah orang yang spesial bagiku." ucap Sengoku. "Aku bertemu dengannya saat ia masih anak-anak, dan aku mulai menganggapnya sebagai anakku sendiri. Dia yakin dengan keadilan lebih dari kebanyakan orang, dan merupakan rekan yang sangat bisa dipercayai. Seumur hidupnya, dia hanya pernah berbohong padaku sekali.."

Waktu itu, di Pulau Minions, Angkatan Laut memberi kabar pada Sengoku. "Kami menemukan salah satu anggota Doflamingo di antara korban yang tewas, nama kodenya Corazon, kami akan mengirimi anda gambarnya.."

Para Angkatan Laut tak tahu, di ruang kerjanya, saat menerim kabar itu, Sengoku menangis. "Rosinante!!! Kenapa kau ada di sana...!!!" sesalnya dalam hati.

"Dia menghianatiku... Tapi aku yakin dia pasti punya alasan kenapa berada di sana. Empat hal yang hilang waktu itu... Kelompok Bajak Laut Barrels, nyawa anak buahku, Buah Ope Ope... dan anak yang mengidap Amber Lead Syndrome itu..."

"Ya, anak itu adalah aku.." ucap Law.

"Jadi benar ya, alasan Rosinante pergi selama setengah tahun adalah karenamu?"
"Ya, dia membawaku ke semua rumah sakit yang bisa ia temukan.."

"Jadi pada akhirnya ia memilih Buah Ope Ope dan mengorbankan nyawanya untukmu?"

"Ya, memang benar begitu! Tapi kami seharusnya bisa kabur sama-sama!! Dia memberikanku... Hidup dan hatinya!! Dia adalah penyelamatku!! Itulah kenapa aku memutuskan kalau tujuan hidupku adalah untuk menghabisi Doflamingo!!"

"Aku tak tahu apa ini soal nama D yang sempat Cora-san bicarakan, tapi.."
"D!?" Sengoku kaget.

"Aku sama seperti Topi Jerami, aku juga punya nama rahasia itu.." ucap Law.
"Kau tahu sesuatu tentang nama D ini, kan?"

"Siapa yang tahu.." ucap Sengoku. Dalam hati, "Jadi dia juga, hah? D memang selalu memiliki takdir yang aneh.."

"Tapi aku yakin Rosinante tak tahu apa-apa soal itu. Jadi, dia bukan menyelamatkanmu karena nama atau semacamnya, jadi jangan menodai cintanya dengan pikiran seperti itu."

"!!"

Law ingat dengan kata-kata Cora-san, sambil tersenyum, berkata kalau ia mencintainya...

"Kalau saja aku masih seorang petugas aktif, aku pasti sudah menjebloskanmu ke penjara, dan menginterogasimu. Tapi sekarang, kau, yang seorang bajak laut malah jadi satu-satunya yang bisa kuajak bicara tentang Rosinante... Kalau kau tetap bersikeras ingin melakukan sesuatu untuknya, maka ingatlah dia, mari sama-sama kita tidak melupakannya, itu saja sudah cukup.." ucap Sengoku.

"Pergilah, jalani hidupmu, sekarang kau bebas... Dia pasti akan mengatakan itu."

Kemudian secara tiba-tiba, reruntuhannya beterbangan ke udara.
"Apa!?" Luffy kaget.

"Ini...!!"

"Reruntuhannya terbang!!" ucap kaget para warga. Reruntuhan dari berbagai sisi kota melayang dan bergerak menuju pelabuhan Timur.

"Oh Tidak!!! Ini curang!!!!" jerit Bhartolomeo.

"Orang itu.. Ingin menggunakannya sebagai senjata!?"
"Nyahohoho!! Jangkauannya luas sekali.." ucap Chinjao.

Tumpukan reruntuhan dari berbagai tempat di negeri itu menuju sudah berada di atas Pelabuhan Timur.

"Reruntuhan dari seiisi kota berkumpul di langit Pelabuhan Timur!!"
"Admiral Fujitora yang sudah melakukannya!!"

"Reruntuhan ini hanya jadi penghalan saja, jadi kubuat saja supaya berguna.." ucap Fujitora. "Sisa-sisa yang ditinggalkan oleh para bajak laut kotor..."

"Vice Admiral Bastille.." Tsuru menghubungi lewat denden mushi.
"Bastille!!!"

"Eh, ah!! Iya, Tsuru-san, aku ada di sini!!"
"Apa kau masih membutuhkan bantuan pasukan?"

"Semua unit Angkatan Laut, bala bantuan sudah tidak dibutuhkan lagi!! Semua unit yang ada di Pelabuhan Timur harap menjauh!! Pergi ke dataran yang lebih tinggi, menjauhlah dari area yang berbahaya!!! Jangan menghalangi Issho-san!!!"

Dari istana, "Apa dia benar-benar ingin menghabisi para Bajak Laut dengan satu serangan!?"
"Kalau seperti ini tak akan ada yang selamat!!" ucap Viola.
"Topi Jerami!!"

"Lucy!!" teriak Rebecca dari tempatnya.
"Rencana meloloskan diri yang sudah dibuat bisa-bisa jadi percuma!!" ucap Kyros.

Di sisi para Tontatta, mereka juga terkejut.
"Eeeeehh!??"

"Ini bukan waktunya untuk kaget!! Kita harus membantu Usolander!!!" ucap Leo.

Law sudah sampai di tempat Bhartolomeo dan yang lainnya, "Apa pun yang kalian lakukan hasilnya akan sama saja, cepat naik ke kapal!!!" teriaknya.

"Kami menunggumu!! Ke mana saja kau hah, Trafalgar Law!!" ucap Cavendish.
"Semuanya, cepat naik ke kapal!!!"

"Yaaa!!!!"

"Dia datang!!!!!" teriak Usopp. Dari kejauhan, tampak Luffy yang berlari menuju tempat itu.

"Ooh Luffy-senpai!!!!" jerit Bhartolomeo, "Cepat!! Naik ke kapal!!! Hati-hati ada Fujitora!! Lompat dan lewati dia!!!"

"Semuanya cepat naik ke kapal!! Topi Jerami dan Law telah kembali!!"
"Sekarang ayo semuanya lari!!!"

Luffy berlari menuju Fujitora, "Lompat dan lewati? Hei Pak Tua Tukang Judi!!! Masih ingat denganku!!!??"

"Sudah datang ya, Topi Jerami...."

"Akan kuberi kau kejutan di kepalamu!!!!!!!"

JBUAGGGHHHH!!!! Tanpa basa basi lagi Luffy langsung meninju Fujitora Dengan Elephant Gun yang dilapisi haki.

"Eeeeehh!?"

"Aku tak mau terus-terusan bilang, Oh, kita akan mengalahkannya suatu hari nanti.. Memangnya kenapa kalau Admiral Angkatan Laut!? Kenapa aku harus lari? Aku sudah bersumpah untuk menghilangkan kebiasaan itu dua tahun yang lalu!"

"Admiral atau Yonkou sekali pun!!! Aku akan mengalahkanmu dengan semua yang kumiliki!!! Itulah yang akan Raja Bajak Laut sejati lakukan!!!!"

Sebuah kata-kata deklarasi yang mengejutkan. Apakah Fujitora akan meladeni Luffy ataukah dibiarkan pergi? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 799.


Chapter 798 END

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 798
Download One piece chapter 798


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 798 : Hati"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks