One Piece chapter 805 : Suku Mink

One Piece chapter 805 versi teks bahasa Indonesia

One Piece chapter 805 telah dirilis. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin mendowload. Dalam cerita sebelumnya (One Piece 804), Luffy dkk naik ke punggung gajah (pulau Zou) menggunakan naga hasil lukisan Kanjorou. Seperti biasa, hasil lukisan Konjorou selalu jelek. Terlihat seekor naga lemah merayap di kaki gajah dengan Luffy dkk berada diatasnya. Pada saat mereka hendak naik ke punggung gajah, seekor makhluk berbentuk monyet menyerang mereka. Luffy dkk menghindar dari serangan tersebut. Hanya Kanjurou dan Kinnemon yang terkena dan kemudian mereka jatuh. Kanjurou dan Kinnemon masih hidup dan mereka bilang ke Luffy dkk, akan segera menyusul. Dengan susah payah, sang naga hasil lukisan Kanjurou berhasil sampai di punggung gajah. Seperti apa kelanjutan kisahnya, mari simak cerita One Piece di chapter 805.

Penulis artikel : versiteks.com

Cover One Piece chapter 805

Gambar cover One Piece chapter 805 adalah tentang beberapa burung camar pembawa koran sedang terbang di atas lautan dan seekor gurita melambaikan tangannya.

beberapa burung camar pembawa koran sedang terbang di atas lautan dan seekor gurita melambaikan tangannya.

Zoro dibuat terkejut oleh serangan Carrot, si gadis kelinci itu. Dari cakarnya, terlihat semacam aliran listrik yang menyambar-nyambar. "Senjata macam apa itu? Ada listrik yang keluar darinya..."


Carrot berhenti menyerang saat wanita Mink satunya memberitahu dia soal adanya penyusup di Hutan Paus.

"Ada penyusup di Hutan Paus!?" Carrot kaget.
"Ya, ini buruk, mereka akan membuat para penjaga marah!!"

Sementara itu, Franky, dia masih bertanya-tanya soal mahluk apa mereka itu sebenarnya. "Apa mereka itu binatang!? Atau manusia!?"

Dan Usopp masih bertanya-tanya soal pakaian yang dikenakan oleh si wanita Mink. Usopp pun berteriak ke arah wanita itu, "H-Hei kau!! Pakaian itu!! Di mana kau mendapatkannya!? Apa yang sudah kau lakukan pada Nami!!?"

"Mahluk pemangsa manusia..." ucap Robin dengan nada menakut-nakuti.
"Berhenti mengatakan hal-hal mengerikan!!!!!" teriak Usopp ketakutan.

Carrot si gadis kelinci kemudian melompat dengan sangat tinggi. Tinggi sekali, ia melesat ratusan kaki ke atas langit dengan sekali lompatan.

"Gyaaa!! Jangan makan aku!!" Usopp mengira kalau Carrot akan melesat ke arahnya.

"Whoah!! Kemampuan melompat seperti itu!!" Franky tampak kaget, "Jadi suku Mink itu seperti ini!?"

Si wanita Mink bertanya pada Carrot, "Apa yang kau lihat dari sana, Carrot!?"

"Di sana... Sepertinya kita sudah terlambat...!!" ucap Carrot. Dari tempat setinggi itu, ia bisa melihat suatu ledakan di bagian bawah Hutan Paus. "Ada kekacauan di dekat Kota Gagak, di bagian bawah Hutan Paus!!"

"Sial!! Ayo cepat kita bergerak, Wani!!" ucap wanita Mink pada buaya yang dikendarainya, "Carrot naiklah, kita harus cepat!!!"

"Ya!!!"

Sebelum pergi, wanita Mink itu memberitahu Usopp dan yang lainnya, "Kami tak punya waktu untuk berurusan dengan kalian!! Jadi lakukanlah seperti yang kukatakan, pergilah ke pantat kanan hutan dan kemudian belok kirim saat sampai pada rawa!! Maka kalian akan sampai di perut kanan hutan, di sana kalian bisa menemukan mayat teman-teman kalian!!"

"Eeeh-------------!?" Usopp dan yang lainnya langsung syok saat mendengarnya.

"Tunggu kami di Perut Kanan Hutan!! Kami segera ke sana!!"

Wanita Mink itu pun pergi bersama Carrot dengan menunggangi si buaya.
"Apa mereka baik-baik saja?"

"Tadi itu kru Topi Jerami!"
"Eh!? Mereka pasti benar-benar terkejut..."
"Ya, mau bagaimana lagi, tak ada yang bisa kita lakukan..."

"Penyusup di Hutan Paus kemungkinan besar adalah Luffy si Topi Jerami!" ucap si wanita Mink. "Yah, tapi tak ada bedanya, meskipun ia kaptennya kita tetap tak akan memberinya belas kasihan.."

Usopp tampak masih syok setelah mendengar kabar tadi. Ia menangis sejadi-jadinya, "Tidaaaaakk!!! Mereka sudah dibunuh!!!!!"

"Hmm, jadi mayat mereka masih ada, berarti mereka tidak dimakan.." ucap Robin.
"Bukan itu masalahnya!!!"

"Hah, tenanglah, si alis keriting bersama mereka, dia pasti tak akan membiarkan hal itu terjadi.." ucap Zoro.

"Benar, tak mungkin mereka mati semudah itu, ini pasti cuma jebakan untuk menurunkan semangat kita..." ucap Franky.

"Benar, itu memang sulit untuk dipercaya.." ucap Robin. "Tra-kun, rekan-rekanmu juga ada di sini, kan? Sudah coba untuk menghubungi mereka?"

"Tidak, dari awal aku juga tidak berpikir aku akan bisa bertemu dengan mereka lagi..." ucap Law. "Tapi.. Oh iya, aku lupa kalau aku punya vivre card..."

Law mengambil sebuah vivre card dari sakunya, "Ini adalah milik navigator kami, Bepo..."

"Oh!! Hei, kalau dipikir-pikir, kau punya beruang yang bisa bicara sebagai anggota krumu, kan? Apa dia juga Suku Mink!?"

"Ya..." ucap Law.

Law menaruh vivre card itu di telapak tangannya, sambil melihat arah ke mana pergerakannya.

"Ini adalah tempat kelahirannya..." ucap Law lagi. "Tapi dia tak memiliki ingatan soal kehidupannya di sini, mungkin karena dia meninggalkan pulau ini di usia yang sangat muda. Dia telah bersamaku selama 10 tahun, dan ia adalah rekanku, aku percaya padanya. Kalau kita mau menemukan jawaban kurasa kita harus terus berjalan..."

"Kalau kita terus maju kita akan sampai di kota, apa kau yakin dengan itu?"
"Kenapa tidak? Dari pada mendengarkan binatang aneh..." ucap Zoro.

Di Hutan Paus, ledakan yang dilihat oleh Carrot tadi ternyata berasal dari pertarungan antara Luffy melawan manusia banteng. Mereka saling hantam, saling serang hingga menciptakan ledakan-ledakan kekuatan.

"Sudah cukup!! Sudah cukup!!" teriak Bepo. Ya, setelah sekian lama akhirnya ia muncul, Bepo, si beruang kru Law.

Bepo mencoba untuk menghentikan kemarahan manusia banteng itu, "Sudah hentikan!! Aku kenal dia, hentikan!!"

Namun tetap saja, si manusia banteng terus berusaha untuk menyerang Luffy, "Kau mungkin mengenalnya, tapi tetap saja dia masuk tanpa izin!!"

Manusia banteng itu menyerang, dan Luffy pun tak mau kalah. Ia memanjangkan lehernya ke belakang dan bersiap untuk melesatkan sundulan, "Gomu Gomu no..."

"Garava!!!"
"Bell!!!"

Bam!!! Kepala dua mahluk keras kepala itu pun saling hantam.

"Kenapa listrik tak bekerja padanya!!?" teriak manusia gorilla.

"Sepertinya kita harus menghentikan mereka sendiri!!" Jean, satu lagi anggota Law mencoba untuk menghentikan monster-monster itu dengan kekuatan fisik. Namun, ia dengan mudah dibanting oleh manusia gorilla. "Jangan menghalangi jalan kami Jean Bart!!!"

"Oh tidak!! Kita bukan tandingan mereka!!" ucap kru Law yang lain.
"Kekuatan itu..."

"Sudah cukup, para penjaga!!!" Wanita Mink itu akhirnya sampai.

"Terima ini, benda melayang!!" Carrot melempar semacam kain ke manusia banteng.
"Lalu, pisang!!" Carrot juga melempar pisang untuk si manusia gorilla.

"Mooo!?"
"Pisang!!"

Dua mahluk itu pun sibuk dengan kain dan pisang.

"A-Apa-apaan itu tadi?" ucap kru Law.

Merekalah sang penjaga yang dimaksud. Rudy si Mink Banteng, dan Black Back si Mink Gorilla.

"Anjing??" ucap Luffy kaget saat melihat si wanita Mink.

Carrot dan wanita itu adalah suku kesatria binatang, Carrot si Mink Kelinci, dan Wanda si Mink Anjing.

"Jadi kau Luffy si Topi Jerami? Namaku Wanda, kami tak akan melakukan apapun padamu, jadi kau berhentilah bertarung melawan kami..."

"Ini aneh sekali... Negeri aneh dengan orang-orang yang aneh, seperti negeri yang semua penduduknya itu Chopper..." ucap Luffy.

"Tapi Hei, aku tak melakukan apa-apa!! Merekalah yang tiba-tiba saja menyerangku!!" ucap Luffy lagi sambil menunjuk Rudy dan Black Back, si Banteng dan Gorilla.

"Yah, itu karena kau masuk ke hutan ini tanpa diundang..." ucap Wanda sambil mengecup kening Luffy.

"Hei!!"

"Para penjaga, aku akan membawanya pergi dari sini, jadi maafkanlah dia.." ucap Wanda.

"!!!!" Satu lagi penjaga tiba-tiba memasang tatapan yang mengerikan.

"Yah, anggap saja ini hari keberuntunganmu, nak, untung saja ada Wanda, ayo kita pergi, Rudy, BB..."

"Pedro..."

Lalu ia pun berteriak, "Kalian semua, mundurlah!!!!"
"Eeh!?" Luffy kaget. "hah?"


Mahluk-mahluk yang semula mengawasi Luffy dari balik pepohonan pun pergi.
"Jadi dari tadi aku dikepung!?" Luffy baru sadar.

"Harusnya kau bersyukur hari belum gelap.." ucap Wanda.

"Hei, ngomong-ngomong, Topi Jerami, apa kau tidak mengingat kami!? Kamilah yang merawatmu saat Perang!!" ucap Bepo.

"Eh!? Oh!! Kau si beruang bicara yang bersama dengan Tra-guy itu, kan!?"
"Tra-guy? Bukan! Kami itu krunya Trafalgar Law, Bajak Laut Heart!!"

"Lah tadi kan aku bilang itu..."
"Bukan!!!"

"Aku sudah membaca beritanya!" ucap Penguin, kru Law yang lain. "Berita besar terus bermunculan!! Sekarang kita beraliansi, kan?"

"Apa kapten bersamamu?"

"Ya, tentu saja, Tra-guy..."

"Kau itu dengar tidak, sih!? Siapa itu Tra-guy!?" Bepo dkk berteriak sambil membentuk pose aneh.

"Tra-Guy ya Law..."
"Eh!? Benarkah!? Aku baru tahu sekarang... Jadi kapten benar-benar ada di sini!?"
"Aku mau bertemu kapten segera!!! Hiks!!!"

Di Pusat Punggung Gajah, Kota Gagak...

"Tidak salah lagi pasti sudah terjadi penyerangan..." ucap Robin saat melihat seisi kota yang rusak berantakan itu. "Bagaimanapun, kota ini tampaknya paling tidak memiliki ratusan penduduk... tapi sekarang tak ada satu pun..."

"K-Kota ini benar-benar gila!! Ayo segera pergi setelah bertemu dengan Sanji dan yang lainnya!!!" ucap Usopp.

"Lihat, masih ada bekas makanan... Kejadian ini pasti terjadi baru-baru ini..." ucap Robin.

"Whoah!! Kita tak boleh berada di tempat terbuka seperti ini!! Musuhnya mungkin masih berada di dekat sini!! Mereka akan mengejar kita!!!" teriak Usopp.

Sementara itu Zoro, ia menemukan semacam batang kayu yang dibentuk menyilang, semacam tempat penyiksaan.

"Hei, bukankah ini terlihat seperti tempat penyiksaan?"

"Kurasa musuh kita bukanlah manusia, terdapat bekas cakaran di mana-mana.." ucap Franky.

"Lalu ini... Jejak kaki yang merupakan milik binatang raksasa.. Mink..."
"Seekor gajah?"

"Ada binatang yang menyerang Suku Mink di Negeri mereka sendiri?"

"Ya, kemungkinan itu selalu ada, apalagi dengan melihat bekas cakaran itu.." ucap Law.
"Benar..." ucap Robin.

"Jadi sekitar 1-2 minggu yang lalu, tempat ini masih sebuah negeri, tapi sekarang sudah hilang.."
"Eeh!? Lalu di mana Sanji dan yang lainnya!?"

Di sisi Luffy, Wanda menceritakannya padanya.
"Sudah hilang!? Jadi karena itu tak ada seorang pun yang tersisa di kota?"

"Dulu tempat ini disebut sebagai Kerajaan Mokomo, sebuah negeri dengan sejarah ratusan tahun, semuanya berjalan dengan lancar sampai sekitar setengah bulan yang lalu... Aku bahkan masih bisa mengingat wajah bahagia mereka... Tapi kemudian orang itu menghancurkan negeri ini.... Jack!!"

Kemudian tiba-tiba saja terjadi guncangan.
"Whoah!! Gempa!?"

"Sebuah erupsi!! Hujan erupsinya akan segera terjadi!! Cepat naik ke atas pohon!!"

"Tidak, naiklah ke atas Wani!! Kita akan pergi menuju Perut Kanan Hutan!! Teman-temanmu ada di sana!!" ucap Wanda, meminta Luffy untuk ikut bersamanya naik ke atas buaya itu.

"Ooh, jadi Sanji dan yang lainnya ada di sana ya!!" ucap Luffy.

"Ah..." Wanda terdiam.
Dalam hati, "Tidak... Tidak mungkin..."
Apa yang terjadi dengan Sanji dkk? Kenapa suku Mink bernama Wanda mengatakan tentang jasad teman Mugiwara? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 806.


Chapter 805 END

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 805
Download One piece chapter 805


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 805 : Suku Mink"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks