One Piece - Adventure of Nebulandia part 6 special movie

One Piece special movie Adventure of Nebulandia versi teks bahasa Indonesia

Apa pun yang terjadi, Luffy akan tetap menyelamatkan temannya. Foxy dan anak buahnya pun jadi makin kagum. "Keren sekali.." ucap Kanshou.

"Seperti yang kuharakan dari orang yang kupandang tinggi..." ucap Foxy.

"Coba cari mereka? Aku tak akan melakukan hal lambat seperti itu..." Luffy bersiap dan kemudian berubah ke mode Gear Second, "Akan kuhancurkan semua tempatnya sekaligus!!"

"T-Tapi temanmu juga ada di salah satu menara itu, kan?" Kanshou khawatir.
"Kalau sudah begini kita tak akan bisa menghentikannya, lagi pula kurasa mereka akan baik-baik saja..." ucap Usopp.

"B-Benarkah?"

"Yah, sepertinya memang tak ada pilihan lain..."
"Hmph..."

Luffy bersiap dengan tinju-tinju yang sudah dilapisi haki, sementara Robin bersiap untuk menggunakan kekuatannya. Dengan kemampuan buah iblisnya, Robin memunculkan tangan-tangan raksasa di sekitar salah satu menara batu dan kemudian meremukkannya.

Gomu gomu haki

Penulis artikel : versiteks.com

Luffy mempersiapkan tinju bertubi-tubinya dari tempanya berdiri saat ini, "Hawk Gatling Gun!!!!" Luffy menyerang salah satu menara batu dengan tinju bertubi-tubi.

Tapi kemudian, hal yang tak diharapkan terjadi. Tumbuhan mirip akar berdaun yang merambat tiba-tiba muncul dari menara batu dan mencengkram tangan-tangan Robin, dan bersamaan dengan itu Robin seolah kehilangan kekuatannya.

Robin terjatuh.

"Rasanya... lemas..."

Tumbuhan itu juga muncul di menara yang diserang oleh Luffy, kedua tangannya dibelit dan sama seperti Robin kekuatan Luffy pun seolah menghilang. "K-Kekuatanku..."

"Ada apa!?" tanya Nami, "Apa itu... Batu laut!?"
"T-Tidak... rasanya seperti... Ada tumbuhan yang merambat di tanganku..."

Tubuh Luffy jadi tertarik oleh daya karetnya sendiri.

"A-Apa-apaan itu!?"
"T-Tunggu!!!" Nami mendorong tubuh Luffy ke arah sebaliknya, "Apa tubuhmu tertarik oleh daya karetmu sendiri!?"

Usopp membantu dengan menarik tubuh Luffy dari belakang, "Yang benar saja!? Tumbuhan macam apa itu!?"

"Apa yang sebenarnya terjadi!?" Kanshou bingung.
"Entahlah, tapi yang pasti Topi Jerami dan rekannya tiba-tiba saja melemas..."

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Angkatan Laut untuk menembakkan meriam ke arah mereka. "Awas!!" teriak Franky.

"Hoshi Shield!!!" Franky berdiri di depan Luffy dan yang lainnya, melindungi mereka dari tembakan meriam dengan kedua tangannya sebagai pelindung.

"Itu!?"

Foxy terlempar oleh tembakan itu, sementara Robin berusaha untuk melindungi diri dengan sisa-sisa kemampuannya. Namun tumbuhan itu merambat lagi dari dekatnya. Kelihatannya tiap kali ia mengeluarkan kemampuan buah iblisnya, pohon rambat itu mendekat.

"Sempurna!!" ucap Franky setelah menahan tembakan-tembakan itu.

"Sempurna apanya!?" Nami dan yang lainnya tetap terkena hempasan ledakannya. "Eh!? Bagaimana dengan Robin?"

Tubuh Robin kini sudah terikat penuh oleh tumbuhan merambat itu. Di tengah kepulan asap bekas tembakan, Nami dan yang lainnya tak bisa melihatnya.

"Lagi-lagi tumbuhan ini..."

Robin berusaha untuk melepaskan diri, tapi kemudian beberapa anggota Angkatan Laut diam-diam mendekatinya, membekap mulutnya dan kemudian mengikat tangannya dengan borgol batu laut.

Nami berteriak-teriak, tapi Robin tak bisa menjawabnya.

"Robin!! Hei, Robin!! Di mana kau!? Jawab aku!!"

"Apa itu kau!?" Nami mendengar bunyi gesekan batu, namun saat asap menghilang dari sana ternyata itu Foxy. Sama seperti Robin, tubuh Foxy juga diikat oleh tumbuhan rambat itu.

"A-Apa-apaan tumbuhan ini!? Tanganku diikatnya!!" Foxy guling-guling, berusaha untuk meloloskan diri.

"Boss!!!" teriak Kanshou.

Jduakkk!! Nami langsung menjitak Foxy. "Robin di mana!?"
"Tidak tahu... Aku tidak tahu..." ucap Foxy, dengan benjolan besar di kepala.

"Memangnya ada apa dengan pohon ini?" Nami dengan mudah memutus ranting tumbuhan merambat itu. "Kelihatannya tidak bergerak atau semacamnya..."

Tapi saat Nami mencium baunya, "Bau lautnya keras sekali, jangan-jangan ini..."

"Cepat juga kau menyadarinya..." suara Komei kembali terdengar, "Itu adalah tumbuhan asli pulau ini yang tumbuh dengan menyerap air laut. Untuk alasan tertentu, ia akan bereakasi dengan pengguna kekuatan buah iblis dan merambat di sekitar mereka..."

"Mekanismenya belum bisa dijelaskan tapi sudah dibuktikan bahwa tumbuhan itu memiliki efek yang sama dengan batu laut. Bagi manusia biasa sepertiku, tumbuhan itu sangatlah berguna..."

"Sepertinya kalian sedang mencari Nico Robin ya? Tapi baru saja anak buahku melapor padaku kalau mereka sudah berhasil menangkapnya..."

"Eeh!?"

"Kalian para pemakan buah iblis, terutama yang menjadi bajak laut selalu saja terlalu percaya diri dengan kekuatan kalian, tak begitu mempedulikan apa yang ada di sekitar kalian, memanfaatkan titik lemah itu adalah strategi yang bagus. Aku menyebutnya sebagai... Strategi Penyerangan dengan Memanfaatkan Tumbuhan Laut!!"

"Hahaha!! Dan masih banyak lagi kejutan-kejutan yang ada di Pulau ini, dan pengguna kekuatan buah iblis tak punya kesempatan untuk bisa melawannya!!"

"Hahaha!!" Komei kembali tertawa, "Generasi terburuk? Orang-orang yang hanya mengandalkan kemampuan mereka tak akan berdaya menghadapi strategi yang sudah diperhitungkan matang-matang!! Aku akan menangkap kalian semua sebelum hari mulai gelap!!"

"Pulau ini adalah tempat yang telah diberkahi oleh dewa laut dengan kemampuan untuk menghabisi para pengguna buah iblis!!! Pulau kabut, Nebulandia!! Hahaha!!!"

Situasi Luffy dan yang lainnya jadi buruk...

"Hei, Topi Jerami..." Foxy tak tahu harus berbuat apa.
"Uukh, penyakit antipulautakdikenalku kambuh lagi..." ucap Usopp.

"Senpai?"

Nami malah bertanya-tanya, "Kabut?"

Kembali ke sisi Komei, "Hah... Aku tak bisa mempercayainya..." ucap Komei, "Tadi aku terlalu emosi dan malah mengatakannya pada mereka, seperti bukan diriku saja..."

"Yang terpenting rencana Anda telah kita jalankan..." ucap Dojaku.
"Ya, kau benar..." ucap Komei.

"Tak ada lagi pulau seperti ini, pulau yang merupakan tempat yang sudah kucari-cari selama ini. Aku selalu berpikir, bagaimana bisa kita yang tidak memakan buah iblis, menangkap bajak laut pengguna kekuatan buah iblis yang bertingkah sesukanya? Rencana saja tidaklah cukup, kita juga memerlukan keuntungan geografis..."

"Ya, pulau ini sendiri merupakan bagian dari strategiku, aku menyebutnya sebagai... Strategi Penghilangan Kekuatan!!"

"Aku memilih tempat ini sebagai area pertarungan penentu melawan mereka, dan mereka terpancing tepat seperti yang aku harapkan..."

Kembali ke sisi Foxy dan yang lainnya, Kanshou tampak masih bingung, "Memangnya ada apa dengan laut?"

"Kami para pemakan buah iblis mendapat kekuatan khusus dari buah itu, tapi sebagai gantinya, kami akan dibenci oleh laut..."

"Dibenci!?"

"Ada yang bilang kalau buah iblis itu merupakan jelmaan dari iblis laut, jadi mereka akan melemah kalau sudah terkena air laut..." jelas Usopp. "Karena itulah kalau sampai mereka tenggelam, mereka tak akan bisa naik ke permukaan lagi..."

"Seluruh pulau ini bagaikan batu laut..." ucap Nami.
"Batu laut?"

"Batu laut adalah materi yang terbentuk oleh substansi air laut..."
"Eh!? Itu kan..."

"Misalnya saja borgol yang sering digunakan oleh Angkatan Laut..." ucap Franky, "Mereka menggunakan batu laut untuk membuatnya sehingga pengguna buah iblis kekuatannya dapat dihilangankan..."

"Eeh!? Itu artinya pulau ini sangat berbahaya!?"

"Davy Back Fight... Waktu itu ia sengaja tidak membunuh Luffy langsung supaya bisa menangkap kita semua tanpa gagal..." ucap Nami.

"Menangkap Zoro dan Sanji yang bukan pengguna kekuatan buah iblis memberinya keuntungan..." ucap Franky.

"Memangnya kenapa?" ucap Luffy, "Pria kipas bulu!! Aku tak akan meninggalkan pulau ini sampai teman-temanku kembali!!"

Luffy tetap mencoba untuk melesat dan menyerang meski sudah tahu akibatnya. Sebelum bisa memukul, tumbuhan-tumbuhan itu pun melesat dan langsung membekap tubuh Luffy.

"S-Sial!!"

"Luffy!!"

Meriam-meriam kemudian diarahkan ke Luffy dan Bamm!! Luffy ditembak hingga tubuhnya terpental jatuh ke tenah.

"Hentikan, Luffy!!" Usopp dan yang lainnya langsung berlari menghampiri Luffy.
"Jangan bertindak gegabah..." ucap Franky.

"Sial!!!" Luffy makin kesal.

"Makin bergerak, makin kita disakiti... Pulau ini pulau terburuk yang pernah kutemui..." ucap Foxy.

"Sial!!" Luffy meninju batu di sebelahnya tapi kemudian air laut malah muncrat mengenainya.

"Senpai!! Di saat seperti inilah penembak seperti kita dibutuhkan!!" ucap Kanshou.
"Ya..."

"Yosh, aku juga akan menunjukan kehebatanku...!!" Franky bersiap.

Usopp dan Kanshou melesatkan tembakan mereka, begitu pula dengan Franky, "Coup de Vent!!!"

Bhassss!!! Tembakan mereka pun sukses merobohkan satu menara batu. Namun sebagai gantinya, menara batu lainnya menembaki mereka.

Franky melindungi tubuh Usopp dan Kanshou, akibatnya mereka pun terpental dan jatuh.

"Hei!!!"

"Sial...!! Jumlah mereka banyak sekali!!" ucap Franky kesal.

"Bagaimana dengan ini? Climate Baton!!" Nami mengeluarkan beberapa gelembung berisi awan hitam dari tongkatnya. "Black Ball!!!"

Awan-awan hitam itu pun membentuk gumpalan awan besar yang siap untuk melesatkan tembakan petir. Namun, sebuah antena anti petir muncul dari salah satu menara batu dan menyerap petir itu.

"Konduktor petir!?" Nami kaget.
"Mereka tak mau membiarkan menaranya terkena sambaran petir, hah!?"

Makin lama situasi jadi makin memburuk.

"Melihat dari situasi di sini, Chopper dan Brook kemungkinan..."
"Sepertinya.."

Di pulau jamur, Angkatan Laut telah menangkap bajak laut Foxy. Bajak laut yang membantu Chopper dan Brook mencari jamur itu sudah diikat dengan borgol dan dikepung oleh pasukan Angkatan Laut.

Chopper dan Brook berhasil lolos, saat ini mereka bersembunyi di balik dedaunan bersama burung si komentator, Chuchun.

"Demi melindungi kita mereka jadi ditangkap, hiks..." Chopper menangis. "Aku harus menyelamatkan mereka!!!"

Chopper hendak menyerang para Angkatan Laut, namun Brook langsung menariknya.
"Lihat itu..." ucap Brook.

Tampak pasukan Angkatan Laut membawa borgol batu laut.
"Borgol batu laut?"

"Kalau sampai terkena borgol itu, kekuatan kita tak akan bisa digunakan... Untuk itulah, saat ini yang jadi prioritas utama kita adalah mencari jamur semangat itu!!"

Meski berat hati, Brook dan Chopper pun pergi meninggalkan mereka dengan menaiki Chuchun si burung.

"Tunggulah, kami pasti akan kembali dan menolong kalian nanti!" ucap Chopper.

Tapi akibat melihat ke arah pasukan Angkatan Laut itu, mereka jadi tak memperhatikan apa yang ada di depan. Chuchun si burung malah menabrak sebuah gunung mirip jamur.

"Gyaaah!!!" mereka bertiga pun terjatuh.

Parahnya, ternyata sesuatu yang mereka tabrak itu bukan gunung, melainkan monster raksasa berwujud jamur.

"Gyaaaaaaaaaahhhh!!!!"

Bersambung ke One Piece - Adventure of Nebulandia part 7

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.



0 Response to "One Piece - Adventure of Nebulandia part 6 special movie"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks