One Piece 789 bahasa Indonesia : Lucy!!!

One Piece chapter 789 versi teks bahasa Indonesia

Pasti penggemar One Piece menunggu chapter yang satu ini. One Piece chapter 789 telah dirilis. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks. Dalam cerita sebelumnya (One Piece 788), Trafalgar Law terjun dari taman bunga untuk menyusul Luffy. Tangan Law kini telah tersambung lagi setelah sebelumnya terpotong. Di sisi lain, Putri Mansherry menaiki Kabu dan menggunakan kekuatannya agar orang-orang telah terluka menjadi pulih kembali. Sementara itu, Viola dan Rebbeca bermaksud menghadapi Doflamingo. Tim Zoro, tim Franky dan tim Bartolomeo berusaha menghentikan sangkar burung. Kemudian, tanpa diduga para penduduk Dressrosa dan Admiral Ishou serta angkatan laut pun ikut membantu dalam menghentikkan sangkar burung. Berkat kekompakkan mereka, sangkar burung sempat berhenti sesaat. Seperti apa cerita lengkapnya? Mari simak cerita kelanjutan di One Piece di chapter 789

Penulis artikel : Admin

cover One Piece 789

Gambar cover One Piece chapter 789 adalah permintaan dari penggemar tentang Shanks si rambut merah (Akagami) bersama seekor anjing sedang duduk di teras sebuah Cafe. Shanks tampak kalem dengan pakaian jas dan kemejanya. Shanks dan si anjing sama-sama merokok. Kayanya ini termasuk iklan rokok. Yang jadi pertanyaan, apa merek dari rokok yang mereka hisap? Silahkan dijawab. :v

Penduduk Dressrosa yang sebelumnya terluka menjadi pulih lagi berkat kekuatan penyembuhan putri Mansherry. Semangat mereka pun berkobar dan ikut membantu tim Zoro, tim Franky dan tim Bartolomeo dalam menghentikkan sangkar burung. Bukan hanya penduduk Dressrosa saja yang ikut membantu, namun juga angkatan laut ikut turun tangan dalam usaha menghentikan sangkar burung. Semangat mereka bertambah ketika sangkar burung sempat berhenti sesaat.

Saat-saat yang menentukan sudah tiba. Sangkar burung masih menghimpit wilayah Dressrosa. Orang-orang yang berada di dalamnya berusaha untuk menghentikkannya.

"Tahaaaannnn... lagi!!!"

"Barusan sempat berhenti sebentar tadi.."

"Saat hampir menyentuh pusat kota"

"Akhirnya kita terbebas dari KING'S LAND!!!"

"Tank!!! Cepat!!!"

DRAP DRAP DRAP
Komandan Tank begegas berlari. Beberapa tangan menempelakan ke tembok

berusaha untuk menghentikkan sangkar burung.

"Huffttt... Raja Riku!!!" sapa Tank setelah bergabung dengan yang lain

"Komandan Tank!!!" sahut prajurit kerajaan

"Kerja yang bagus...!!!" jawab raja Riku
"Kalau tak ada kalian di sini, mungkin ribuan atau bahkan ratusan nyawa akan melayang"

"Whoaaa"
"SANGKAR BURUNG apa ini. Dasar kumpulan orang malas. Dorong terus!!" seru Franky

"Ayo!!!"

"Terus!!!"

"Dorong lagi!!!"

"Dorong terus SANGKAR BURUNG-nya!!!"

"Whuuuuaaaaaaa!!!"

Scene berpindah di tempat Rebecca.
"Sudah hentikan, Viola!" pinta Rebbeca

"Hufff... Hufff..." Viola tampak kelelahan dan sebagian wajahnya

tertutupi darah. Viola tidak putus asa dan terus menyerang

Doflamingo.

"Hiaaahhh!!!
Viola melayangkan tendangan ke Doflamingo, Namun ditangkis dengan mudah.
"Sepuluh tahun..."
"Menghabiskan waktu selama itu bersama keluargamu..."

Jari-jari Doflamingo bergerak layaknya sedang memainkan boneka.
"Kau kira aku akan ragu untuk membunuhmu, Violet...?"
"Aku takkan terpengaruh oleh kesalahan rekanku"

DONGGGG
Sejurus kemudian, Violet tak bisa bergerak. Benang Doflamingo telah mengikatnya.

"Tapi... aku takkan mengampuni pengkhianatan" lanjut Doflamingo

BRRR BRRR BRRR
Tubuh Rebecca juga terkena benang Doflamingo. Rebecca memegang pedangnya dengan kedua tangannya.
"....Oh...!!!"

Doflamingo bersiap memainkan Rebecca sebagai bonekanya.

"Viola... Tubuhku bergerak sendiri..." kata Rebecca sambil menitikkan air mata

"Hentikan!!! Jangan libatkan Rebecca!!!

"Bunuh dia...!!!" kata Doflamingo sambil menjentikkan jarinya

"Tidak, aku...!!! Apa yang kau lakukan?" teriak Rebecca.

Rebecca tak kuasa menahan tarian benang Doflamingo. Rebecca bergerak maju sambil mengacungkan pedangnya, walau sebenarnya ia tak ingin.

"Rebecca...!!!" ucap Viola sambil menangis

"Tidak...!!! Viola!!!"

Gambar peta wilayah Dressrosa. Pasukan koloseum, Bartolomeo, warga. Pusat kota. Kanjuro, Kinemon, Zoro, Fujitora, warga. Kurcaci, Franky, warga kota.

"Masuklah lebih ke dalam lagi!"

"Tidak bisa. Terlalu banyak orang"

"Astaga, sangkar burungnya sudah di depan kita"

"Sebentar lagi akan sampai ke pusat kota"

"Tahan kuat-kuat, brengsek!!!"

"Uwaaaa!!!"

Terlihat Bartolomeo, Dagama, Hajrudin, Kyros dan yang lain sedang mendorong perisai Bartolomeo guna menghentikkan sangkar burung.

"Ohhhh"
"Rebecca..."
"Dimana dia...?"

Di sebuah tebing, tampak Gatz dan bidadarinya sedang melakukan sesuatu dengan denden mushi.

"Di sini rupanya"

"Ya"

Di sisi lain tampak Zoro sedang serius. Tampak pula admiral Fujitora (Ishou)

"Kita hentikan sangkar ini!"

Terlihat wajah penuh senyum dari wajah Doflamingo. Terdengar suara entah dari mana

"Aku selamat..."

"Luka-lukaku sembuh!!!"

Putri Mansherry sedang menaiki kabu dan butiran air mata putri Mansherry masih berjatuhan.

BZTTT BZTTT BZTTT KLIK
Terlihat Gatz sedang memegang microphone. Cek cek 123 dicoba.

"Ayoo, semuanya semangat!!!" suara Gatz menggelegar
"Tinggal sedikit lagi!!!"

"Apa ini?"

"Suara siapa ini?"

"Huff hufff"

"Sang BINTANG sudah terlahir kembali!!!"

"Siapa sih... di saat seperti ini juga"

"Ah!!!" kata seseorang sambl menunjuk ke tempat Gatz

"Datangnya dari sana!!!"

"Kau... ini bukan di Koloseum" protes warga

"Sejak kapan dia berada di sana?"

"Apa yang sedang kau mulai?"

Segala bentuk protes warga, Gatz tidak mengindahkan. Ia tetap berbicara layaknya komentator di sebuah Koloseum.
"Semuanya, apa kalian sudah lupa?"
"Tidak. Tidak mungkin kita bisa lupa..."

"Hentikanlah apapun yang sedang kau mainkan!"

"Sekarang adalah masa-masa genting dimana kehancuran negeri ini jadi taruhannya"

"Meskipun bukan raja Riku"

"Hari ini kita selenggarakan turnamen Koloseum Corrida. Seperti bintang yang berkilauan"
"Untungnya kita punya satu BINTANG yang pemberani"
"Aku takkan melupakannya"

"Yang mereka maksud BINTANG jangan-jangan..." ucap Cavendish
"Aku"
"Benar kan Trafal..."

Cavendish GR dan berpikir kalau dirinya yang menjadi bintang. Trafalgar Law sudah ada di samping Cavendish. Cavendish baru menyadarinya.

"Gar Law!! Dia menghilang? Hah? Kemana dia pergi?"

"Siapapun takkan berani... menjinakkan seekor banteng pembunuh" kata Gatz sambil membayangkan Luffy sedang menaiki banteng penuh gembira
"Menaklukkan raksasa yang tingginya mencapai awan"
"Mengalahkan sang legenda hidup, Don Chinjao"
"Bukan hanya di Koloseum. Gladiator cilik ini sudah berhasil menggemparkan seluruh Dressrosa. Aku sendiri juga merasakannya"
"Selama ini, belum pernah ada pria seberani seperti dirinya"

"Aku juga sempat melihatnya lewat monitor kota"

"Aku melihatnta di Aula"

"Kalau tidak salah, namanya..."

"Dan Namanya adalah..."
"Lucy!!!" ucap Gatz penuh semangat

"Yeah!!!"

"Tapi kenapa? sebenarnya, apa yang ingin kau sampaikan?"

"Lucy!!!"

"Tidak...!!" kata Rebecca sambil bergerak maju perlahan dimainkan oleh Doflamingo
"Aku tidak mau membunuh Viola..."
"Lucy... Tolong aku!!!"
Rebecca menangis meraung-raung.

"Benar!!! Dan identitas LUCY yang sebenarnya adalah...!!!"
"Mugiwara Luffy" teriak Gatz lantang

"Eh?"

"Jadi, orang yang ada di balik topeng Lucy..."

"Selama ini, kita sudah ditipu dan dikendalikan habis-habisan oleh bajak laut. Maka dari itu, jangan pernah protes padaku jika nanti kalian mendapat masalah karena sudah mempercayai bajak laut. Akan tetapi..."
"Pada suatu malam di 10 tahun yang lalu, Doflamingo muncul sambil mengenakan topeng pahlawan"
"Namun sekarang, orang yang menyebut dirinya sendiri sabagi RAJA SEJATI itu... Kini sedang terdesak di medan tempur"

Tampak Luffy masih terbaring dan tubuhnya babak belur. Disamping Luffy, ada Law yang sedang bersandar di tembok. Gatz masih terus melanjutkan pidatonya.

"Wahai para penduduk, kalian tidak perlu khawatir"
"Sebab Lucy telah menjanjikan kita satu hal"
"Yang dia janjikan adalah..."
"Meng-K.O. Doflamingo pada satu serangan berikutnya"

"Uwaaaa!!!" teriak para penduduk Dressrosa kegirangan

"Haha!!! Dasar sombong" kata Don Chinjao sambil mendorong pelindung Bartolomeo menggunakan kepalanya yang dilapisi haki.

"Meski begitu, kita tetap harus bertahan...!!! Cepatlah Luffy" kata Zoro

"Hebat!!!"

"Lucy!!!"

Sorak sorai para penduduk Dressrosa akan janji dari Luffy untuk mengalahkan Doflamingo.

"Apa kau sudah dengar, Doflamingo..? Kau yang pernah memperlakukan raja Riku seperti boneka dan mengacaukan Dressrosa"

Doflamingo memandang ke arah Gtaz dan Gatz balik memandangnya.

"Kau yang tinggal disini... Sebagai penguasa palsu. Inilah..." kata gatz

"Gatz" ucap Doflamingo geram

"Panggung eksekusimu!!!" tegas Gatz sambil menuding ke arah Doflamingo.

Terdengar suara samar-samar.
"Aku sudah mengerti. Kalau begitu, ikutlah denganku dan menjauhlah Viola-sama juga Rebecca"

"Uooooohhhh!!!"

Para penduduk Dressrosa berjingkrak penuh gembira.

"Bintang koloseum kita"
"Yaitu Lucy, akan segera kembali"
"Dan sisa waktu hingga dia kembali adalah..."
"SEPULUH DETIK!!!"

"Urgh!!!"
BRUAKKK Tiba-tiba Hajrudin jatuh.

"Eeeh?"

"Aaah!!! Hajrudin!!!"

"Dagama!!!"

Dagama pun ikut jatuh.

"Apa..." kata Robin

"Waktu penyembuhannya habis" kata Leo

"Ideo!!!"

Ideo pun ikut tumbang pula.

"8 detik lagi!!!"

"Ada apa?"

"Padahal mereka tadi baik-baik saja"

"Uwaaaaahhhh!!!"

"Teardelion takkan mempan untuk kedua kalinya pada orang yang sama"

"Maaf, aku benar-benar minta maaf" kata putri Mansherry
"Kekuatanku masih belum cukup"
"Aku ini memang orang yang jahat, karena sudah memberi harapan palsu pada mereka semua..."

"B-bukan!! Bukan!!! Jika bukan karena Teardelion Anda, maka pasti sat ini sudah lebih banyak korban yang berjatuhan akibat sangkar burung itu!!!" hibur Kabu
"Anda sudah mempersembakan keajaiban pada mereka. Itu semua sudah cukup. Sisanya kita serahkan pada Luffyland saja"
"Aku yakin dia pasti bisa melenyapkan sangkar ini untuk kita semua"

"6..!!!"

"Panggil lebih banyak orang kemari!!!"

"Ganti mereka yang sudah tumbang!!!"

"Bertahanlah sekuat tenaga!!!" teriak Sai

"5!!!"

"Setidaknya, sampai Lucy berhasil melenyapkan sangkar ini"

"4!!!"
"Aku bisa mendengarnya dari bawah sana"
"Semuanya juga tengah memanggil sang bintang"

"Lucy!!!"

"Lucy!!!"

"Lucy!!!"

Luffy mulai bangkit.

"3 detik lagi!!!"

Para penduduk Dressrosa mengangkat tangannya dan jarinya menunjukkan angka tiga.

"2!!!"

SERRRR
Tiba-tiba mulut Gatz berlumuran darah. Ternyata itu adalah ulah Doflamingo. Menusuk Gatz dengan awakening benangnya.

"Gatz-san!!!" teriak bidadari pendamping Gatz terkejut

Sementara itu, dibawah sana terdengar alunan serentak para penduduk Dressrosa memanggil sang bintang, Lucy.

"Lucy!!!"

"Lucy!!!"

"Lucy!!!"

"Lucy!!!"

"1!!!"

"Lucy!!!"

Sudahi semua ini..." ucap Doflamingo geram

"0!!!"

WOAHHHHH!!!!

"Mati kau, Doflamingo... Bintang kami, Lucy akan" batin Gatz dan mulai roboh karena terkena serangan Doflamingo.
"Menumbangkanmu dengan satu serangan!!!"

"Tolong menyingkarlah Viola-san!!!" ucap Rebecca

"Tutup matamu, Rebecca!!!" perintah Viola
"Kau tak perlu menyaksikan ini. Ini adalah mimpi buruk, jadi lupakan semuanya, apapun itu!!!"

Rebecca menangis sejadi-jadinya dan tangannya menarik pedang ke belakang untuk menebas Viola.

"Aku takkan membencimu karena ini" lanjut Viola dengan air mata berderai
"Jadi, lupakan saja semua ini, oke. Bukan kau yang salah"

"Tidaaaaaak!!!" teriak Rebecca sambil mangayunkan pedangnya untuk memenggal Viola.

"Maafkan aku, Rebecca" batin Viola.
"Maaf karena sudah menorehkan luka yang besar di hatimu"
Viola menutup matanya dan pasrah bahwa dirinya akan ditebas oleh keponakannya sendiri, Rebecca. Rebecca sudah berada persis di depan Viola. Tangannya masih mengacungkan pedangnya dan...

BLETAK...
Tiba-tiba Luffy yang ada di depan Rebecca. Pedang Rebecca mengenai kepala Luffy dan pedangnya pun patah.

"Uooooooohhhhhhh!!!!"

Sang bintang telah bangkit kembali. Rebecca terkejut ternyata pedangnya bukan mengenai Viola melainkan Luffy. Itu adalah ulah Law. Dia menggantikan Viola menjadi Luffy.

"Mugiwara!!!" teriak Doflamingo geram

"Wu... Fwiii...!!!" Rebecca menangis meraung-raung hingga tak bisa menyebut nama Luffy dengan benar.

"Maju!!!" kata Law

"Dia sudah kembali!!!" teriak Gatz melalui denden mushi dan didengar oleh seluruh penduduk Dressrosa.
"Lucyyyyyy!!!!"

Senyum sinis tersungging dari wajah musuh terakhir, Doflamingo. Luffy telah bangkit lagi. Akankah Luffy menggunakan jurus GEAR 5 untuk satu serangan terakhirnya kepada Doflamingo? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 790.


Chapter 789 END

My partner : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


baca online One piece chapter 789
download One piece chapter 789

 
Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece 789 bahasa Indonesia : Lucy!!!"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks