One Piece chapter 803 : Mendaki sang gajah

One Piece chapter 803 versi teks bahasa Indonesia

One Piece chapter 803 telah dirilis. Seperti biasanya, admin menuliskan ceritanya dalam bentuk versi teks dan menyediakan file RAR untuk sobat yang ingin mendowload. Dalam cerita sebelumnya (One Piece 802), Luffy dkk menumpang di kapal Bhartolomeo. Ternyata bajak laut Barto Club tidak memiliki navigator. Ketika mereka menghadapi suatu masalah di lautan, mereka menelpon neneknya untuk meminta solusi. Sungguh luar biasa bajak laut Barto Club bisa bertahan di lautan tanpa adanya navigator di kapal mereka. Sementara itu, muncul tokoh baru yaitu Edward Weeble dan Miss Bucking. Edward Weeble mengaku sebagai anak dari Edward Newgate (Shirohige) dan Miss Bucking mengaku sebagai istri Shirohige. Edward Weeble merupakan salah satu dari Royal Shichibukai. Seperti apa kelanjutan kisahnya, mari simak cerita One Piece di chapter 803.

Penulis artikel : versiteks.com

Cover One Piece chapter 803

Gambar cover One Piece chapter 803 adalah tentang Franky yang sedang berlomba melawan seekor hiu.

Bhartolomeo dan para krunya bersorak kagum saat sampai di salah satu kaki Zou. Mereka kagum bukan karena melihat besarnya kaki itu, melainkan karena di sana tampak Thousand Sunny yang sudah terparkir, terikat dengan rantai.

"Wooooooooooow~~!!!"
"Diam!!!" bentak Zoro.

"Tapi... Tapi...!! Kapal indah dan penuh kehormatan yang membawa tubuh suci kru Topi Jerami mengarungi lautan...!! Thousand Sunny Go-senpai!! Terima kasih...!! Terima kasih...!!"

"Jangan memujanya begitu!!" ucap Usopp.

"Syukurlah, mereka benar-benar sudah sampai Zou..." ucap Robin.
"Kelihatannya mereka berhasil lolos dari Big Mom tanpa banyak masalah... Juga kelihatannya tak ada bagian luar kapal yang tergores..." ucap Franky.

"Hei...!!" Luffy berteriak-teriak dari kapal Bhartolomeo, "Sanji...!! Nami...!! Chopper...!! Brook...!! Momo...!! Ah... Dan si Gas itu..."

Tak ada yang menyahut. "Tak ada seorang pun di sana.." ucap Luffy.
"Jadi mereka sudah pergi ya?"
"Yosh, kalian semua bersenang-senanglah tanpa aku..." ucap Usopp.
"Kau juga harus ikut!!" bentak Zoro.

"Senpai-Senpai!! Apa kalian yakin semuanya sudah siap!?" Bhartolomeo berpamitan, "Sebenarnya aku ingin sekali berpetualang dengan kru Topi Jerami, dan melihat mereka beraksi dengan mata kepalaku sendiri, tapi aku tak mau menghalangi jalan suci kalian!! Jadi sampai jumpa lagi ya!!"

Akhirnya perpisahan benar-benar terjadi. Luffy dan yang lainnya telah kembali ke Thousand Sunny sementara Bhartolomeo dkk pergi perlahan menggunakan kapal mereka. Mereka menangis, "K-Kami berjanji tak akan membuat malu nama Topi Jerami!! Dan sebagai anak buahmu, aku berjanji akan menjadi lebih kuat lagi!! Jadi kalau kalian butuh bantuan, aku pasti akan datang lagi, untuk mendapat empat tandatangan lagi yang belum!! Suatu kehormatan bisa bersama-sama kalian!!!"

Luffy dkk tak peduli sama sekali dan malah sibuk melihat Kanjuurou yang sedang menggambar.

"Kami dikacangin!!!!" ucap kaget Gambia.

"Tapi kami tetap senang!!!" ucap Bhartolomeo dan kru lainnya.

Kanjuurou menggambar sesuatu untuk naik ke atas punggung gajah itu.
"Apa itu cacing?"
"Mungkin itu ular.."
"Tapi ada kakinya, apa itu kadal?"

Akhirnya Kanjuurou selesai menggambar, "Munculah, Naga Naik!!!"

Ternyata Kanjuurou menggambar naga, meski yah, seperti biasa gambarnya acak-acakan.
"Aku kasihan sama mahluk jelek itu..."

Robin melihat dengan ekspresi datar dan pipi yang memerah, dan dalam hati berkata, "Imut sekali..."

"Yosh!! Ayo naik ke naganya!!!" seru Kanjuurou.
"Tunggu, naganya nggak terbang ya???"

Yah, ternyata naga itu bukannya terbang namun malah merayap di kaki si gajah.
"Hahaha, ayo maju!!!" Luffy bersemangat.

"Oh iya, sampai jumpa ya, Lomeo!!!" seru Luffy. "Terima kasih sudah mendukung kami!!!"

"Eeh!? Apa dia baru saja memanggil namaku??" pikir Bhartolomeo.
"Hebat sekali, Boss!!!" seru anak buah Bhartolomeo.

"T-Tidak, kamilah yang harus berterima kasih!!" ucap Bhartolomeo, "Kalian berhati-hatilah!!!"
"Ya, kalian juga!! Sampai jumpa lagi ya!!" ucap Luffy.

Dan begitulah, kru Topi Jerami naik ke atas Zou dengan menunggangi Naga merayap yang kelihatannya kasihan sekali.

Di Grand Line, Markas Utama Tentara Revolusi, Vertigo...

"Dragon-san!! Unit kita di seluruh dunia muncul dengan kemenangan!!" lapor salah seorang pasukan revolusi.

Monkey D Dragon, pemimpin mereka tampak sedang membaca koran. "Beritanya terus membicarakan tentang kekalahan keluarga Doflamingo, juga tentang keterlibatan kita pada negara-negara penyelundup senjata ilegal..."

"Kondisinya sudah berbalik, tapi katakan pada mereka untuk tidak puas dulu!! Pemerintah Dunia pasti tak akan diam saja, dan Chiper Pol dalam beberapa tahun ini kekuatannya terus meningkat! Kita harus berhati-hati..."

"Ya Pak!!"

"Dragon-san! Senjata yang kita ambil dari Dressrosa kelihatannya mengandung semacam baja langka!" lapor anggota revolusi, Koala.

"Baja?"

"Apa kau pernah mendengar tentang Baja Wine?"

"Yah, negeri yang memiliknya jumlahnya terbatas, tapi siapa tahu, mungkin kita akan bisa menemukan siapa yang sebenarnya ada di balik ini semua.." ucap Koala.

"Ini adalah berita bagus, kita juga berhasil mendapatkan kembali orang-orang kita yang hilang di Dressrosa, kau sudah bekerja dengan baik.." ucap Dragon.

Koala jadi tersipu malu, "Ehehe, tentu saja tidak, Sabo-kun dan Luffy-kun juga ikut membantu..."


"Apa Robin baik-baik saja? Berarti rumor kalau dia ditangkap di Sabaody itu palsu..."
"Tentu saja! Robin-san masih hidup dan baik-baik saja..." ucap Koala. "Lalu apa Anda tidak penasaran dengan kabar Luffy-kun??"

"Ah... Aku sudah cukup mendengar tentangnya..."
"Oh... Jadi Anda sudah mendengarnya dari Sabo-kun ya..."

Di luar markas, tampak Sabo yang sedang berlatih menggunakan kekuatan apinya, bersama beberapa anggota Pasukan Revolusi yang menyorakkan dukungan dari belakang.

"Ngomong-ngomong, Koala..."
"Ya?"

"Kita membutuhkan bantuannya..." ucap Dragon. Ia kemudian meminta pada Koala, "Kumpulkan seluruh pemimpin Pasukan Revolusi!!"

"Ya... Eeh!?" Koala kaget, "Kita akan mengumpulkan orang-orang aneh itu lagi!?"

Di Lautan Dunia Baru, Kapal Bajak Laut Kurohige...

Terdengar suara denden mushi, lalu seseorang mengangkatnya.

"Halo, Ini Laffitte... Apa itu kau, Burgess!? Kami jauh-jauh pergi ke Dressrosa tapi kau tak ada di sana.."

"Ya, maaf..." ucap si penelpon, Burgess.

"Heh, si kurang ajar itu masih hidup ternyata.." ucap pria yang berdiri di sebelah Laffitte, Kapten Divisi 2 Bajak Laut Yonkou Kurohige, Shiryuu si Hujan.

"Aku tak bisa menghubungimu karena selama ini aku tak sadarkan diri..." ucap Burgess.
"Jadi di masa kau saat ini... Lokasimu?" tanya Laffitte, Kapten Divisi 5 Bajak Laut Yonkou Kurohige, Laffitte si Sherriff Iblis.

"Aku... Semua yang ada di sekitarku putih... Pulau... yang Putih..." ucap Burgess. "Aku menyembunyikan diriku dengan menyusup di sebuah kapal. Tolong beritahu Kapten Teach kalau dia akan bisa mendapatkan banyak senjata kalau menyerang tempat ini..."

"Ini Kapten Teach... Berapa kali harus kukatakan ini padamu..."

"Pastikan untuk membawa Doc Q juga, aku sedang berjuang melawan luka-luka ini...."
"Sudah cukup!! Katakan yang jelas di mana kau berada!!" ucap Shiryuu.

"Aku tak tahu tempat ini namanya apa, tak ada yang tahu ini di mana, ikuti saja vivre cardku!! Karena Dragon.. dan Sabo yang menjijikkan itu ada di sini juga!! Aku menemukannya!! Markas Pasukan Revolusi!! Weehahaha..."

Ternyata Pulau yang didominasi warna putih tempat Burgess berada saat ini adalah pulau tempat markas Pasukan Revolusi berada.

Dunia Baru, Pulau Kalai Bali, Jalan Buggy...

"Pimpinan Buggy!!!"
"Ngyahahahah!! Ada apa!?"

"Denden mushinya terus saja berdering untuk permintaan pengiriman!!"
"Saat ini senjata dari Doflamingo sudah tak ada lagi!! Kebutuhan bajak laut meningkat!! Pasar sekarang menjadi milik kita, pak!!"

"Gya--hahahah! Begitu ya... Orang-orangku, kali ini berarti giliran kita!! Pergi mengamuklah dan kembali dengan membawa emas!!!"

Bajak Laut Buggy, Perusahaan Kiriman, Buggy's Delivery.

"Tindakan kalian akan mendapat persetujuan dariku, Sang Shichibukai yang agung, Buggy-sama!! Gyahahaha!!!" ucap Buggy, Pimpinan Bajak Laut Buggy, Perusahaan Kiriman, Buggy's Delivery, Buggy si Pelawak Jenius.


"Buggy!!! Buggy!!!" orang-orang di bawah sana meneriakan namanya.

Sementara itu di belakangnya, tempat anggota elit Buggy, Mr.3, Alvida, dan yang lainnya..

"Pimpinan Buggy!! Kami mendapat informasi kalau tentara kelas S kita, Hajrudin telah menggundurkan diri...!!"

"Oh? Yah... Kita masih punya empat lagi kan, jadi itu bukan masalah..." ucap Buggy.
"Kelimanya mengundurkan diri, Pak!!"

"Apa!?" Buggy kaget. "Mereka adalah sumber emas kita!! Kenapa mereka melakukan sesuatu seperti ini!? Kenapa!?"

"Uh... Sepertinya kau tak akan mau dengar alasannya, Pak..."
"Katakan padaku!!!" bentak Buggy.

Kembali ke Zou,di punggung gajah raksasa yang tinggi menjulang awan, dikatakan kalau pulau itu tumbuh subur...

Luffy dan yang lainnya menunggangi sesuatu dan mendaki di salah satu kaki gajah itu..

"Aku capek!! Tinggi sekali, ini menakutkan!!" ucap Usopp.
"Jangan bilang begitu... Dia juga bekerja keras!!" ucap Luffy.

Yah, gambar-gambar yang Kanjuurou buat memang selalu terlihat kelelahan dan ngos-ngosan, kasihan sekali. Sementara dalam hati, Robin terus mengaguminya dengan wajah malu-malu, "Imut sekali..."

"Aku masih belum melihat puncaknya... Apa Sanji dan yang lainnya benar-benar sudah sampai di atas sana ya?"

"Oh iya, kenapa kalian mau pergi ke Zou? Kinemon, Kanjuu, Law!!"

"Benar juga... Sepertinya kami harus memberitahu kalian apalagi kalian adalah penolong kami..." ucap Kinemon. "Tapi kumohon, pertama-tama tunggu sampai kita sampai dulu.."

"Ya... Kami meninggalkan Negeri Wano dan memutuskan untuk pergi ke Zou, kami ingin tahu apakah Momonosuke baik-baik saja dan... Kami ngin menemukan teman kami yang sudah kehilangan kontak di lautan, Raizou si Ninja.. Dan melihat apa dia juga baik-baik saja..."

"Eeeh!? Ninja!?" Luffy dan Usopp melihat dengan tatapan berbinar-binar.
"Apa!?"

"Ya, benar sekali..."

Sementara Luffy menatap Kinemon dengan mata berbinarnya, sesuatu jatuh dari atas langit.
"Luffy!!! Sesuatu terbang jatuh ke arahmu!!!"

"Eeh!?"

"Whoaaa!!! Apa itu!!!!??" jerit Luffy.

Sesuatu datang mengarah ke Luffy dkk yang sedang memanjat kaki gajah. Musuh seperti apa kali ini yang akan dihadapi oleh Luffy dkk?
Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 804.


Chapter 803 END

My Partner Blog : Gemza
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 803
Download One piece chapter 803


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 803 : Mendaki sang gajah"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks