One Piece chapter 813 - Undangan pesta minum teh

One Piece chapter 813 versi teks bahasa Indonesia

Gambar cover One Piece chapter 813 adalah cerita kecil tentang laki-laki seharga 500 juta belly volume tujuh dengan judul 'Twin cape - Laboon's having a whale of a time'. Dari dek dunia, kali ini cerita tentang Laboon si paus yang ada di Tanjung kembar, tepatnya di pintu masuk Grand Line. Dari gambar cover tersebut, terlihat Laboon dan Crocus sedang bahagia. Hal itu pasti karena poster buronan Soul King Brook walaupun dalam gambar tidak tampak ada poster Brook. Mengingat bahwa dulu, Brook dan Laboon berjanji akan saling bertemu lagi. Di kelapa Laboon masih terdapat lukisan jelek buatan Luffy sebagai simbol perjanjian bahwa mereka adalah rival. Saat Luffy membuat lukisan tersebut, Luffy mengatakan kepada Laboon jangan membenturkan lagi kepalanya ke Red Line karena bisa merusak sinbol tersebut. Sejak saat itu, Laboon tidak lagi membenturkan kepalanya dan Crocus (sang mantan dokter di kru raja bajak laut Gol D. Roger) menjadi senang karenan sekarang, Laboon menjadi tenang.

Cover One Piece 813

Penulis artikel : versiteks.com

Kru Topi Jerami yang ada di tempat itu langsung kaget saat mendengar undangan tiba-tiba dari Capone Bege.

"Pesta teh!?" ucap Nami kaget.
"Pernikahan Sanji!?"

Sanji sendiri saking syoknya sampai tak berkata apa-apa. Entah yang mana yang membuatnya kaget, fakta bahwa ia diundang untuk menikah, fakta soal diketahuinya keluarga aslinya, atau malah keduanya...

"Ini ambillah..." Capone Bege menyerahkan surat undangan yang di dalamnya tertera:

Mempelai pria, putra ke-3 keluarga Vinsmoke, Sanji
Mempelai wanita, putri ke-35 keluarga Charlote, Purin

"Kenapa baru sekarang!?" ucap Sanji.
"Mana kutahu urusan keluargamu..." ucap Capone Bege.

"Sanji... Vinsmoke!?" Brook kaget. "Nama itu bikin merinding tulang belakangku... Tapi... Tunggu, mustahil... Ini..."

Sanji malah membakar surat undangan itu dan melemparnya ke lantai. "!?" Capone Bege marah sambil menginjak-injak kertas yang terakar itu, "Apa-apaan ini, hah!? Mau membakar kastilku ya!?"

"Hei Sanji... Ada apa ini sebenarnya!?" tanya Nami. Ia dan Chopper sama-sama masih terikat. "Apa kau benar-benar akan menikah!?" Chopper seolah tidak percaya.

Tak hanya mereka, Sanji pun tampak tidak menyukainya. "Siapa yang memberi mereka izin untuk melakukan hal seperti ini, hah!?"

"Yah, bagaimanapun mereka adalah keluargamu..." ucap Capone Bege. "Tapi siapa sangka kau itu berasal dari Keluarga Vinsmoke, mereka pasti orangtua yang buruk, hehehe... Bawakan aku wine lagi!"

"Baik Pak!!"

"Keluarga... Sanji?" Nami bertanya-tanya. "Kalau dipikir-pikir..."

Nami teringat ketika Sanji tahu soal Noland yang berasal dari North Blue. "Kau tahu tentang dia?" tanya Nami waktu itu, "Tapi dia itu kan berasal dari North Blue..."

"Yah, aku lahir di North Blue..." ucap Sanji.

Mereka bertemu di East Blue, tapi aslinya Sanji lahir di North Blue.

"Whoah, aku baru tahu itu, kupikir kampung halamanmu di sekitaran East Blue..." ucap Usopp waktu itu.

"Yah, aku tumbuh dewasa di East Blue, tapi sudahlah itu bukan masalah..."

Kembali ke masa sekarang, "Kami bertemu Sanji di East Blue, tapi dia memang bilang kalau dia itu lahir di North Blue." ucap Nami. "Memang kupikir waktu itu agak aneh..."

"Tapi, Nami-san..." ucap Brook, "Kalau mau pergi dari North Blue ke East Blue, seseorang harus melewati Red Line kan..."

"Ya aku tahu..."

"Itu bukan sesuatu yang mudah kan, harus menyeberangi lautannya juga..." ucap Brook, "Dari keluarga macam apa sebenarnya Sanji berasal?"

"Dan Hei, Charlotte itu nama belakang Big Mom..." ucap Caesar, "Dia mau dinikahkan dengan putri Big Mom!?"

"Eeeh!? Sanji akan menjadi anggota keluarga Yonkou!?" ucap Chopper kaget.

"Dan kalau dia benar-benar menikah, kalian akan menjadi bagian dari Bajak Laut Big Mom, atau paling tidak berada di bawah perintahnya..." ucap Caesar.

"Eeeh!?"

"Sudah cukup, aku tak merasa kalau aku berkewajiban untuk pergi..." ucap Sanji. "Ini aneh, aku disuruh menikah dengan perempuan yang bahkan belum pernah aku temui? Dan mana mungkin Topi Jerami sudi berada di bawah perintah kalian!! Kapten kami bukan tipe orang yang mau diperintah orang lain..."

"Kapten kami adalah orang yang akan menjadi Raja Bajak Laut.." ucap Sanji. "Kau cuma mau mengatakan itu saja, kan? Sudah ambil saja Caesar dan biarkan kami pergi..."

"Eeeh!?" Caesar kaget.

"Kurasa kau sudah salah paham..." ucap Capone Bege. "Aku hanya menunjukkan surat undangan padamu, tapi aku tak butuh jawaban Yes atau No darimu, apa pun yang kau katakan saat ini kalian berada di dalam tubuhku... Jadi kalian akan melakukannya sesuai yang kuperintahkan, kalian semua akan ikut bersamaku menemui Mama..."

"Mungkin kau tak merasakannya, tapi saat ini kita sedang berjalan..." ucap Capone Bege. Dan memang benar, dari luar tampak kalau tubuh Capone Bege berjalan.

"Gyaaahhh!!!" Caesar menjerit, "Dia akan membunuhku!! Tolong izinkan aku pergi!!!!!"

"Boleh saja kalau kau mau melawanku, tapi jangan lupa kalau saat ini kalian berada di zona kekuasaanku..."

Di dalam kastil itu, Capone Bege dapat mengendalikan segalanya. Bahkan meja tempat Sanji berada pun dapat ia kendalikan untuk menyerangnya.

"Kyaaaa!!!" Nami tenggelam di lantai.
"Waa!! Nami tenggelam!!" teriak Chopper.

"Nami-san!!!"

"Semua yang ada di kastil ini berada di bawah kendaliku..." ucap Capone Bege. "Seperti yang kau lihat, aku tak perlu menyakitimu supaya kalian mau datang ke pesta teh mama, inilah cara kerja di Dunia Baru..."

"Nyororo!! Benar sekali..." ucap salah satu rekan Capone Bege, pria yang waktu itu menangkap Nami, konsultan Bajak Laut Firetanks, Whit si Strange Gun.

"Mama paling benci saat ada kue pahit dan tamu yang absen di pesta teh... Tapi kalau kau memang tak mau datang, yah, kau dapat menangis sesukamu tapi hasilnya sama saja. Suka tidak suka kalian tetap harus datang, bahkan ada yang bilang dewa pun akan hadir kalau mama mengundangnya..."

"Tapi tentu saja, kau dapat berusaha sebisanya untuk menolaknya, tapi biar kuberitahu kau satu hal..." Whit berbisik pada Sanji, dan mendadak ekspresi Sanji berubah.

Sanji lalu berkata, "Bagaimana... Kau bisa tahu..."

"Pertanyaan yang lucu sekali..." ucap pria berlidah panjang itu lagi.

"Kau pikir kami siapa? Tuan kami adalah Yonkou..." ucap Capone Bege. "Kalau dia mau seseorang mati, maka orang itu akan mati. Tak perlu intimidasi, tiap kali kami bicara dengan seseorang artinya nyawa seseorang itu sedang dalam bahaya, dan kalau kau ingin bertahan tanpa berdiri di bawah kekuasaan orang lain, maka sebaiknya kau tidak melawannya..."

"Sanji-san, apa kau baik-baik saja!?" tanya Brook khawatir, "Apa yang dia katakan padamu!?"

Sanji tak menjawab dan malah meminta, "Berikan aku kertas dan pulpen..."

"Mau meninggalkan pesan untuk Topi Jerami ya? Oke..." Capone Bege pun memberikannya. Sanji kemudian menulis pesannya di kertas itu, lalu memberikannya pada Nami sambil berbisik, "Tolong berikan ini pada Luffy dan yang lain.."

"Nami-san, Chopper, Brook..."
"Eh?"

"Kumohon, percayalah padaku, aku tak mau menyembunyikannya dari kalian.." ucap Sanji.

"Tapi aku tak menyangka kalau sesuatu dari masa laluku akan datang seperti ini, aku harus pergi dan mengakhiri semua ini!!"

"Eh.. Kau bilang... Kau harus pergi...?"

"Aku merasakan aura yang kuat dari luar, pasti asalnya dari Suku Mink!!" Sanji terus berbisik pada Nami, Chopper, dan Brook. "Apa kalian sudah siap? Semoga kalian baik-baik saja.."

"Sekarang!!!!!"

Tiba-tiba saja Sanji menendang Brook, Chopper, dan Nami sekaligus keluar dari kastil itu.
"Whoaaaaahhhh!!!!!"

"Waaa!!! Dia membiarkan teman-temannya kabur tapi aku ditinggalkan!?" Caesar menjerit.

"Kurang ajar....!!" Capone Bege marah. Namun saat ia hendak menyerang, Sanji langsung menodong Caesar dengan postol yang ia ambil dari salah satu anak buah Capone Bege, menjadikannya sebagai sandera.

"Eeeh!?"

"Jangan bergerak atau aku akan meledakkan otak si jenius ini!!!"

"Sekarang aku sudah mulai mengerti!!" ucap Sanji, "Aku tahu kau tak akan berani membunuhku!! Kau juga bilang kalau tak perlu sampai merantaiku, kan? Lalu tulisan Only Alive yang ada di Poster itu!! Itu karena kalau aku mati seseorang akan marah, kan!?"

"Orang yang membuat poster seperti itu, orang yang sama dengan orang yang sudah mengatur pernikahan ini!!"

"Sial, kita harus keluar dan menangkap mereka kembali!!" ucap salah seorang anak buah Capone Bege.

"Kubilang jangan bergerak!! Bukankah sudah kuperingatkan!? Ada orang yang membackingku, dan kalian tahu siapa, kan!? Aku akan ikut ke pesta teh sialan kalian itu untuk mengurus ini semua tapi jangan libatkan teman-temanku!!"

Capone Bege pun menyetujuinya, "Kalian semua jangan ada yang bergerak.."
"T-Tapi, Pak..."

"Saat ini di luar sana... Ada monster...!!"

Capone Bege menyadarinya. Saat ini di luar tubuhnya, seseorang sudah berdiri di belakangnya, monster yang meski terluka namun tetap mengerikan, Sang Raja Malam, Nekomamushi.

"Master, sebaiknya jangan banyak bergerak dulu!!" ucap suku Mink.
"Kalian siapa? Kenapa Pekoms terluka seperti itu?"

"Kami teman-temannya, dia dikhianati oleh rekan bajak lautnya!!!"

Nami, Chopper, dan Brook yang sudah keluar masih berharap Sanji menyusul, "Sanji-kun!! Ayo keluar, kenapa kau masih ada di sana!? Kumohon beritahu apa yang sebenarnya terjadi!!"

"Ayo sama-sama kita tunggu Luffy-san!! Ayo keluar!!"

Sanji malah menjawab dari dalam kastil itu sambil tersenyum, "Ini adalah masalahku, tapi percayalah aku pasti akan kembali, sampaikan salamku pada mereka ya..."

"Sanji...!!"

"Tank Kastil!!!!" Capone Bege mengubah kakinya menjadi roda Tank, mirip seperti Franky dan kemudian berlari kabur.

"Sanji!!!"
"Sanji-kun!!!!"

Wanda berusaha untuk mengejarnya, tapi, "Nami!! Chopper!! Kenapa kalian tidak mengejarnya!?"

"Percuma saja, Wanda-san..." ucap Brook.
"Tulang belulang!?"

"Meskipun kita berhasil mengejarnya..." ucap Brook sambil menangis, "Aku merasa kalau dia tidak akan mau kembali..."

Di surat Sanji tertulis:

Orang-orang sialan,

Aku mau pergi menemui wanita dulu,
Tapi aku akan kembali lagi

Sanji


Disaat mereka baru akan berkumpul kembali, sekarang mereka harus mengucapkan kalimat perpisahan lagi. Apakah Sanji tidak akan kembali lagi ke kru Mugiwara? Dan apa yang direncanakan oleh Sanji dengan menyetujui untuk menghadiri undangan pesta teh dari Big Mom? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 814.

Chapter 813 END

My Partner Blog : Gemza, Versi teks, Mangaku
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 813
Download One piece chapter 813


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 813 - Undangan pesta minum teh"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks