One Piece chapter 820 - Anjing dan kucing yang memiliki sejarah

One Piece chapter 820 versi teks bahasa Indonesia

Gambar cover One Piece chapter 820 adalah kelanjutan cerita kecil tentang laki-laki seharga 500 juta belly volume tiga belas. Dari dek dunia, cerita kecil kali ini tentang kerajaan Torino. Kerajaan tersebut dihuni oleh makhluk yang terlihat primitif namun modern dalam bidang pengobatan serta didiami oleh burung raksasa. Chopper pernah diterbangkan ke kerajaan ini oleh Bartholomew Kuma pada saat kekalahan telak kru Mugiwara di pulau Shabondy sebelum time skip 2 tahun. Sebelum kedatangan Chopper, burung dan suku Torino tidak akur. Berkat keberanian Chopper untuk berbicara dengan burung-burung raksasa, akhirnya mereka hidup damai. Dalam cover One Piece 820, terlihat dua orang anak dari suku Torino mengenakan topeng yang mirip dengan Chopperman. Sedangkan suku Torino dewasa membaca koran tentang berita Chopper. Tidak ketinggalan pula, sang burung pun memperhatikan koran. Mereka bersuka-cita sebab mendapat kabar tentang Chopper. Salah satu anak suku Torino memegang poster buronan Chopper. Tidak jauh dari situ, terdapat tas medis yang bertuliskan ''Chopper's Medication'' dan terdapat pula bangunan untuk keperluan kesehatan dengan tulisan ''Tanukichi Drug Store''. Di kerajaan Torino, Chopper dipanggil dengan nama Tanukichi sebab mirip cerpelai atau rakun.

Yups, silahkan disimak kelanjutan cerita petualangan Luffy dkk di One Piece chapter 820. Selamat membaca.

Cover One Piece 820

Penulis artikel : versiteks.com


Setelah cukup lama, akhirnya Nekomamushi menyadarinya, "Aha!! Ternyata topi jerami itu memang terlihat familiar!!" ucapnya.

"Inuarashi juga mengakatkan hal yang sama!! Apa kalian semua kenal dengan Shanks!?" tanya Luffy, lalu Inuarashi menjawab, "Yah, Neko dan aku, unuk beberapa waktu pernah berada di kapal Roger..."

Luffy kaget, "Apaaaa!? Kalian berdua juga merupakan kru Raja Bajak Laut!?"

"Yah, bisa dibilang seperti itu, lebih tepatnya kami berada di kapal sebagai bawahan Yang Mulia Oden." ucap Inuarashi. "Kami juga pernah berada di Kapal Moby Dick Shirohige."

"Eeh!?" Ussop kaget.

"Jadi saat ia pergi dengan Roger, kami ikut menemaninya..."

"T-Tunggu sebentar!!" Ussop masih kaget, "Shirohige!?"

"Waktu itu, kami belum setua ini dan tidak lebih penting dari anak baru seperti Shanks dan Buggy.."

"Hei tunggu!! Tunggu!! Aku tak bisa mengikuti semua info ini!!" ucap Usopp. Sebuah info yang benar-benar membuat kru Topi Jerami kaget dan kaget lagi secara berturut-turut.

"Yah, tapi kami berdua tak ikut menemani Roger sampai di Raftel..." ucap Nekomamushi.

"J-Jadi..." Usopp mengeluarkan catatan untuk menggambarkannya, "Pertam-tama, Oden dan Inu dan Neko sama-sama berada di Kapal Shirohige dan..."

"Ya ampun, aku jadi terkenang masa lalu!!" ucap Nekomamushi,lalu bersama-sama ia dan Inuarashi saling rangkul dan berteriak, "Ras baru!! Tempat Baru!! Iklim baru!! Melihat yang tak terlihat, semuanya!! Lautan awan yang mengapung di Langit!!"

"Pulau yang mengapung di dasar laut!! Sinar mentari!! Setiap hari, hati dan tubuh kami melompat oleh kebahagiaan!! Hari-hari penuh petualangan!!"

Sekarang Usopp kaget melihat betapa akrabnya mereka, "Ya ampun, bukankah beberapa menit yang lalu kalian mencoba untuk saling bunuh?"

Luffy lalu bertanya pada Kinemon, "Kinemon, apa kalian pernah berada di Kapal Shirohige juga!?"

"Tidak, kami tetap berada di Wano." ucap Kinemon.
"Kenyataannya, kami malah yang terus memaksa supaya Yang Mulia Oden tidak berlayar di Kapal Bajak Laut!" ucap Kanjuurou.

"Wano itu negeri yang terisolasi." ucap Kanjuurou lagi, "Keluar dari perbatasaannya saja sudah merupakan sebuah tindak kejahatan. Tapi Yang Mulia Oden tetap saja pergi berlayar tak peduli dengan aturan negerinya sendiri."

"Kami berkenalan dengan Shirohige dan Roger saat mereka sampai di Wano." ucap Kinemon. "Mereka memiliki kehormatan. Aku tak berpikir kalau mereka itu orang-orang yang jahat, tapi bagi seorang Daimyou untuk ikut berlayar dengan Bajak Laut... ini lebih seperti sesuatu yang tidak terduga. Sebagai bawahannya, kami..."

"Terserah!!" ucap Luffy, "Yang terpenting, kalian semua tahu Shanks!! Bagaimana dengan Rayleigh!?"

"Tentu saja.." ucap Raizou.

"Kalau kalian berlayar bersama Roger, itu berarti kemungkinan kalian juga pernah menaiki Oro Jackson, kapal yang dibangun oleh masterku,Tom!!" ucap Franky.

"Eeh!? Jadi kau itu muridnya Tom si tukang kapal!?"

"Lalu kalau begitu," ucap Brook, "Kalian juga pasti kenal dengan Dokter Cro..."

"Tahan sebentar, Brook!!" tiba-tiba Nami menyelanya, "Maaf sudah memotong perkataanmu, tapi ada sesuatu yang harus kuluruskan terlebih dahulu. Aku mulai khawatir dengan rute kami."

"Eh?"

"Ini! Log dari Log Pose-ku!" Nami menunjukkan log pose di lengan kirinya, "Sekarang kami tidak mengikutinya sama sekali, apa itu tak apa?"

"Kami bertemu dengan Traffy, dan akhirnya mengikuti vivre card yang membawa kami pada Zou. Kami akhirnya mengetahui informasi mengenai Road Poneglyph, tapi berdasarkan apa yang Crocus dari Twin Capes beri tahu pada kami, selama kami mengikuti log, pada akhirnya semua rute akan berakhir pada satu titik. Jadi aku berasumsi kalau titik yang dimaksud itu adalah Raftel..."

"Crocus? Ah, nama yang membangun nostalgia lagi..." ucap Nekomamushi, "Apa kabar pak tua itu sekarang!?"

"Dia baik-baik saja!" ucap Luffy, "Yang paling tidak kami bertemu dengannya dua tahun yang lalu..."

"Dia selalu ingin bertemu dengan suatu bajak laut, apa dia..."
"Ya, itu pasti bajak laut tempatku dulu berada. Tapi sekarang semuanya sudah mati." ucap Brook.

"Eeeh!?"

"Hei kalian dengar tidak sih!?" Nami menjerit.

"Ya, aku mendengarmu dengan jelas." ucap Inuarashi. "Kalau kau penasaran dengan apa yang ada di akhir rute yang diarahkan oleh log, cobalah cari tahu sendiri. Memang ada rute yang tujuannya sama dari ketiga jarum itu. Akan tetapi... perjalanan yang kalian jalani saat ini, bisa dibilang sudah jadi berlebihan..."

"Eh? Apa maksudmu?" tanya Nami.

"Normalnya, pada titik yang ditunjuk log, kalian akan sadar tentang misteri Poneglyph dan tulisan kuno masa lalu, bersamaan dengan masyarakat yang melahirkan batu-batu itu, serta pulau yang hilang, Raftel! Roger sendiri mendapat pelajaran yang besar setelah sampai pada titik itu..."

"Crocus juga anggota kru Roger, satu yang telah mengetahui semuanya." ucap Inuarashi, "Dengan asumsi kalau tidak ada alasan baginya untuk membenci kalian, aku ragu kalau dia membohongi kalian.

Inuarashi lalu tersenyum, "Jadi kau navigatornya yayang Kau sudah berjuang dengan baik. Jangan khawatir, kalian tidak salah jalan, lanjutkanlah."

"Baik!" wajah Nami memerah.

"Aku tidak mengerti sama sekali tapi navigator kami hebat kan!?" Luffy memukul-mukul pundak Nami. Nami pun jadi tersipu. "Aku.. Aku memang merasa kalau aku sudah berusaha dengan baik tapi..."

"Tidak salah lagi, navigator Raja Bajak Laut masa depan!!" ucap Usopp dan Chopper.

"Kalian ini benar-benar orang yang ramai ya..." ucap Nekomamushi.

Pada akhirnya Nami malah menghajar Luffy balik, "Berhenti memukul-mukul pundakku!! Rasanya sakit tahu!!"

"Ya ampun... Kalian punya hubungan dengan orang-orang yang menjadi legenda.." ucap Usopp, "Kepalaku jadi pusing, sama seperti ketika kami bertemu Rayleigh..."

"Aku juga pernah bertemu dengan si Roger ini, tapi aku tak terlalu mengingatnya, soalnya aku masih kecil sekali..." ucap Momonosuke.

"Oh, pasti karena kau masih... Hei tunggu sebentar!! Dasar pembohong cilik!! Roer mati hampir dua puluh tahun yang lalu!! Kau pasti salah orang!!"

"Goronyanyanyanya!!" Nekomamushi tertawa, "Petualangan Yang Mulia Oden benar-benar petualangan yang kaya akan cerita!! Suatu hari nanti, semuanya harus diceritakan secara tuntas!!"


"Sekarang... Mulai saat ini sampai pertempuran melawan Kaidou, ada banyak hal yang harus kita lakukan!!"

"Kita tak boleh melewatkan detail terkecil pun!" ucap Kinemon. "Seperti yang kubilang sebelumnya, saat ini kami sedang mengumpulkan teman untuk bertarung bersama kami di Wano. Ada satu orang yang ingin coba kami temui, dia mungkin bisa meningkatkan kekuatan kita.."

"Siapa?"

"Mantan komandan divisi pertama Bajak Laut Shirohige, Marco the Phoenix!"

"Marco!?"

"Ya, kalian pasti kenal baik, jadi dia akan bergabung juga!?" ucap Franky, "Tapi bukankah setelah kejadian satu tahun yang lalu, dia..."

"Ya, kita memang tak boleh terlalu berharap. Meskipun kita bisa menemuinya, kemungkinannya tetap kecil.." ucap Inuarashi.

Sementara itu, Luffy malah masih mencoba untuk mengingat-ngingat, "Uuh, nama itu kedengarannya tidak asing... Marco... Marco..."

"Itu loh yang mirip nanas..." ucap Robin.
"Oh jadi orang itu!!!" akhirnya Luffy ingat.

"Sisa-sisa kru Shirohige, yang dipimpin oleh Marco bertempur dengan Bajak Laut Kurohige dalam Perang yang hebat!! Sudah setahun semenjak berita tentang Perang Balasan itu beredar. Setelahnya, kapten kru Shirohige semuanya menghilang..."

"Eh!?"

"Kalau dia masih hidup, kurasa aku punya petunjuk di mana Marco mungkin berada." ucap Nekomamushi.

"Oi oi oi!! Jadi Marco dan yang lainnya sempat melawan balik Kurohige!?" Luffy kaget.

"Ya, itu benar. Keduanya sama-sama membawa kekuatan penuh mereka, perang itu lumayan besar..." ucap Robin. "Sayangnya, Marco menderita kekalahan telak. Setelah perang itulah, Kurohige mulai dianggap sebagai salah satu Yonkou.."

"Jadi begitu ya!? Kurohige sialan...!!" Luffy kesal.

"Hei!! Ini berita besar!! Ke mana saja kau hah baru tahu!? Hidup di bawah batu!?" bentak Usopp.

"Aku sekilas mendengarnya setelah kehilangan kesadaran selama Perang di Marineford. Sisa-sisa Bajak Laut Shirohige menyelamatkan hidupku. Aku ingin bertemu mereka dan mengucapkan terima kasih!!"

"Tapi untuk melakukan semua ini, kita butuh waktu..." ucap Nekomamushi.
"Ya, kau benar!" ucap Luffy.

"Kurasa sekarang waktunya bagi kita untuk berpisah dulu." ucap Luffy, "Ayo tentukan tempat untuk pertemuan kita nanti!!"

"Kami akan kembali ke Wano, kami harus meningkatkan sekutu dan memulai persiapan." ucap Kinemon.

"Hei, apa itu tidak masalah?" ucap Zoro, "Kalian kan sedang diincar oleh Shogun?"
"Aku malah lebih khawatir dengan keselamatan rekan-rekanku." ucap Kinemon.

"Dengan kapal selam kami, paling tidak kita tak perlu mengkhawatirkan masalah dalam perjalanan. Yang harus dilakukan hanya memastikan keamanan saat sudah berada di pulau itu." ucap Law.

"Aku akan pergi bersama anak buahku untuk mencari Marco, selanjutnya kita akan bertemu di Wano. Ayo buat vivre card untuk Kinemon.." ucap Nekomamushi.

Mereka mengobrol sambil berjalan menuruni pohon paus. Sampai akhirnya, di kejauhan sudah terlihat Suku Minks yang melambai-lambaikan tangan, "Hei!! Raizou-dono!!"

Suku Minks sudah berkumpul untuk menyambutnya.
"Selamat datang kembali!! Raizou-dono!!"

"Kami senang kau baik-baik saja!!"
"Kau terus terikat, apa tangan dan kakimu baik-baik saja!?"
"Maaf ya sudah mengurungmu!!"

"Sekarang yo kita berpesta!! Untuk merayakan kesehatan Raizou!! Serta berdamainya dua pemimpin kami, dan reuni yang damai dengan Keluarga Kouzuki!!"

"Hiks..." Raizou jadi terharu, "S-Suku Minks... Kalian semua..." Raizou menunduk lalu mengeluarkan jurus, "Teknik Ninja!! Aku Cinta Kalian no Jutsu!!!"

"Raizou---!!!"
"Nin!! Nin!!"

"Yahooo!! Pesta lagi!!!" teriak Luffy.

"Tunggu sebentar lagi!! Kau sudah kebanyakan ikut pesta makan-makan, kan!?" Nami menarik Luffy. "Gaah!!"

"Kita harus segera berlayar!!" ucap Nami. "Apa kau mau membiarkan Sanji begitu saja!?"
"Eh!? Kenapa kau..."

"Aku ingin ikut denganmu!! Mau bagaimana lagi... Aku merasa... Ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi." ucap Nami.

"Dan lagi, apa kau pikir kau bisa berlayar di lautan tanpa navigator?"
"Ah, baiklah..."

"Aku juga ikut!! Pekoms sedang terluka, jadi kita membutuhkan dokter!!" ucap Chopper.
"Oke, baiklah..."

"Dan tentunya, kita juga butuh musik selama perjalanan!" ucap Brook.
"Oke..." ucap Luffy.

"Nah, kita tidak membutuhkannya." ucap Nami.
"Haa!? Kenapa kau kejam sekali!? Aku ini juga bagian dari kru!! Dan aku ikut melihat Sanji pergi di depan mata kepalaku sendiri!!"

"Kinemon, aku akan membawa orang-orang ini, apa tidak masalah?" tanya Luffy.
"Yah, aku tak bisa menghentikan orang yang ingin menyelamatkan temannya. Faktanya, kalau keadaannya tidak memaksa seperti ini, aku juga ingin ikut denganmu. Aku merasa berhutang budi pada Sanji, maafkan aku karena tidak bisa ikut..."

"Entah kenapa penyusupan diam itu jadi terasa tidak diam-diam lagi sekarang..." ucap Franky. "Kalau hal-hal terjadi di luar keinginan, selelsaikanlah dengan baik!"

"Bawa kembali Sanji ya!!" ucap Usopp.

"Ah, Luffy, kalau kau menemukan Poneglyph, jangan lupa membuat salinannya ya.." ucap Robin.
"Ya, pasti!" ucap Luffy.

"Dia bukan tipe yang bisa diberi tugas seperti itu!!" bentak Usopp.

"Aku juga akan pergi melihat Poneglyph milik Kaidou yang ada di Wano." ucap Robin.

Dan saat itulah, hal itu terjadi. Tiba-tiba saja terjadi guncangan yang hebat. "Eh!?" Robin kaget. Semuanya kaget. "Uwaaaaa!!!"

"Pulau berguncang!!!" teriak Suku Minks.
"Zunisha menangis!! Apa maksud semua ini!?" ucap Nekomamushi.

"Gempa seperti ini... Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya!!"

Kemudian di saat-saat genting itu, tiba-tiba saja Luffy mendengar sebuah suara, "Eh!? Suara siapa itu?"

Zunisha adalah nama gajah raksasa pulau Zou.  Apakah gempa di pulau Zou merupakan ulah serangan kapten Jack? lalu suara apa yang di dengar oleh Luffy? Kita nantikan cerita selanjutnya di One Piece chapter 821.

Chapter 820 END

My Partner Blog : Gemza, Versi teks, Mangaku
Situs download : Web Informasi

Silahkan di bookmark blog ini untuk mendapatkan postingan update tentang One Piece dan bantulah admin dengan men-share artikel ini kepada teman-teman Anda. Terima kasih.


Baca online One piece chapter 820
Download One piece chapter 820


Baca juga chapter One Piece yang lain disini



0 Response to "One Piece chapter 820 - Anjing dan kucing yang memiliki sejarah"

Post a Comment

Berikan komentar dan masukan anda agar kedepan bisa menjadi lebih baik. Thanks